
Putri sedang melakukan panggilan telepon dengan orangtuanya, sembari berjalan ke supermarket dekat rumahnya.
"Putri mau beli minuman dingin dulu di supermarket depan, pa." sahut putri, berpamitan.
"Ya udah gak apa-apa, tapi sebentar aja ya! Soalnya udah malem, takut ada apa-apa diluar."
"Makanya, papa mama cepetan nyusul putri dong! Masa putri tinggal sendirian dirumah, kan takut pa."
"Anaknya papa kan udah gede, bisa jaga diri sendiri. Besok papa udah selesai ngurus pekerjaan papa untuk pindah kesana kok."
"Beneran besok papa sama mama udah pindah kesini?" tanya Putri sumringah.
"Iya, beneran. Sabar ya sayang. Sekalian kita besok berkunjung kerumah teman lama Papa sama Mama."
Putri mengangguk cepat. "Baik pa, Putri tunggu ya!"
"Iya sayang, jaga diri baik-baik ya."
"Oke bosku." sahut Putri, lalu mematikan sambungan teleponnya.
Sesampainya didepan supermarket, Putri buru-buru masuk dan langsung mengambil beberapa minuman dingin dan sebuah cup mie instan untuk mengganjal perutnya di malam hari.
Disisi lain, Yuda sedang mengambil jaketnya dan buru-buru berjalan keluar rumah.
"Kamu mau kemana, Nak?" tanya Angga pada anaknya itu.
"Yuda mau cari angin bentar, pa." sahutnya.
"Yaudah, tapi jangan malam-malam ya! Besok kamu harus sekolah."
Yuda tersenyum. "Baik pa." sahutnya sebelum ia berlalu pergi.
__ADS_1
****
Putri yang sudah membawa beberapa minumanan dingin dan cup mie instan didalam kantong plastik belanjaannya, memilih berjalan santai seorang diri. Merasa senang karena besok orangtuanya akan tinggal bersamanya.
Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, setelah segerombolan pemuda yang sedang mabuk tiba-tiba menghalangi jalannya.
"Wah, ada cewek cantik nih." ucap salah satu pemuda itu.
Seketika Putri jadi gugup, gemetar dan langsung memundurkan langkahnya. Saat berbalik ingin pergi. Tiba-tiba pemuda lainnya menghalangi jalannya hingga Putri berada ditengah mereka, dikelilingi oleh segerombolan pemuda mabuk dan terlihat jelas bahwa mereka tengah berniat jahat padanya.
Dengan berani, Putri menghantam salah satu pemuda tadi dengan bawaannya lalu mendorong tubuh pemuda itu dan langsung berlari kabur.
Tapi hal itu malah semakin membuat segerombolan pemuda itu jadi naik pitam, dan segera mengejar Putri yang lemah.
Disisi lain, Yuda berjalan sembari menenangkan pikirannya yang dirasa kacau, ia tidak ingin kali ini mengecewakan papanya lagi tapi ia sendiri sudah merasa sangat bingung. Begitu berat beban yang ia hadapi diusia muda.
Sebuah kebencian dari orang terkasih, begitu melekat dan membuatnya seakan menjadi trauma.
Sebuah teriakan terdengar begitu keras, membuat Yuda langsung berlari kearah suara. Dan jelas saja, Yuda menemukan segerombolan pemuda tengah memegang kedua tangan seorang gadis lemah dengan begitu eratnya. Dibarengi dengan gelak tawa mereka yang mengerikan nan menjijikkan.
Langsung saja Yuda memberikan sebuah tendangan pada salah satu pemuda yang memegangi tangan Putri dari belakang hingga pemuda itu jatuh tersungkur kedepan.
Sedangkan pemuda yang satunya, Yuda menggunakan kekuatan tinjunya untuk merobohkannya.
Dengan gemetar, Putri yang terbebas dari cengkraman mereka. Langsung berlindung dibalik tubuh Yuda untuk meminta pertolongan.
"Tolong aku!" pinta Putri sembari terisak.
Yuda menoleh sekilas. "Tenanglah! Gue akan nolong lo."
Kini segerombolan pemuda itu menatap bengis kepada Yuda, disana ada sekitar 5 orang yang dimana Yuda mampu untuk mengalahkannya.
__ADS_1
"Sialan! Lo berani-beraninya ganggu kesenangan kita."
"Cih, banyak bacot! Sini maju! Lawan Gue!" tantang Yuda dengan berani.
Tapi hendak, segerombolan pemuda itu ingin menyerang Yuda. tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi sedang berpatroli.
Sontak saja segerombolan pemuda itu memilih kabur daripada berhadapan dengan pihak yang berwajib. "Awas lo! Besok kita ketemu lagi." ancamnya.
Yuda hanya membalas dengan senyum menyeringai, menganggap ancaman itu bukanlah suatu masalah.
"Hikks Hikks." tiba-tiba saja terdengar suara tangis keluar dari mulut Putri.
Yuda berbalik, menoleh pada gadis itu. "Udah, tenang aja! Mereka udah pergi kok. Gue jamin, besok mereka gak bakal gangguin lo lagi kok."
Putri menunduk, menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya. "Aku.. Aku takut, gimana kalo tadi kakak gak ada buat nolongin Putri."
"Oh, jadi nama lo Putri." Yuda melepaskan jaket miliknya, memberikan pada gadis itu. "Yang penting sekarang adalah lo gak kenapa-kenapa. Udah jangan cengeng! Yuk gue anterin lo pulang."
Putri mengangguk, menghapus airmatanya. Merekapun berjalan berdampingan dan sampailah didepan rumah Putri yang tak jauh dari lokasi kejadian tadi.
"Terimakasih kak." ucap Putri pada Yuda.
"Sama-sama. Lainkali jangan keluar malem-malem sendirian! Langsung masuk sana!" ucap Yuda menepuk bahu Putri, lalu berbalik dan pergi begitu saja.
Sedangkan Putri menatap lamat-lamat wajah pemuda itu, ia ingat betul bahwa pemuda itu adalah teman sekelasnya bernama Yuda. Karena mengingat hal itu, sampai-sampai ia lupa memberikan jaketnya kembali.
"Aku akan berterimakasih padanya besok." ucap Putri sumringah, berjalan memasuki rumah.
****
TOLONG DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE, KOMEN DAN POIN YA :*
__ADS_1
POIN BANYAKIN DONG!! Biar Author semangat buat ngasih kalian crazy UP dan Update :*