
Seperti biasa, di jam istirahat Putri buru-buru keluar dan langsung berlari menuju kantin untuk mengisi perutnya yang lapar.
Bukan karena dia anak yang doyan makan, tetapi semenjak dia pindah ke kota ini seorang diri, dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri bahkan hanya untuk sarapan saja. Jadi wajar ketika Bel istirahat, Putri buru-buru pergi ke kantin.
Saat Putri tengah duduk santai, menyantap makanannya, tiba-tiba trio wanita perusuh itu datang.
"Heh!" bentak Desi sembari menggebrak meja. "Udah berapa kali gue bilang, meja ini milik gue, jadi lo angkat kaki sana!" perintahnya dengan kedua teman setianya itu.
"Ta...tapi kak, ini kan milik umum." sahut Putri gugup. "Kakak kemarin kan di meja sebelah, bukan disini."
"Mau ngelawan lo, hah?" bentaknya. "Terserah gue lah, mau gue duduk dimana. Minggir lo!"
Dengan enggan, Putripun beranjak berdiri dari duduknya tapi seketika Rian datang dan langsung memegang pundak Putri untuk menahannya berdiri dan kembali duduk di tempat semula. "Kakak." gumam Putri, menoleh.
"Udah lama nunggu, ya?" tanya Rian, tersenyum kepada Putri seolah-olah mereka akrab.
Putri hanya bisa menunduk, ia bingung atas pertanyaan Rian tapi ia dapat mengerti maksudnya kemudian. "Enggak kok kak, Putri baru aja disini."
"Kamu sih tadi buru-buru ke kantin duluan ninggalin aku." ucap Rian, memanja.
"Ah, ma... maaf." sahut Putri sebisanya.
Desi yang mendengar dan melihat itu hanya bisa menahan kesal. "Kok kalian saling kenal, sih?"
Rian duduk, mendongak. "Kita ini temen dan sebaiknya jangan ganggu temen gue lagi ya, Des?" pinta Rian, memberikan senyum lebarnya.
"Tapi Rian." melangkah mendekati Rian, dan memegang lengannya. "Lebih bagus kalo kita makan berdua aja, gimana?" rayunya.
Rian menggapai tangan milik Desi yang melingkar dilengannya, lalu melepasnya. "Maaf ya, sebaiknya kalian cari meja lain aja!Gue masih ada urusan sama Putri." tolaknya.
"Hm, gak bisa gitu dong Rian. aku kan maunya kita makan berdua aja." rengeknya, memaksa.
Tapi seketika Yuda datang dari belakang, mendehem pada mereka bertiga. "Ekhem."
__ADS_1
Sontak mereka bertiga menoleh dan kaget, siapa yang tak kenal Yuda.
"Buruan cari meja lain! Ngapain masih disini?!" ucap Yuda dengan tatapan tajam sembari mengeram, membuat mereka ciut seketika dan langsung memundurkan tubuhnya dan memilih duduk di meja lain.
"Huh nyebelin." dengus Desi sebal.
Tapi mau tak mau, ia harus menyerah duduk ditempat lain.
Yuda pun ikut duduk bersama disebelah Rian dan berhadapan dengan Putri yang tengah tersenyum malu, tak berani menatapnya langsung.
"Lo mau pesen, apa?" tanya Rian pada Yuda.
"Pesen mie bakso aja sm lemon tea." sahut Yuda.
"Oke!" lalu Rian membentangkan tangannya keatas. "Pesen mie bakso dua sama lemon tea dua, bik."
"Oke den." sahut ibu kantin, yang tak jauh dari tempat duduknya.
Dengan gugup, Putri memberanikan diri untuk mengeluarkan suara. "Terimakasih atas bantuannya, kak." ucap Putri pada kedua pemuda yang duduk di depannya itu.
"Rian bener, lo harus bisa lawan! Cewek-cewek kayak mereka bakal takut kalo lo lawan balik. Percaya deh sama kita." sahut Yuda, meyakinkan.
Putri mengangguk kecil. "Iya kak, Putri cuma gak ingin punya masalah aja kok."
Yuda menepuk bahu Putri. "Bagus! Bagus! Setidaknya, lain kali lo gak boleh ditindas lagi. Oke?"
"Oke." sahut Putri bersamaan dengan anggukan dan tersenyum penuh arti pada Yuda.
Rian yang melihat sekilas senyuman Putri lantas merasa curiga, sepertinya cewek ini naksir Yuda. Begitu pikirnya.
"Gak usah senyum-senyum dulu, tepatin janji lo buat traktir gue." ucap Rian dingin.
"Putri kan gak pernah ngomong gitu, jadi kakak bayar makanan kakak sendiri ya." sahut Putri beranjak. "Makasih sekali lagi kak." ucapnya lalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Rian menganga mendengar jawaban telak Putri, menatap gadis itu dengan wajah melongo.
Yuda hanya bisa tertawa melihatnya, juga melihat ekspresi Rian yang tak percaya.
"Sial! Langsung di praktekin ke gue." gumam Rian kesal. "Setan."
****
"Nanti pulang sekolah jadi main kerumah?" tanya Rian, sembari berjalan kembali ke kelas.
Yuda mengangguk. "Jadi, gue udah ijin ke bokap gue kalo nanti gue bakal main kerumah lo."
"Oh oke, kita PS-an dirumah nanti."
"Gue sih, sukanya makanan." sahut Yuda seraya bercanda.
Sontak Rian tertawa. "Lo tenang aja! Nyokap gue pinter masak, masakannya nomor satu. Lo pasti suka."
"Beneran?"
"Iya, serius."
Yuda mengalungkan lengannya dileher temannya itu, Rianpun demikian. "Asik, bakal betah nih nanti. Jangan bosen kalo gue bakal sering maen kerumah lo dan ngerebut Nyokap lo ya!"
"Ha ha mana bisa, gue tuh anak yang paling disayangnya. Satu-satunya juga."
"Ya ya, gue percaya." sahutnya enteng. "Liat aja ntar."
"Ha ha sial, lo ya!" umpat Rian dan Yuda jadi tertawa karena berhasil membuat temannya jadi kesal.
****
MOHON JANGAN LUPA DUKUNGAN TULUS DARI KALIAN!
__ADS_1
Kamsamida :*