PEREMPUAN ITU (END)

PEREMPUAN ITU (END)
•128


__ADS_3

Aku terpaku saat tiba didepan halaman hotel yang kami tuju. hotel yang sangat besar dan mewah tentu saja.


Rasanya setiap tempat yang ku kunjungi bersama mas Sandy terlihat sangat tak cocok dengan kepribadianku.


Apalagi saat ku lihat lalu lalang manusia yang berpakaian sangat Rapi dan elegan. pastilah mereka bukan dari kalangan sembarangan.


Aku menelan ludah getir,


Tenanglah Alis,jangan mempertontonkan kegelisahanmu di depan banyak orang!


Batinku menggerutu.


"Silahkan bu," suara Nita terdengar merdu dari arah luar.


Aku terhenyak,ternyata dia membukakan pintu untukku.


"Terima-kasih-" sahutku kaku.


"Ibu benar-benar sangat cantik" bisik Nita.


Aku tersenyum kalut, Sejujurnya sanjungan itu tak dapat menolongku sekarang.


"Dimana Rahma dan Sinta?" aku melemparkan pandangan ke sekeliling.


"Mereka masih di jalan" jawabnya singkat.


Mas Sandy keluar dari dalam mobil dan segera mendekatiku. wajah tampannya benar-benar sangat mempesona.


AH! seandainya aku bisa menyembunyikan suami tampanku ini di rumah saja. agar tak ada wanita yang mengambil kesempatan untuk mencuri pandang padanya.


"Ayo sayang," ajaknya lembut.


Ku kalungkan tanganku pada lengan kekarnya. mencoba bersikap tenang dan percaya diri meski Sejujurnya aku takut.


Kami bertiga berjalan menuju Lift untuk tiba di lantai atas gedung ini.


Rasanya Seharian ini aku terus saja keluar masuk kurung besi tebal ini,dan jujur saja itu membuat dadaku sesak dan perutku juga mual.


Ternyata membiasakan diri menjadi istri dari seorang pemilik perusahaan tidaklah mudah.

__ADS_1


Kami akhirnya tiba di salah satu ruangan yang bertuliskan 'Convention hall ' Ada dua orang pelayan yang menunggui didepan pintu yang tertutup rapat itu.


"Mas, saya takut!" bisikku.


Mas Sandy menoleh sesaat, kemudian tersenyum seraya mengusap punggung tanganku lembut.


"Silahkan!" sambut kedua pelayan itu lalu membukakan pintu untuk kami.


KLEK!


Semerbak wewangian menyeruak saat pintu ruangan itu dibuka. mataku terbelalak takjub saat melihat dekorasi ruangan yang begitu indah dipenuhi bunga-bunga segar disetiap sudutnya.


Juga ada beberapa kamera besar yang di pasang di titik utama ruangan itu.


Benarkah ini tempat untuk makan malam? pikirku.


Ruangan dengan Lay out bertema Hollow shape itu terlihat menawan dengan degradasi warna coklat keemasan. dan yang tak kalah menarik dari ruangan itu adalah para tamu yang entah siapa saja mereka, tampak sudah duduk dan menunggu kehadiran kami. bahkan diantara mereka terlihat menatap dalam padaku.


Mas Sandy tersenyum seraya menyapa mereka dengan mengangkat tangannya singkat.


Aku yang terus menebar senyuman sedari tadi dibuat kaget dengan kehadiran pak Ivan dan bu Ayu di sudut meja paling ujung. ku pikir mereka tak akan datang di acara malam kali ini.


"Pak Broto, maaf membuat anda menunggu. sayang, kenalkan ini pak Broto. pimpinan salah satu media berita yang kamu nonton kemarin" jelas mas Sandy. entah itu kalimat satir atau hanya candaan semata, yang jelas pak Broto terlihat santai dan malah tersenyum lebar kala mendengarnya.


Aku tersenyum seraya menjabat tangannya.


"Alis, senang bertemu dengan anda pak!" tukasku.


"Ternyata jika dilihat lebih dekat, anda begitu cantik!" pujinya diiringi seringai khas laki-laki tua nakal.


"Silahkan duduk pak!" mas Sandy mempersilahkannya lebih dulu.


Sementara kami berdua berdiri menghadap para tamu undangan yang ku perkirakan jumlahnya sekitar 20 orang saja.


