
Beberapa hari berlalu sejak kejadian di yayasan, dan Lila tidak pernah terlihat lagi. Namun kepergiannya tetap saja menyisakan tanda tanya bagi Tia dan Zaky, apakah Ia akan kembali lagi. Semoga saja tidak.
Tia baru saja menidurkan nami. Ia meletakkannya perlahan lalu menyelimutinya.
Tia menatap Zaky yang rebahan di kasur, asyik dengan ponselnya. Ia pun lompat ke kasur dan menghampirinya. Zaky menyimpan ponsel kemudian menarik Tia dalam pelukannya.
" Aku sedang datang bulan, tahu?"
" Iya aku tahu"
" Sayang, apa menurutmu ini sudah berakhir?"
" Apanya?"
" Lila.."
" Aku tidak ingin membicarakan itu" Zaky mengusap rambut istrinya. Tia sendiri sibuk menarik garis dengan telunjuknya di dada Zaky, entah menggambar apa.
" Aku tidak ingin kau bertemu dengannya lagi ya"
" Aku juga tidak mau. Aku sudah lelah dengan semua ini"
" pokoknya kau harus berjanji jangan pernah mendekatinya lagi, kalau kau bermain api aku juga bisa!" bibirnya merucing, protes pada suaminya.
Zaky tergelak," kau akan bermain api? aku penasaran sekali.
" jangan meledekku, nanti kau akan menyesal sayang. Orang yang setia seperti aku ini akan tega sekali kalau berselingkuh," mendengar itu Zaky malah tertawa. Tia kesal dan menepuk dada Zaky, Ia berhenti tertawa.
" Kau jangan coba coba ya, aku akan membunuh pria itu jika berani menyentuhmu," ia mengecup dahi istrinya.
" karena itu berjanjilah,"
" baik, aku tidak akan menemui Lila lagi,"
" oia sayang, kau ingat besok hari apa?"
"senin," tia mengangkat wajahnya dan menatap zaky tajam.
" apa?"
" bisa bisanya kau lupa lagi, lagi dan lagi"
apa? memang besok hari apa? hari apa yang aku selalu lupa, astaga!
" oh, tentu saja kali ini aku ingat"
" apa? hari apa?"
" ulang tahun pernikahan benarkan? yang ke delapan"
" salah, sembilan!"
" ok baiklah, sembilan. kau mau kado apa"
" aku ingin semua yang kau belikan untuk Lila"
" kau ini, apartemenmu lebih bagus dari milik Lila, bahkan aku memberikan mu rumah, mobilmu juga jauh lebih mahal dari mobilnya, mengapa cemburu sekali"
" tentu saja aku cemburu. apa kau tidak cemburu jika aku memasak untuk pria lain?"
" hey, jangan pernah! kecuali papa, adikmu dan pak pandi, yang lain tidak boleh!"
" makanya, kau mengertikan?"
"iya, jadi aku harus membelikan apartemen dan mobil seperti Lila?"
" tidak jadi, aku mau makan malam saja"
" di rumah kan, masakanmu lebih enak"
__ADS_1
" tidak mau, aku mau makan malam romantis di restoran bintang lima"
" itu mudah sekali, aku akan menutup restorannya untuk umum nanti malam"
" tidak, kau ini! aku suka melihat orang orang"
" aneh sekali"
" pokoknya nanti malam ya?"
" Iya, besok aku akan keluar kota untuk menemui investor, aku akan kembali di sore hari ya"
"baiklah"
" ya sudah, sekarang tidurlah" Zaky memeluk tia dan menutup matanya.
---
Zaky tiba di tempat pertemuan dengan kliennya, sebuah hotel di luar kota, Ia pergi bersama Robi. Pertemuan itu berlangsung selama beberapa jam dan di lanjutkan setelah makan siang nanti. Hanya tinggal membuat kesepakatan.
Mereka makan siang terpisah, Zaky dan Robi makan bersama. Robi permisi sebentar ke toilet sementara Zaky ke area kolam renang hotel, mencari udara segar. Dari kejauhan Ia melihat sosok yang ia kenal.
Oh Tuhan. Dia lagi. Bahkan ia mengikutiku sampai keluar kota. aku sudah tenang beberapa hari ini.
Wanita itu menghampirinya. Zaky tertegun seperti tidak percaya. Lila tersenyum.
"pergilah. aku tidak ingin bicara denganmu"
" aku sadar kau tidak bisa mencintaiku"
" lalu untuk apa kesini?"
" jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka tidak boleh ada seorang pun yang memilikimu!"
Zaky tergelak, anehnya Lila masih saja tersenyum. Tiba tiba Lila menjentikkan jarinya. Zaky heran. seketika Lila menahan wajah Zaky dan mencium bibirnya. Zaky yang baru sadar menolak tubuh Lila dengan keras.
