
Pertemuan yang bagaimana yang bisa membuat orang jatuh cinta pada pandangan pertama?
Pertemuan seperti Apa yang membuatku bahkan tak bisa melupakan sosok asing itu?
•••
Setibanya di pabrik aku tak langsung keluar dari dalam mobil. berhenti sejenak untuk merapikan pakaianku. sementara pak Muh sudah menunggu dan siap membuka pintu diluar.
Ku lirik ke arah luar, suasana di lapang parkir pabrik cukup sepi. Hanya ada beberapa security Yang berjaga.
Tapi tiba-tiba terdengar suara hentakan sepatu seperti seseorang yang tengah berlari menuju parkiran.
Aku keluar dari dalam mobil dan mencoba tak menghiraukan suara itu. lalu tiba-tiba suara itu lewat di belakangku. seorang wanita berlari dengan menenteng tas ditangannya menuju pos security.
Aku dan pak Muh tentu melihat kejadian itu dengan santai,dia pasti salah satu buruh pabrik yang telat masuk. pikirku.
"Eh, kenapa baru datang. udah lewat jam istirahat loh ini?" si security menatapnya sinis.
"Maaf pak! tadi dijalan macet." tukasnya dengan nafas terengah-engah.
Aku berjalan pelan diikuti pak Muh hendak mendekati si wanita.
"Lain kali, Gak usah pulang. kalau memang rumahnya jauh. istirahat disini kan bisa?" tukasnya.
"Iya pak. tadi siang. anak saya pulang mendadak dari sekolah karena sakit. jadi saya pulang ke rumah buat liat kondisinya." si wanita berjalan cepat sembari mengatupkan kedua tangannya meminta maaf. lalu menghilang dibalik pintu masuk pabrik.
"Cantik padahal,tapi sayang di sia-siakan suaminya" salah seorang security yang sejak tadi duduk menukas sembari terkekeh.
"Katanya suaminya juga preman ya. Ckck! miris." timpalnya lagi.
Kedua security itu menatap kepergian si gadis. sama seperti yang aku lakukan sekarang.
"Eh, pak Sandy sudah datang! selamat siang pak?" si security sedikit kaget melihatku yang juga menatap ke arah yang sama dengannya.
"Silahkan masuk pak! pak Ilham sudah menunggu." pintanya mempersilahkan.
•••
Aku melangkah masuk ke dalam pabrik diikuti seorang staf yang datang menyambutku. tak berapa lama, pak Ilham datang dan langsung menyalamiku. Kami berjalan melewati tempat produksi hingga tempat packing barang-barang pabrik. beberapa buruh terlihat berbisik dan menatap padaku. mereka pastinya bertanya-tanya tentang sosokku yang baru mereka lihat hari ini.
Aku dan pak Ilham duduk bersama dengan para staf untuk membahas tentang proses produksi diperusahaan.
__ADS_1
Obrolan kami berjalan sangat santai dan menyenangkan, bahkan beberapa di antara para staf selalu saja ada candaan yang mampu membuatku tertawa terbahak-bahak. Baru kali aku meeting bersama para karyawanku tapi dengan suasana yang menyenangkan. dan sepertinya aku akan sering berkunjung ke pabrik ini dibandingkan dengan pabrik-pabrik Dibawah naungan perusahaanku yang lainnya.
"Nah,sepertinya kita memang perlu mengisi perut secepatnya" pak Ilham mengelus perutnya.
Aku tersenyum tipis.
"Pak Ilham benar. kebetulan saya juga sudah memesan makanan." jawabku.
"Pak, Gimana kalau kita makan di kantin pabrik saja? sekalian melihat menu makanan di pabrik kita." tukas salah seorang staf yang bernama yanto.
"Betul juga. siapa tahu pak Sandy juga mau berkenalan dengan beberapa karyawan baru kami." tandas pak Ilham.
"Hm, boleh juga!' jawabku enteng.
Kami semua keluar dari ruang rapat dan beriringan menuju kantin yang memang berbeda gedung dengan kantor pusat.
Dan lagi,aku melihatnya. Wanita itu,
Wanita yang tadi berlari di halaman parkir. Rasanya ada hal aneh yang ku rasakan saat dia muncul.
Aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana... , batinku.
"Kenapa mereka tak memakai troli saja untuk membawa barang-barang berat itu?" tanyaku pada pak Ilham.
"Mereka sudah terbiasa pak. lagipula barang yang mereka bawa sepertinya tidak terlalu berat." pak Ilham melihat dengan seksama wanita yang membuatku melontarkan pertanyaan itu.
