PEREMPUAN ITU (END)

PEREMPUAN ITU (END)
•75


__ADS_3

"Kenapa?" goda mas Sandy menatapku gemas.


"Mas Sandy tahu darimana saya kerja disini?" Aku menatapnya penuh tanya.


"Itu urusan mudah buat saya!"


"Saya kira mas Sandy 'gak akan datang kesini!"


"Memangnya kenapa? teh alis gak suka saya jemput?"


"Bukan begitu mas, harusnya mas Sandy kasih tahu saya dulu. saya kan jadi malu!" aku memalingkan wajahku.


"Saya udah gak sabar mau melihat kamu teh. saya terlalu kangen!" godanya.


Aku melihat sekeliling kedai. bahkan mereka yang ada di dalam kedai masih melihat ke arah kami.


"Kita bicara nanti saja mas," ajakku padanya.


"Baiklah nona,silahkan" Tukasnya membukakan pintu untukku.


Hari ini alur cerita hidupku seperti sedang berubah menjadi sebuah dongeng pengantar tidur. Karna Ada banyak kisah manis dan mengharukan yang tiba-tiba terjadi begitu saja.


•••


"Mas Sandy lebih baik fokus menyetir?" pintaku saat sadar dirinya terus melihat padaku.


"Saya sangat suka jika melihat teh Alis seperti ini?" jawabnya


"Seperti apa memangnya?" aku menautkan kedua alisku tak paham.


"Wajah teh Alis yang tiba-tiba memerah. dengan senyum yang disembunyikan. ya Tuhan! itu sangat menggemaskan," selorohnya terlihat senang sembari tersenyum dengan mempertunjukan giginya yang putih dan rapi itu.


"Mas Sandy berlebihan," tukasku tak nyaman.


"Kamu benar-benar bisa membuat saya tak bisa tidur nanti malam teh?!" tuturnya lagi membuatku semakin salah tingkah.


"Mas Sandy memangnya sudah pulang kerja?" tanyaku mencoba mengalihkan obrolan kami.


"Setelah mengantar teh Alis pulang, saya baru akan kembali ke kantor."


"Mas Sandy pulang hanya untuk menjemput saya? ya ampun mas, mas Sandy gak perlu seperti ini! saya benar-benar tak enak!" Aku terenyuh mendengar jawabannya.


Mas Sandy menatapku lekat.


"Teh alis tenang saja. saya melakukannya dengan senang hati,"

__ADS_1


"Tapi mas,-"


"Saya hanya tak ingin teh Alis kesulitan" selorohnya sebelum aku meneruskan kalimatku.


Ku tatap mas Sandy haru. Entah harus bagaimana aku membalas semua kebaikannya itu. dan lagi-lagi aku dibuat terpesona oleh sikapnya.


"Terima kasih banyak mas"


"Sama-sama sayang," sahutnya.


"Oh iya, Ada beberapa cemilan yang baru saya beli dari minimarket. saya harap Andi akan suka. tolong jangan menolak,ataupun merasa tak enak!" pintanya lagi seakan tahu apa yang ku pikirkan.


"Mas Sandy..." Aku bergumam lirih.


Mas Sandy mengusap lembut pipiku seraya tersenyum manis.


Aku tak tahu mengapa wanita bernama Vina itu bisa meninggalkan pria sebaik mas Sandy. Apakah dia tak menyesal? Batinku.


"Teh, apa teman teh Alis sudah memberi kabar? bagaimana dia sekarang?"


"Dia aman mas. tadi siang kami bertemu,dia bilang sih hari ini papa nya tak datang ke kontrakan lamanya. semoga saja papa tirinya kapok dan tak berniat kembali lagi." jelasku.


"Syukurlah kalau dia baik-baik saja. Seharusnya wanita seperti kalian ini tak tinggal sendirian di rumah,itu sangat berbahaya. terutama kamu teh!" mas Sandy mengingatkan.


"Saya sudah terbiasa mas. lagipula di kampung tempat saya tinggal selalu ada petugas keamanan yang berjaga setiap malam dan dikelola oleh warga. jadi, pasti aman!" jawabku yakin.


