SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Boleh kan?


__ADS_3

Kini ia sudah mengikuti mobil Desi ketika keluar dari gerbang rumahnya.


"Dia mau kemana, ya?" gumamnya heran, ketika laju mobil keluar dari pusat kota dan menuju pedesaan.


Mobil Rian melaju dengan pelan dan penuh kehati-hatian agar tidak ketahuan, tapi sayangnya mereka kehilangan jejak ketika mobil Desi belok arah dan tidak tahu lajunya kemana.


"Kita kehilangan jejak Den." ucap sang Supir memberitahu.


Rian jadi mengacak rambutnya frustasi. "Argh! Desi mau kemana sih sebenarnya." gumamnya bingung, pasalnya mereka telah sampai pada daerah pedesaan. "Coba kita keliling pak! Dia pasti ada didaerah sini."


"Baik Den."


merekapun melajukan kendaraannya, mengitari sudut pedesaaan, yang dimana terdapat hamparan sawah luas, daunnya yang hijau kokoh dan ada pula yang telah menguning dan siap akan dipanen.


Rian membuka jendela kaca mobilnya, mencoba menghirup udara segar yang jauh dari polusi tidak seperti pusat kota.


Dedaunan yang hijau dapat menyejukkan mata di pagi hari, membuat Rian menjadi terhibur sendiri.


"Kayaknya itu mobil yang kita ikutin tadi, Den."


Rian menoleh, melihat dengan lamat mobil tersebut dan mengingat platnya. "Iya bener pak." sahutnya kemudian. "Berhenti didepan pak, biar saya masuk sendiri kedalam."


"Baik Den."


Mobilpun segera menepi dan Rian langsung beranjak turun dari mobil.


Ia berjalan pelan, masih dengan rasa heran serta tak percaya.

__ADS_1


Saat ia memasuki gerbang, ia langsung menemukan gadis yang tengah ia curigai itu sedang bermain dengan anak-anak kecil nan menggemaskan yang begitu akrab dan mengelilinginya.


Bahkan matanya pun tak ingin berkedip dan mengalihkan pandangannya, kalau saja seseorang tidak datang dan menghampirinya.


"Maaf Nak, Sedang mencari siapa ya? Dan ada perlu apa ya datang kemari?" tanya wanita paruh baya, yang tak lain pemilik panti.


Rian menoleh, sedikit tertegun. "Ah, Saya kemari untuk menemui teman saya." sahutnya, menoleh lagi pada Desi yang tengah tertawa bahagia.


"Oh Nak Desi." tebaknya dan Rian mengangguk.


"Apa Desi sering kemari, Bu?" tanya Rian masih dengan rasa penasarannya.


Wanita itu tersenyum, pun juga memandangi Desi dengan berbinar. "Iya Nak, ketika hari libur Nak Desi sering datang kemari. Dia selalu menyempatkan dirinya untuk datang, menghibur anak-anak dipanti bahkan tidak sedikit dia telah memberikan bantuan pada kami." sahutnya penuh syukur. "Jarang sekali anak muda sepertinya, bahkan anak-anak sangat menyayanginya. Dia sungguh gadis yang sangat baik."


Rian jadi tersenyum. "Ya, sangat baik. Bahkan sayapun tak percaya." ucapnya menatap gadis itu penuh kagum.


Rian duduk sambil menatap kearah Desi, dan ulasan senyum tak luput dari bibirnya.


Bagaimana bisa aku sebuta ini? Bahkan aku tidak menyadarinya dia gadis seperti apa.


Dibalik keceriaannya dan suka sekali membuat orang-orang kesal padanya, ternyata aku telah melihat sesosok malaikat didalam dirinya.


Bagaimana aku sebodoh ini telah mencurigai?


Rian jadi menggelengkan kepala, dan terkekeh sendiri, sebelum kemudian menatap gadis itu kembali.


Aku menyukai senyum dan lesung pipinya.

__ADS_1


Aku menyukali gelak tawanya.


Aku menyukai keceriaannya.


Aku menyukai dirinya memperhatikanku.


Aku menyukai dirinya peduli padaku.


Aku menyukai semua yang dia lakukan padaku.


Semua yang ada padanya, aku menyukainya.


Bukankah Tuhan sendiri yang memberi perasaan ini? Tuhan tidak akan pernah salah kan?


Jika benar begini...


Boleh, kan? Boleh kan aku mencintainya? Memberikan hatiku seutuhnya padanya? Aku tidak salah kan? Aku juga berhak mendapatkan cinta dan kebahagiaan, bukan?


Desi menoleh pada pemuda yang tengah duduk dan menatapnya dengan senyum. "Loh, Rian." gumamnya. "Hai Bebeb." sapanya, berlari pelan ke arah pemuda itu.


Des, boleh kan aku mencintaimu?


****


Tenanglah! Cinta yang panjang selalu erat dengan kisah yang rumit dan juga menyebalkan :)


Ditunggu Episode selanjutnya :* Xie-Xie

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan POIN, LIKE DAN KOMEN. Biar banyak yang baca Novel Author jadi diri ini tambah semangat meskipun lagi galau wkwk


__ADS_2