"apa apaan ini? beraninya kau!"
Apa itu tadi? kalau saja dia tidak hamil! huh!
Lila berbalik dan pergi begitu saja. Zaky mengeryitkan alisnya. seseorang mengambil foto itu dari jauh. tepat saat Lila menjentikkan jarinya. Dan ia mendapat bayaran yang setimpal untuk itu.
---
Tia membereskan mainan, anak anak sudah tidur siang. Ia tidak ingin meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan, karena nanti malam akan pergi bersama Zaky, makan malam Anniversary ke 9. Ia senang sekali karena keadaan sudah normal kembali, tidak ada lagi drama. Apalagi, tadi malam Zaky sudah berjanji untuk tidak akan menemui Lila lagi.
Ponsel berdering, sebuat chat membuat Tia tercekat. Nama wanita yang paling di bencinya. Ia mengirim sebuah foto, belum jelas, masih diunduh. isi chatnya membuat jantung Tia seperti meledak.
tebak apa yang aku lakukan dengan suamimu?
Tangan Tia gemetar. Foto yang buram tadi menjadi jelas.
Oh Tuhan.
Tia menutup mulutnya melihat foto Zaky sedang berciuman dengan Lila, Zaky memengang tangan Lila dan Lila memegang pipi Zaky. Foto itu berlatar belakang kolam renang dan hotel.
Tia merasa pusing, mendadak seperti kekurangan oksigen. Tia duduk bersimpuh di lantai kamar bermain. Jantungnya berdegub kencang.
Kau membohongi aku lagi, padahal kau sudah berjanji. mengapa di hari ulang tahun pernikahanku?
Tia tidak bisa berpikir jernih, selain cemburu mungkin saja ia di pengaruhi hormon karena sedang menstruasi. Melihat foto itu hatinya terbakar. Rasanya kali ini Ia benar benar kecewa dan marah.
---
Zaky duduk di pinggir kolam sambil menunggu panggilan dari kliennya. Robi entah kemana. Ponselnya berdering, panggilan dari istrinya. Ia tersenyum senang.
" halo sayang, baru sebentar sudah merindukanku?"
"kau masih bisa bicara seperti itu?"
__ADS_1
" kau kenapa? suaramu kesal begitu, apa karena datang bulan?"
"kau mencium lila? sekarang apa, berdua di kamar? mengobrol dengannya? atau melakukan yang lainnya?"
" apa maksudmu sayang?"
"kau tidak mau mengaku? lihat saja di poselmu!"
Zaky yang belum mengerti lalu melihat ponselnya dan terpekik.Itu foto saat Lila mendadak menciumnya tadi.
Astaga, bagaimana mungkin! jadi ini tujuannya!
" tia, sayang, dengarkan aku, ini tidak seperti yang kau pikirkan, dia.."
" kau yang dengarkan aku, kau sudah berjanji semalam lalu berbohong, kau bisa dekat dengan wanita lain? aku juga bisa! dan kalau kau tidur dengan wanita itu? aku juga bisa! aku akan pergi menemui farel!"
"kau sudah gila, jangan coba lakukan itu!"
" aku akan tidur dengannya!"
" aku akan membunuhnya! sedikit saja menyentuhmu, aku akan membunuhnya!"
" saat kau kembali, aku sudah selesai. kita selesai. rayakan saja anniversary sendiri!"
Tia menutup telponnya.
Dia mengancamku? Apa dia tidak tau kalau aku benar benar akan membunuh pria yang menyentuhnya! Anniversary? dia pasti sangat marah karena melihat foto itu tepat hari ini. Aku harus kembali sebelum dia nekat.
Dari jauh Robi berlari memanggilnya.
" Bos!!"
"Robi!!"
Robi terengah engah.
" gawat bos"
" iya, gawat sekali!"
" istrimu-"
"iya istriku dia akan pergi-"
" menemui farel bos!"
" aku tahu"
" dia minta menginap di apartemennya! "
" apaa? jadi dia serius?"
" katanya kalian akan berpisah! apa yang terjadi bos?"
" itu tidak boleh terjadi. aku akan ceritakan nanti. pesan tiket pesawat!"
"apa? kau mau pulang? bagaimana dengan pertemuan ini?"
" batalkan!"
" kau gila? investasinya ratusan milyar!"
" istriku lebih berharga! cepat pesan tiket pesawat!"
Robi meski ragu segera mengutak katik ponselnya, memesan tiket pesawat.
Kau akan menyesal bos. dan aku pasti sudah gila karena menurutimu. mengapa tiba tiba jadi begini? ada apa hah?
---
__ADS_1
Tunjukkan cintamu ❤❤❤
Dukung penulis dengan like, comment, vote, rate dan jadikan salah satu novel favorite ya 😊