MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 168


__ADS_3

Baru saja Daffa menuju kamar mandi belum juga buka pintu nya,tau tau nya Alika sudah lebih dahulu dari nya untuk kembali memuntahkan isi perut nya membuat pria tampan itu langsung panik.


"Ya Tuhan bagaimana ini,ayo sayang katakan padaku biar aku bisa bergerak mencari bantuan?" Teriak Daffa yang begitu panik bagaimana tidak melihat tingkah Alika yang sudah lemas tak berdaya di atas lantai.


Daffa bahkan tidak mengangkat tubuh istrinya itu ke tempat tidur malah membiarkan dirinya di atas lantai dingin,sebab entah mengapa otak nya tiba tiba blank.


"Mama,Istriku kenapa ini?" Etdah kenapa malah teriak Mama😴😴..


Alika yang tadi lemas tetap tak bisa menahan tawa karena melihat tingkah suaminya itu yang sudah seperti sebentar lagi bakal di ajak buat perang,sampai sampai bukan menolong dirinya malah memanggil Mirna yang entah dimana.


"Astaga Suami ku ini katanya kaya dan juga ganteng kok bisa otak nya malah lemot,apa bisa tidak kalau mau bego itu jangan sekarang!" Sungut Alika dalam hati.


"Woiii pak suami bisa tidak kalau mau bodoh jangan sekarang,kamu pikir aku ini apaan sampai di biarkan saja begini?" Tanya Alika sinis.


Daffa akhirnya tersadar dan segera mengangkat tubuh istrinya itu segera dan melangkah menuju ke tempat tidur,karena biar bagaimana pun ia telah lalai memberikan pertolongan pertama pada Alika.


"Maaf Yang,tadi itu insiden yang tidak akan terulang lagi.Tapi sepertinya aku yang giliran mau muntah deh,soalnya dekat sama kamu bikin aku merasa hal itu!" Setelah mengatakan hal itu Daffa langsung berlari kearah kamar mandi ikut memuntahkan isi perutnya membuat Alika merasa heran.


"Waduh kok bisa kami berdua sama sama merasa mual?" Tanya Alika heran.


"Huekkk,Huekkk..Yang Ini kenapa tidak mau keluar sih?" Tanya Daffa yang tiba tiba menjadi pria cengeng.


"Terserah mau di korek pake tangan atau bila perlu kamu minum air yang banyak biar dia keluar sendiri!" Ya elah memang ada ya teori seperti itu.


"Tetap saja tidak Bisa,Yang!" Teriak Daffa yang sepertinya mau menangis.


"Jadi pria itu jangan lebay deh!Memang nya kamu pikir anak kecil jadi cengeng seperti begitu,dasar tidak tahu malu di depan istri sendiri!" Ujar Alika sinis.


"Ya ampun ini tenggorokan terasa menyiksa kok kamu malah marah marah,aku mana pernah jadi pria cengeng seperti yang kamu katakan tadi?" Tanya Daffa tak terima yang bahkan tak sadar jika Alika sedang berusaha membuat dirinya agar tidak merasakan mual lagi.


"Syukurlah kalau begitu soalnya saat kamu bikin adonan saja bukan cengeng tapi lebay parah,jadi jangan lagi berbuat seolah kamu itu adalah kaum teraniaya?" Sungut Alika memilih untuk merebahkan dirinya karena sudah cukup berdebat dengan suaminya itu.


Segala sesuatu dalam hidup tidak melulu yang susah saja pasti ada senang nya,jadi jangan mengeluh karena musibah ataupun masalah yang tengah dihadapi cukup diam dan berpikir serta di jalani saja.

__ADS_1


Mirna entah mengapa kali ini setelah capek berbelanja malah memikirkan anak anaknya,yang dirasakan sedang memiliki masalah yang sangat runyam.


"Pah,Mama kok jadi pikiran Daffa sama Alika ya?" Tanya Mirna kepada Bey membuat pria itu hanya menatap heran kearah suami nya itu.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Bey heran.


"Mana Mama tahu jawaban nya,kan Mama saja tadi tanya ke Papa!" Ketus Mirna dengan jawaban yang tidak pasti milik Bey tadi.


"Ya elah gitu doang kenapa malah marah marah sih,memang nya ada yang salah dengan apa yang Papa katakan tadi?" Tanya Mirna lalu memilih naik kedalam Taksi lebih dahulu.


Bey hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri,selalu saja dirinya yang salah tidak pernah benar walau sedikitpun.


"Kenapa pria itu selalu salah padahal selama ini mereka jarang melakukan kesalahan,dan jika wanita yang selalu salah pasti akan kembali ke peraturan awal yaitu wanita selalu benar?" Sungut Bey dalam hati mana berani berbicara kepada Ibunda Ratu karena bisa berabe urusan nya.


"Papa,mau jalan kaki atau naik taksi?" Tanya Mirna dengan mata melotot dan bisa di pastikan pasti sopir taksi itu langsung ingin loncat karena mendengar Emak emak berdaster Indonesia kalau teriak pasti speaker aktif bakal kalah jauh.


