PEREMPUAN ITU (END)

PEREMPUAN ITU (END)
•108


__ADS_3

Seajaib itu Tuhan mempertemukan kami. Membuatku berkali-kali berfikir apakah ini takdir?


Bahkan aku,Sandy Hadiwijaya,sama sekali tak pernah percaya dengan takdir dan keajaiban. tapi sekarang,..


Aku mengalaminya sendiri. hal yang ku anggap mustahil terjadi, nyatanya datang padaku tanpa di minta.


Namun ada satu hal yang membuatku ketakutan saat dia menjadi perawatku. kondisiku yang seperti ini, apakah dia tak akan jijik?


Saat kita bertemu dengan orang yang kita harapkan, tentulah kita ingin ada di posisi terbaik dalam hidup kita.


Bukan dalam kondisi yang memprihatinkan seperti ini. Malu,tentu saja. segala yang ku lakukan harus dibantu olehnya. hal yang benar-benar membuatku gugup sekarang.


Hingga saat ini, kurasa Alis tak pernah mengenaliku. semasa aku melihatnya bekerja di pabrik, saat kecelakaan, saat dia melahirkan, bahkan hingga kami bertemu sekarang. aku yakin, dia tak akan jeli melihatku.


Dan itulah satu-satunya kesempatan yang ku punya. aku tak akan membuka topengku sekarang dihadapannya,Aku akan berpura-pura tak mengenalnya. bersikap acuh dan dingin padanya.


Entahlah, aku seolah ingin mengujinya. Menguji kesungguhannya dalam merawatku.


Namun hari itu, emosiku mungkin sedang tak stabil. Entah kenapa aku tiba-tiba penasaran dengan ponselku yang beberapa minggu ini di simpan oleh tante Ayu.


Dengan susah payah, aku mengendap-ngendap masuk ke Ruangannya untuk mencari benda itu.


Aku duduk di ranjang, ku acak semua laci di nakas. hingga akhirnya ku temukan benda itu. ponselku yang mungkin menyimpan banyak cerita selama aku terbaring sakit.


Namun apa yang ku lihat setelah ku buka ponselku. tak ada satupun pesan atau panggilan dari Vina. hanya beberapa pesan dan telepon dari staf dan sekretarisku yang tampak memenuhi layar ponsel.


Aku menghela nafas berat.


Ku otak-atik ponselku hingga aku menemukan sebuah berita dari salah satu artikel di sosial media. berita yang benar-benar membuatku akhirnya sadar, bahwa aku tak sepantasnya masih mengharapkan gadis itu kembali. apalagi memperbaiki hubungan kami.


Vina memutuskan untuk pergi keluar negeri dan merintis karir modelingnya disana.


'MENINGGALKAN MANTAN PACARNYA YANG SEDANG KRITIS. VINA MEMILIH GO INTERNASIONAL!'


Tajuk berita yang membuat ulu hatiku nyeri. darahku mendidih, hingga kepalaku terasa berat.


Darimana media mendapatkan semua berita ini? jadi semua orang sudah tahu sekarang? mereka pasti mengolok-olok ku di luar sana.

__ADS_1


Ternyata dia tahu jika aku mengalami kecelakaan. tapi apa? dia sama sekali tak memperdulikanku dan malah pergi begitu saja.


BRAKKKKH!


Ku banting ponselku ke lantai hingga berserakan. marah, kesal dan kecewa. di saat kondisiku seperti ini, dia menambah luka ditubuhku semakin dalam dan perih.


Aku bangkit dan hendak meninggalkan kamar tanteku. tapi aku tak sadar jika kakiku ini masih tak berfungsi.


BUGH!


Aku tersungkur ke lantai. jatuh kali ini benar-benar terasa sakit. sakit yang menjalar hingga ke dalam tubuhku.


Jangankan untuk memperbaiki hubunganku dengannya,bahkan untuk berjalan saja aku tak mampu!


Aku tak bisa!


Tiba-tiba Alis datang disaat yang tidak tepat.


"PERGIIII...!" Teriakku seketika.


Aku bahkan mengusirnya dengan kasar. padahal waktu itu dia hanya ingin menolongku. Ya, mungkin waktu itu aku terlampau emosi. hingga ku lihat wajah kagetnya tergambar dengan jelas.


Hanya itu yang tersisa dari emosiku yang meledak-ledak tadi.


•••


Menjadi pesakitan selama beberapa minggu dengan kondisi tubuh yang masih sangat rentan. juga pekerjaan di kantor yang pasti sangat menumpuk sepeninggalanku membuatku benar-benar frustasi dan stres.


