MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 41


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


besok kan paginya keluarga Ardian berkumpul di meja makan, untuk menikmati sarapan yang disiapkan oleh para art yang bekerja di situ.


begitu pula dengan Daffa jadinya juga ikutan berkumpul akan tetapi dengan memasang wajah datarnya, ia masih kesal pada mamanya yang dengan tega nya menjatuhkan harga diri dihadapan keluarga Alika.


Bey yang melihat penampakan itu, langsung memberikan kode pada Mirna agar sadar dengan perbuatan Putra mereka kini.


"Ma, Coba lihat putramu itu wajahnya ditekuk terus dari tadi Apa jangan-jangan makanannya kelebihan asin ya? " tanya Bey setengah berbisik.

__ADS_1


" Iya benar ya Pah itu anak kenapa lagi , jangan bilang dia masih dendam karena kejadian semalam?" Mirna mengatakan hal itu sambil menatap ke arah yang pas kebetulan Dafa juga menoleh ke arahnya.


" kenapa lihat-lihat?" tanya Daffa Ketus.


" Ah tidak mungkin perasaan kamu saja kali, Lagian Mama enggak ada kerja aku lihatin kamu?" ujar Mirna berbohong tapi sayang Daffa tidak percaya.


" Mama pikir aku anak kecil apa yang bisa dibohongi, ingat ya kalau bikin aneh-aneh seperti tadi malam maka aku tidak akan mau menikah!" ancam Daffa yang bukan membuat Mirna dan Bey takut melainkan keduanya tertawa ngakak.


" yang tidak mau menikah itu kan kamu kenapa harus Mama yang repot, Terserah kamu lah nak kalau tidak mau menikah biar juniormu itu sekalian dimuseumkan saja!" ejek Mirna membuat Dafa kesal.


" itu bocah ngamuk Astaga sudah jadi calon suami kok gitu ya, nanti jodohnya diambil orang baru nangis guling guling kayak anak kecil yang tidak dikasih permen!" gerutu Mirna.


Daffa kini sudah dalam perjalanan menuju kantornya, dirinya menghubungi Deka agar menyiapkan sarapannya masa iya kerja dalam kondisi kelaparan'

__ADS_1


" halo, bawa sarapan ke ruanganku sekarang!" tegas Daffa yang tak peduli dengan kata-kata Deka yang hendak dikeluarkan.


Deka menatap ponselnya yang Yang Malang, tidak pernah sedikitpun ia berbicara di ponsel itu yang ada hanya denger kata-kata perintah dari Dafa yang tidak ada pengertian sama sekali.


Daffa selalu memberi perintah tanpa mau bertanya apa yang dilakukan Deka saat itu, nggak mungkin lagi buang gas atau buang kotoran Daffa malas tahu.


" punya Bos kok gini amat ya, serasa ini masih zaman penjajahan dulu!" batin Deka frustasi'


" mana tadi tidak kasih tahu mau makan apa lagi, Nanti kalau aku boleh sembarangan salah lagi salah lagi nasib jadi bawah tidak bisa memerintah yang ada hanya diperintah doang!" sambung Deka lagi.


Berbeda di kediaman Mariano, Alika tampak sudah bangun pagi-pagi karena harus bertemu dengan klien membahas soal kerjasama yang mereka sudah tanda tangan dan sepakati bersama.


Jangan Ditanya jiwa kepo nya Alice kini, dirinya bak seorang reporter yang sedang bertanya kepada narasumbernya untuk mendapatkan berita yang diinginkan.

__ADS_1


" kamu kan mau ketemu sama calon suami ya penampilannya sedikit modis lah, masa ini kalah sama ibu-ibu arisan yang kalau mau keluar rumah dandanannya selalu super wow!" sungut Alice kesal.


" Astaga Ma aku itu mau pergi kerja bukan mau fashion show, jadi harus bikin orang pangling gitu!" ujar Alika lalu segera masuk ke dalam mobil sebelum mamanya tambah dengan jurus 5 oktaf cempreng nya itu.


__ADS_2