"Iya saya tahu. tapi demi menjaga keamanan barang produksi,Pak Ilham pikir itu semua barang murah. sebaiknya mereka berhati-hati. jika perlu biarkan para lelaki saja yang membawanya." perintahku tegas.
"Iya baik pak. besok saya akan perintahkan pada seluruh karyawan." sahutnya.
Aku melenggang segera menuju kantin. kebetulan jam makan siang sudah hampir lewat. sehingga hanya terlihat beberapa orang karyawan saja disana.
"Sepertinya semua karyawan sudah selesai makan siang. kita sedikit terlambat" seloroh pak Ilham setengah bercanda.
Aku tersenyum dan duduk di salah satu kursi yang sepertinya sudah mereka siapkan.
"Sebentar lagi, makanannya datang pak!" tukas si pekerja kantin.
Kami kembali melanjutkan obrolan, hingga akhirnya makan siang kami tiba. Menikmati makan siang bersama orang-orang yang penuh semangat juga sangat humoris sungguh menyenangkan untukku. Aku jarang sekali menikmati suasana seperti ini karena terbiasa makan sendiri. dan jikapun aku harus makan bersama tante Ayu. pastilah akan berakhir dengan perdebatan.
"Oh iya pak. Saya pikir, Ibu Rahayu yang akan kemari untuk melakukan Rapat?" tanya pak Ilham.
__ADS_1
"Tidak. untuk pabrik baru ini saya memang ingin turun tangan sendiri. dan ternyata benar kan, saya bertemu kalian semua! keluarga baru saya" jawabku tersenyum bahagia.
Sebaiknya mereka tak perlu tahu bagaimana hubungan buruk yang terjalin antara aku dan tante ku itu.
•••
Pukul 2 siang, aku kembali ke kantor setelah berkunjung dari pabrik. Tak sempat ku kabari Vina lagi setelah pesan yang ku kirim tadi berakhir dengan penolakan makan siang. Aku lelah, dan aku malas jika harus bermanis-manis lagi padanya. siang ini pekerjaanku di kantor masih sangat banyak. tapi aku malas jika harus kembali bekerja.
2 jam sudah Aku duduk di kursi dengan mata fokus menatap beberapa dokumen di atas meja kerjaku. kenapa rasanya pekerjaanku ini tak ada habis-habisnya. aku menghela nafas lesu.
Sesekali ku baca dengan teliti surat kontrak kerjasamaku dengan salah satu perusahaan besar itu. tapi isi kepalaku malah memikirkan hal lain.
Perempuan itu,..
Aku bersumpah, rasanya aku pernah melihatnya. ini bukan soal wajah yang mirip dengan seseorang. atau dia begitu cantik. atau bahkan De javu. bukan seperti itu. hanya saja, hatiku tak bisa bohong jika aku benar-benar seperti pernah mengenalnya. tapi dimana, dan kapan? AH! Sial..
Sekarang aku malah lebih fokus pada sosoknya. sepertinya aku harus bertemu dengan perempuan itu lagi. untuk memastikan jika aku tak salah orang. Tapi dimana aku bisa bertemu dengannya selain di pabrik?
"Nita? apa hari ini saya ada jadwal lagi?" Ku tutup berkas di atas meja yang selesai ku periksa.
"Gak ada pak. hanya tinggal yang ada di atas meja saja. kenapa? pak Sandy mau berkencan?" godanya berbisik.
"Saya hanya ingin jalan-jalan keluar" jawabku seraya bangkit dari kursi dan kembali memakai jas hitamku.
Suasana siang menuju sore memang sangat ramai disekitar gedung perkantoran,banyak para pekerja yang baru selesai bekerja dan hendak pulang.
Aku mengendarai mobilku menyisir jalan tanpa tujuan, hanya melihat lalu lalang manusia yang sama sekali tak ku kenal.
Hingga aku tiba di salah satu jalan yang cukup lengang. Aku berhenti di bahu jalan, suasananya cukup sepi disana.
Dan akhirnya ya,....
Aku ingat sekarang, perempuan itu. dia yang ku tolong ditempat ini saat akan melahirkan. dan kejadian itu bahkan sudah berlangsung sangat lama. bagaimana bisa tiba-tiba sekarang aku melihatnya lagi? batinku seakan tak percaya.
Aku menatap lama bangku taman itu, tepat disana. dia duduk sembari meringis memegangi perutnya. saat itu kondisinya memanglah gelap. dan dia pasti tak kan mengenaliku dengan baik.
Tapi,..
Sialnya, Aku lupa bertanya siapa namanya!
• • • • • •
__ADS_1