Ku lewati setiap malam dengan terjaga. tanpa bisa berbuat apa-apa dan tak tahu harus meminta pertolongan pada siapa.


Rasanya tak ada yang bisa ku andalkan jika sudah seperti ini. Aku sendirian, dan itu semakin membuatku terpuruk.


Dan saat pagi menjelang hanya dia yang mampu membuatku merasa hidup. sikapnya yang polos dan bersahaja membuatku betah berlama-lama mencuri pandang padanya.


Banyak kejadian tak terduga yang sering kami berdua alami. dan itu membuat perubahan sikapku yang cukup besar terhadapnya. semakin melunak dan semakin membuatku enggan jauh darinya.


Setiap dia memasak dan menyiapkan sarapan untukku, selalu saja membuatku tergiur. padahal jelas pada awalnya aku memang tak berselera untuk makan. tapi entah kenapa,Alis mampu merubah kebiasaan burukku itu. aku tak pernah telat minum obat, setiap cemilan sehat yang dia bawa selalu habis ku makan.

__ADS_1


Mungkin kehadirannya membuatku semangat untuk segera sembuh.


Banyak hal yang sering kami obrolkan. tentang pekerjaannya, tentang usianya bahkan tentang kehidupan pribadinya yang sayangnya enggan untuk dia ceritakan padaku. dan aku sadar akan hal itu, tak mudah baginya berbagi kisah menyakitkan selama pernikahannya padaku. apalagi aku hanya sebatas Pasiennya.


•••


Hari demi hari kondisiku semakin membaik. wajahku tak lagi bengkak, luka goresan di tubuhku sedikit demi sedikit mulai menghilang berkat ketelatenannya dalam mengobatiku.


Pagi ini aku ingin sarapan di ruang makan. sudah lama sekali sejak aku sakit, aku tak pernah keluar dari kamarku dan memeriksa kondisi rumah.


Sejujurnya semalam aku terganggu dengan suara mobil yang masuk ke garasi. aku tak mengenali suara mobil itu, hanya saja aku mencurigai seseorang.


Dan benar saja,saat aku berusaha turun dari kamar dan menuju lantai dasar. ku lihat sudah ada Tante Ayu dan Ivan tengah berbincang dimeja makan. pemandangan yang langsung membuat selera makanku hilang tiba-tiba.


Duduk bertiga di meja makan sungguh peristiwa langka dan sangat aneh yang terjadi pagi ini.


Tante Ayu mengutarakan maksudnya mengapa dia membawa Ivan ke rumah. selain untuk menjengukku mereka juga mengutarakan niat Tante Ayu untuk menjadikan Ivan Manager di perusahaan.


Yang benar saja, aku bahkan tak pernah membayangkan hal itu bisa terjadi di saat kondisiku seperti ini. apa mereka tak memiliki rasa empati sedikitpun padaku? setidaknya, tidak Bisakah menunggu hingga aku pulih dan kembali ke kantor?


Ku abaikan keinginan tante Ayu yang sudah jelas membuatnya kecewa dan marah. Persetan dengan keinginan tanteku itu. yang jelas, sampai kapanpun aku tak akan membiarkan Ivan menguasai perusahaan saat aku tak ada disana. sudah cukup dia menusukku dari belakang sebagai orang yang bermain api dengan kekasihku Sendiri.


Sejak kejadian pagi itu, aku meminta pada Nita untuk menyiapkan semua laptop dan ponselku agar aku bisa memantau pekerjaan dikantor dari rumah.


Dan anehnya, malah tante Ayu yang membawa laptop itu padaku. Dia bilang, semua yang berhubungan dengan Vina sudah dibereskannya.


Entah itu kalimat sindiran atau memang dia benar-benar peduli padaku. aku sama sekali tak ingin merespon pernyataannya itu. menurutku Diam lebih baik untuk saat ini.


Terlebih lagi banyak hal yang harus aku pikirkan, setelah berita tentangku dan Vina yang mencuat dan menjadi gempar di beberapa media berita bisnis. membuat perusahaan kami mengalami inflasi dan kerugian cukup besar. Beberapa saham besarku anjlok dan tak bisa tertolong lagi.


Inilah titik dimana aku benar-benar merasa jatuh sejatuh-jatuhnya. perusahaan besar yang di bangun oleh orangtuaku nyaris hancur begitu saja. karena keegoisanku sendiri.


Penyesalan yang ku rasa tak akan hilang hanya dengan hitungan waktu saja.


Aku merasa seperti menjadi manusia bodoh yang tak berguna.


Dan yang bisa ku lakukan hanya berbaring di tempat tidur tanpa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Sungguh sangat tragis,


• • • • • •


__ADS_2