SELINGKUH

SELINGKUH
Robi dan Lila


__ADS_3

Robi dalam perjalanan bersama Lila, ia mengantarkan Lila ke rumah ibunya. Lila mual bahkan muntah di perjalanan. Mereka singgah beberapa kali, Robi sangat khawatir.


Lila merasa lemas sekali, Robi memintanya bersabar dan banyak banyak minum. Tapi bahkan air putih saja bisa membuatnya muntah.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka tiba. Ibu Lila terlihat kebingungan dengan mobil yang berhenti di depan rumahnya. Ia terkejut saat Robi keluar lalu ke sisi lainnya membuka pintu dan menggendong Lila. Robi membopongnya masuk ke rumah setelah tersenyum sekali pada ibu.


" Kenapa dia?",


" Dia mual dan muntah sepanjang perjalanan",


" Angkat ke kamar saja, Ibu akan ambilkan air hangat",


" baik bu",


Robi pun mengangkat Lila ke kamar dan meletakkannya di kasur. Lila menatap wajah Robi sedari tadi, jantungnya terus berdebar debar. Harum aroma tubuh Robi yang maskulin membuat Lila tidak ingin melepas pelukannya di leher robi.


Harum sekali.


Robi keluar dari kamar dan duduk di ruang tamu. Ia memainkan ponselnya, ada beberapa chat dari Zaky dan ibunya. Ibu Lila menghampiri Robi setelah mengantarkan air hangat ke dalam.


" Nak..",


" Eh iya bu", Robi menyimpan ponselnya di saku.


" Ibu minta maaf..",


" Ada apa bu?",


" Kembalilah pada keluargamu nak, biar ibu yang mengurus Lila, biar ibu yang membesarkan anak itu. Kau jangan menemui Lila lagi. Huhu... dia begitu karena ayahnya. Dia dendam pada ayahnya. Ibu tidak akan membiarkan Ia menghancurkan pernikahanmu",


Robi tersenyum. Tapi dia membiarkan ibu Lila menggenggam tangannya sambil menangis. Ia memeluk wanita tua itu, Ia jadi teringat mamanya di rumah.


" Bu, aku bukan pria yang kau maksud. Pria itu bos ku. Ia tidak akan meninggalkan keluarganya juga. jadi ibu tidak perlu khawatir. Lila bukan hamil anaknya. Ia di perkosa bu.",


" Apa? Huhuuu..."


" Apa ibu mengenal benny?"


" Tidak",


" Entahlah, aku melihat ia menelepon Lila, mungkin saja mereka punya hubungan.",


" Aku tidak tahu nak, kasihan sekali anakku.. huhuhu...:


" Sudahlah, Lila sekarang di sini, Ia juga tidak merusak pernikahan orang lain, jadi aku mohon jangan memarahinya, hidupnya sudah cukup sulit akhir akhir ini. Terimalah dia bu",


Setitik airmata jatuh dari mata Lila yang mengintip dari pintu kamar.


Kenapa kau baik sekali padaku? padahal, kau tahu betapa jahatnya aku..


"Iya baiklah". Ibu Lila mengusap air matanya dan melepaskan diri dari pelukan Robi. Robi mengusap usap punggung wanita tua itu.


" Jadi kau siapa nak? kau baik sekali mengantarkan Lila sampai kesini.",


" Aku Robi, atasannya Lila di kantor".


Ibu Lila membulatkan bibirnya.


" apa kau sudah menikah?",


" sudah",

__ADS_1


"istrimu pasti beruntung sekali.


Tidak juga bu, malah Ia sial sekali sampai harus bercerai.


Robi tersenyum.


" Pergilah beristirahat di kamar tamu. Kau pasti lelah berkendara. Ayo ibu antarkan".


Ibu Lila bangkit, robi ikut bangkit lalu mereka tiba di sebuah kamar. Ibu Lila membiarkan Robi beristirahat sejenak, sementara Ia menemani putrinya.


---


Zaky dan Tia baru saja selesai makan siang, mereka bercakap cakap di meja makan.


"sepertinya aku harus selalu siap untuk menerima kejutan setiap harinya, dia bisa saja datang dan mengacaukan kita lagi", kata Tia dengan wajah cemberut.


"Robi sudah mengurusnya, kau bisa tenang sekarang",


" dulu juga begitu, tapi kemudian dia muncul lagi",


" tidak, kali ini tidak lagi. Robi bilang aku akan melaporkannya ke polisi, dia pulang ke rumah ibunya, mungkin hingga melahirkan".


Tia diam sejenak.


Syukurlah, mudah mudahan Lila tidak kembali lagi. Aku harap dia bisa hidup dengan tenang bersama ibu dan bayinya. Kami juga bisa tenang. Semoga saja.