"Mas Sandy tenang saja! kalaupun ada apa-apa, saya pasti akan menghubungi mas Sandy lebih dulu!" tegasku.


Tak terasa kami sudah tiba didepan halaman rumah. Kebetulan rumah sepi karena Andi pasti pergi mengaji hari ini setelah kemarin dia libur.


"Andi kemana teh?" mas Sandy mengedarkan pandangan ke sekeliling halaman rumah.


"Andi pasti sedang mengaji mas!" Aku segera membuka pintu mobil sebelum mas Sandy melakukannya untukku.


"Sayang sekali. padahal saya ingin melihatnya!" desahnya tampak kecewa.


"Masih ada hari esok mas,"


"Bolehkah kapan-kapan saya meminjam Andi? saya ingin mengajaknya menginap di rumah!" pintanya.


"Meminjam Andi? memangnya Andi boneka mas?" aku mengulum senyum geli mendengar permintaan anehnya.


"Kalau tidak, kalian menginaplah sekali-kali di rumah. saya benar-benar kesepian dan bosan!" gumamnya beralasan.


"Mas Sandy kan sudah biasa sendirian. kenapa sekarang malah bilang bosan?" selidikku.

__ADS_1


Mas Sandy menghela nafas seraya berdiri di ambang pintu.


"Dulu saya sering keluar rumah,bahkan tak pernah ada di rumah. saya selalu pulang malam dan bahkan kembali ke rumah dengan kondisi tak sadarkan diri karena terlalu banyak minum. Tapi, setelah kecelakaan saya jadi berfikir dua kali jika ingin keluar. terlebih lagi, sekarang saya memiliki kamu teh! saya tak ingin membuat kamu cemas dengan tindakan bodoh saya" jelasnya panjang lebar.


Aku mendekati mas Sandy dan memeluknya erat.


"Saya harap mas Sandy bisa menjaga diri dengan baik dimanapun mas Sandy berada. demi saya dan Andi!" tukasku menengadah menatapnya dalam.


Tak rela rasanya jika hal buruk terjadi padanya lagi. cukuplah kecelakaan kemarin menjadi kesialan terbesarnya. Karena aku tak akan sanggup jika harus melihat mas Sandy menderita untuk kedua kalinya.


"Saya berjanji,saya akan menjaga diri saya untuk kalian!" mas Sandy membalas pelukanku begitu erat.


"Sampai kapan kita akan berpelukan terus mas?" tanyaku setelah hampir 5 menit mas Sandy tak melepaskan pelukannya.


"Sampai Andi pulang!" godanya.


Aku terkekeh dan mencoba melepaskan tubuhku darinya.


Mas Sandy mengurai pelukannya.


"Sebentar lagi gelap. saya harus segera ke kantor agar bisa kembali ke rumah lebih awal." mas Sandy menatap jam di tangannya.


"Ya sudah! mas Sandy hati-hati di jalan! jangan ngebut!!!" perintahku tegas.


"Baiklah.." Mas Sandy mencondongkan tubuhnya dengan posisi pipi kanannya mengarah padaku.


"Apa ini?" tanyaku heran dengan bahasa tubuhnya.


"Haruskah saya yang melakukannya lebih dulu?!" tanyanya tak sabar.


"Oke. STOP!" ku dorong tubuhnya pelan lalu mengecup pipinya singkat.


"Selamat bekerja mas,"


Mas Sandy tampak tersenyum penuh kebahagiaan. tak lupa dia mengelus kepalaku dengan penuh kasih.


"Sampaikan salam saya untuk Andi." pamitnya.


"Baiklah. hati-hati!" Aku bersandar di sisi pintu sembari berpangku tangan melihat kepergiannya.


PING!


Sebuah pesan masuk berbunyi, sebelum aku masuk ke dalam rumah. ku rogoh jaketku dan melihat siapa gerangan yang mengirim pesan.


#Saya ingin bertemu di Resto BeefStar besok. pukul 1 siang!"

__ADS_1


Pesan masuk itu seketika membuatku terkejut apalagi saat ku tahu siapa pengirimnya.


• • • • • • •


__ADS_2