"Mohon maaf sebelumnya karena sudah membuat kalian menunggu! Baiklah, malam ini didepan kalian semua juga Perwakilan dewan pers saya ingin memperkenalkan secara langsung istri saya. Dia hanya wanita biasa, yang saya temui tak sengaja disatu tempat. Jika diantara kalian ada yang bertanya, apakah dia seorang wanita yang sudah memiliki anak. Ya! dia sudah memiliki anak. dan saya sangat menyayangi putranya. Saya pikir, sebagian dari kalian bisa memahami situasi seperti ini. diluar pekerjaan tentunya." jelas mas Sandy menatap yakin pada relasi didepannya.


Akupun yang berada di sampingnya begitu terkejut. tak ku sangka jika dia akan mengumumkan hal semacam ini didepan mereka semua. didepan orang-orang yang ku dengar memiliki peranan penting diperusahaan.


"Soal berita yang beredar diluar sana. kalian tak perlu khawatir! Indeks saham hanya akan berubah beberapa hari saja. mereka akan kembali stabil setelah media meluncurkan berita malam ini" mas Sandy menoleh sinis pada pak Broto yang terlihat sangat tak nyaman.

__ADS_1


"Jika kalian percaya pada saya, saya sangat berterima kasih. tapi jika kalian khawatir dengan saham kalian! kalian bisa membawanya keluar dari PT. ASTRA!!!" tegasnya.


Ku lirik sekilas wajah bu Ayu yang tampak menegang. entah apa yang dipikirkannya. hanya saja, aku sedikit khawatir akan sikapnya itu.


"Tapi pak Sandy, kenapa anda tidak melangsungkan pernikahan secara legal saja. atau mengadakan Resepsi besar-besaran dan mengundang banyak media untuk meliput. jangan malah main kucing-kucingan seperti ini. Yang kami Takutkan adalah media yang selalu membesar-besarkan berita dan membuat bola panas diluar sana. imbasnya Nama Perusahaanlah yang akan menjadi buruk!" kali ini seorang Pria dengan tubuh tinggi bermata sipit yang bicara.


Mas Sandy tersenyum,


"Saya pikir, orang jahat tetap akan menjadi jahat. apapun yang coba kita lakukan untuk menunjukkan kebenaran! lagipula, istri saya bukan tipe wanita yang menginginkan kemewahan. dia tak suka berpesta," desisnya yakin.


"Lalu bagaimana dengan kabar saham di luar negeri. kami berharap besar pada saham itu?" tanyanya lagi.


"Pak Kevin, sebagai Direkrut PT. Global Asia. seharusnya anda tahu, jika yang mereka sukai adalah skandal. itu yang membuat perusahaan naik lebih cepat bukan? lagipula, saya sudah menghubungi Wakil kami di singapura. Dan mereka bilang, kita tak perlu khawatir dengan berita yang dibuat oleh media" tandasnya.


"Baiklah kalau begitu. saya percaya pada anda pak Sandy. semoga saja, anda tak merusak kepercayaan kami!" imbunya seraya menarik kursi untuk duduk.


Aku masih termangu. obrolan apa barusan itu. apakah serumit itu masalah yang ditimbulkan karena pernikahan kami yang sembunyi-sembunyi. tahu begitu aku meminta pernikahan normal saja yang diadakan dengan pesta meriah. benar apa kata Sinta, resepsi pernikahan tak akan membuat perusahaan bangkrut. Jika begini, rasanya sama saja.


"Silahkan duduk bu!' tukas Nita menarikkan kursi untukku.


Aku duduk dengan perasaan campur aduk. berapa lama lagi aku bisa bertahan disini, dengan orang-orang yang berbicara Ketus juga tatapan mereka yang seolah menghakimiku.


"Bu Alis, selamat atas pernikahannya!" seorang wanita paruh baya yang begitu anggun menyapaku dengan manis.


"Ah, terima kasih." sahutku ragu.


"Perkenalkan saya Helga, wakil direktur dari PT. DolpinMotors!" tukasnya.


Aku menyeringai. aku sedikit tahu nama-nama perusahaan yang disebutkan saat dulu bekerja di pabrik. Tapi tak pernah tahu seberapa besar pengaruh mereka untuk perusahaan mas Sandy. yang jelas mereka pasti sangat penting.


Di tengah keramaian obrolan kami, beberapa pelayan kemudian datang dengan membawa makanan pembuka untuk kami. Aku menatap kaget beberapa nampan besar yang tiba-tiba saja memenuhi meja.


"Apa ini?" bisikku pada mas Sandy.


"Appetizers, sayang" bisiknya lembut


"Oh," aku mengangguk kaku. sepertinya aku harus lebih bersabar menunggu menu makan malamnya datang.


• • • • • •

__ADS_1


__ADS_2