Zaky melirik Tia.


" Kau memikirkan apa?",


" Tidak apa apa",


" Akhir pekan apa mau menemaniku Latihan offroad?"


" Aku juga maunya begitu, berdua denganmu saja, seperti dulu",


" Iya, mungkin setelah selama ini aku terlalu fokus pada anak anak, kita butuh waktu berdua sebagai pasangan",


Zaky tersenyum.


Kalau saja sejak dulu kami menyadari betapa pentingnya quality time berdua, mungkin masalah kemarin tidak sampai terjadi.


---


Robi selesai melepas lelah. Sudah sejam lebih dia tertidur. Ibu Lila mengajaknya makan, Robi pun makan, sementara Lila tidak berselera. Selesai makan Ia menhampiri Lila di kamarnya.


" Aku akan pulang",


" Iya, terima kasih sudah mengantarkan aku."


Robi duduk di pinggir ranjang berhadapan dengan Lila. Ia mengusap kepala Lila.


" Jaga dirimu, jaga bayimu juga, ingat, jangan mencari masalah lagi",


Lila tersenyum kecut. Robi lalu mengusap perut Lila. Entah kenapa Ia ingin sekali melakukannya. Lila terkejut.


"Dan kau bayi, baik baiklah pada ibumu, jangan membuatnya kesusahan seperti ini",


Tiba tiba saja muncul perasaan aneh di hati Lila. Ia menahan tangan Robi di atas perutnya. Robi terkesiap. Mereka saling menatap. Entah bagaimana wajah mereka saling mendekat. Bahkan Lila merasakan hembusan nafas Robi menerpa wajahnya. Jarak diantara mereka hanya tinggal beberapa centi saja. Lila meremas tangan Robi dan menutup matanya.


Cup. sebuah kecupan, di dahinya. Ia merasakan tangan Robi di pipinya. Ketika Ia membuka mata, Robi tersenyum.

__ADS_1


" Kau ini, apa mau menggodaku?", Robi tertawa, Sedangkan Lila meruncingkan bibirnya, kecewa, Ia pikir Robi akan menciumnya.


" Istirahatlah". Robi bangkit berdiri, Lila menarik tangannya.


" Apa kau akan kembali?"


Kenapa aku bertanya? Tapi aku ingin bertemu dengannya lagi.


"Entahlah, aku tidak yakin, aku tidak punya alasan untuk kembali".


Lila terdiam Lalu melepas tangan Robi.


Mengapa aku jadi sedih.


Ibu Lila masuk.


" Aku akan pulang bu",


" Baiklah, mari ibu antarkan ke depan", Ibu Lila beranjak keluar. Robi menatap Lila sekali lagi. Ia mengusap kepala Lila lalu tersenyum. Ia mengangkat tangannya, melambai sekali lalu keluar. Lila menatap punggung Robi yang menjauh, terbesit kesedihan yang ia sendiri tidak tahu kenapa.


Mungkin karena aku hamil. Jadi terbawa perasaan begini.


---


Robi menyetir mobilnya, satu sikunya bertumpu di jendela mobil, Ia mengusap dahinya, Lalu tersenyum.


Lila Lila Lila. Kenapa aku selalu memikirkanmu. Apa aku suka padamu? Bagaimana bisa? Kau selalu merepotkan aku. mencintai wanita sepertimu, Wanita yang sedang hamil anak pria lain, wanita yang jelas mencintai pria lainnya, Oh.. Aku pasti sudah gila. Aku bahkan belum bercerai, bukannya memikirkan sabrina, malah memikirkanmu.. aku..pasti sudah tidak waras.


Robi tertawa, menertawakan diri sendiri.


---


Zaky melayang di udara dengan trailnya. Setelah beberapa putaran Ia berhenti. Ia memarkir trailnya dan berjalan ke pinggir track, bidadarinya menunggunya di sana.


Tia memberikan botol air mineral, Zaky meminumnya, sisanya di siram ke kepalanya yang gerah. Tia tersenyum Lalu mengelap wajah Zaky. Zaky memgecup bibir Tia.


" Heh, apa kau tidak malu? orang orang melihat kita".


"Aku malah bangga istriku yang cantik berdiri di sini menungguku, panas panas begini, aku senang sekali kau di sini",


Tia tersenyum, mengelap sisi wajah Zaky yang terkena lumpur. Zaky memandanginya, Lalu mengecup dahi istrinya, sekali, dua kali, tiga kali dan mereka tertawa bersama. Seperti dua orang yang sedang jatuh cinta, mereka terus saja bermesraan.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2