"Iya sabar dong,kenapa sih malah marah marah?" Tanya Bey heran padahal tadi dirinya rela menemani Mirna keliling Mall hanya karena ingin membeli pakaian model K-pop sedangkan untuk menunggu dirinya dalam hitungan detik wanita itu malah bersungut.


Akan tetapi balik lagi ke peraturan awal yaitu wanita bakal selalu benar dan pria selalu salah,jadi Bapak Bapak auto sabar nanti jatah malam nya hangus lho😂😂✌✌.


"Aku yakin pasti ada yang bakal datang dan tergoda oleh pesona ku?" Gumam Raka penuh percaya diri level Dewa yunani.


"Ishh itu orang kena cacing kali ya,soalnya semua pada bentuk jalan cacing?" Bisik para wanita disitu.


Kasihan kamu Raka kenapa malah di bilang kena cacingan padahal menurut kamu keren,tapi syukurlah tidak di sebut kalau kamu itu kena Ayan!


"Haji cewek!" Goda Raka dengan bahasa inggris dan kebetulan disitu ada salah satu wanita tomboy yang baru keluar dari penjara di inggris.


"Kenapa?" Tanya Wanita itu ketus tapi berbeda dengan Raka yang merasa bahagia karena setelah sekian menit dan hari akhirnya ada yang mengerti juga dengan bahasa yang ia ucapkan.


"Kamu bisa bicara?" Tanya Raka antusias padahal wanita yang memiliki mata sipit itu tengah menatap tak bersahabat ke arah nya.


Ternyata benar kata orang jika sedang darurat maka Tai Ayam sekalipun pasti bakal di anggap Pizza.

__ADS_1


"Menurut kamu aku sedang terdengar seperti orang gagu,atau kamu yang tidak tahu bicara jadi malah mencurigai diriku?" Tanya Wanita itu sinis.


"Aku bahagia!" Ujar Raka begitu gembira hingga rasa rasanya ingin jungkar jungkir balik sekarang juga karena saking bahagianya.


"Baiklah,perkenal kan namaku Raka Alfian dari Indonesia dan kamu biar kita lebih akrab begitu!" Kenapa pria itu terlihat sangat menyedihkan ya.


"Siapa yang tanya nama kamu,bisa tidak jangan sok akrab karena aku sangat tidak ingin akrab dengan seorang pria aneh?" Tanya Wanita itu sinis.


"Da Young,sini Nak!" Teriak wanita paruh baya yang juga baru dilihat oleh Raka selama berada disitu.


"Namanya Dayung?" Tanya Raka yang antara percaya atau tidak soalnya aneh sekali kedengaran nya.


"Helooo Dayung!" Teriak Raka sambil melambaikan tangan nya membuat Da Young merasa kesal.


"Dasar manusia aneh!" Sinis wanita itu sambil tersenyum mengejek.


"Siapa dia?" Tanya Ibu nya Da Young bernama Ja Young.


"Orang Gila belajar jadi waras tapi tidak bisa!" Sahut Da Young malas.


"Syukurlah kalau begitu,ingat kita disini itu di tugaskan Tuan Deka agar membuat pria itu tidak merusak anak gadis orang biar Si Joni nya lupa cara bekerja.


"Iya Eoma,aku paham sekali!"Sahut Da Young malas.


Kedua wanita itu merupakan orang suruhan dari Deka untuk memantau keberadaan Raka,yang menurut nya pasti bakal melakukan hal yang tidak tidak selama di pulau terpencil itu.


Sebab jika sampai anak gadis di pulau itu kenapa napa otomatis Deka dan Daffa lagi yang bakal kena beban Karma,karena dengan sengaja mendatangkan orang pembuat asusila seperti Raka.


"Lebih baik kita pulang dulu soalnya sepertinya tadi ketemu kamu dia terlihat begitu antusias,takut nya pria itu nekat melakukan hal yang tidak tidak?" Ujar Ja Young khawatir.


"Iya aku tahu,lagian siapa juga butuh pria aneh dan tidak normal seperti itu!" Jelas Da Young cuek.


"Bagus kalau kamu sadar sebelum melangkah,karena jangan sampai kamu menggali lubang yang sama kedua kali nya!" Tegas Ja Young.

__ADS_1


Sebab wanita itu tidak ingin terpisahkan dengan putrinya lagi yang baru saja keluar dari penjara akibat menghabisi kekasih nya sendiri gara gara selingkuh,Sebab yang dilihat bukan karena baik nya melainkan paras nya yang sebenarnya sangat standar Asia selatan.


"Ibu ayolah,kenapa dari tadi malah selalu mencurigai aku sih? Padahal sebenarnya apa yang salah dengan semuanya, karena Biar bagaimanapun apa yang ia lakukan tidak salah sama sekali!" Jelas Da Young.


__ADS_2