SELINGKUH

SELINGKUH
Titik Terang


__ADS_3

Sore hari setelah pertemuan dengan Benny tadi pagi, Zaky pergi ke klinik dr. Vanny spesialis obgyn, yang merupakan tempat Ia biasa mengantar Tia memeriksakan kandungan. Ia ingin mengetahui mengapa Tia harus menginap di sana malam itu. Apa ada hubungannya dengan obgyn atau hanya memeriksakan luka saja dan menginap, karena tidak ingin orang di rumah khawatir. Batin Zaky bertanya tanya sepanjang perjalanan.


Tiba di sana, Zaky menemui bagian resepsionis dan memberitahu maksud kedatangannya, namun sayangnya Ia tidak dapat berjumpa dengan dokter Vanny untuk sementara waktu.


" Maaf pak, tapi dokter Vanny sedang diluar negeri, membawa ibundanya untuk operasi kanker tiroid. Mungkin akan pulang beberapa hari pasca operasi. Silahkan kembali satu minggu lagi."


Zaky harus kecewa karena Ia gagal menemukan jawaban tentang apa yang terjadi hari itu. Ia pulang dengan tangan kosong.


Besok pagi aku akan pergi ke yayasan. Kata mereka Tia ijin pamit ke Yayasan hari itu sebelum akhirnya meminta Pak Pandi menjemputnya di apartemen Benny. Mungkin ada petunjuk tentang apa yang membawanya sampai pergi mengunjungi Benny ke Apartemennya.


---


Malam yang sunyi, semua anggota keluarga sudah terlelap dalam tidurnya. Tia masih terbaring di ranjang menatap langit langit kamarnya memikirkan banyak hal. Zaky yang sejak tadi di ruang kerjanya mengerjakan beberapa urusan kantor, kembali ke kamar. Ia melihat Tia yang melamun. Keisengannya pun muncul.


" Terus saja memikirkan pecundang itu, kau cemburu pada istrinya ya? sampai tidak bisa tidur."


Tia langsung menoleh ke Zaky dengan wajah bersungut sungut. Zaky ingin tergelak tapi menahan diri. Ia berdiri di samping ranjang, menatap Tia seperti menunggu responnya.


" Aku tidak perlu cemburu. Aku lebih baik darinya dalam segala hal!"


" Kau merasa lebih pantas untuk Benny daripada dia?" tanya Zaky sengaja menggoda.


Tentu saja bukan pantas untuknya. Ih!


"Untuk siapapun." kata Tia.


Zaky tergelak. Ia mengelilingi ranjang. Kedua tangannya di saku celana. Tia risih sekali dengan sikap Zaky, tapi dia bisa apa?


" Aku jadi ingin punya simpanan, agar bisa membandingkanmu, apa benar kau lebih baik?"


" Apa!!"


" Apa aku harus selingkuh sekarang? maksudku, dulu dengan Lila kan tidak ada apa apanya."


Sontak Tia terbelalak mendengar perkataan Zaky. Ia langsung duduk lalu memelototi Zaky.


" Apa apanya?" Tia bersidekap.


Zaky menaikkan kakinya sebelah ke ranjang.


" Iya, apa apanya. Kau melakukan apa? aku juga jadi ingin melakukannya. Mungkin aku juga butuh suasana baru sepertimu. Hidup kadang membosankan kan?"


Hehehe. Alasan perselingkuhan palsumu itu kan karena kau bosan padaku kemarin.


Air muka Tia berubah. Tidak peduli sedang berbohong, tapi Tia benar benar marah mendengar perkataan Zaky itu hingga Ia menendang Kaki Zaky di ranjang.


Buk! Zaky tersengkur di ranjang. Tia puas.


" Hey! Kau menendangku! Kenapa hah?"


" Kau mau tidur dengan wanita lain!"


" Kau kan sudah tidur dengan pria lain! Aku berhak-"

__ADS_1


" Tidak boleh!" Tia memukul Zaky dengan guling. Zaky mengelak, Tia terus memukulnya. Mereka bergulat hingga akhirnya Tia terkunci di bawah tubuh Zaky. Mereka saling berpandangan.


Ya Tuhan, aku sangat merindukan Zaky. Aku ingin sekali memeluknya. Aroma tubuhnya yang maskulin.


Jantung tia berdebar debar. Zaky sendiri tidak tahan lagi. Ini kesempatan yang tepat baginya, Ia sangat merindukan Tia juga. Tapi situasi kemarin memaksa mereka menjaga jarak. Dan di saat seperti ini, posisi seperti ini, Zaky mendaratkan bibirnya di bibir Tia. Namun tiba tiba.


" Mamaaaaa... Maaa... Zoya mimpi buruk ma." Dan seluruh hasrat kembali terkungkung, Luapan emosi seketika ambyar.


---


Pagi harinya Tia memakaikan dasi Zaky. Meskipun semalam hampir saja bermesraan nyatanya kedua orang itu mulai bersikap dingin lagi di pagi harinya.


" Kau tidak keluar?"


" Tidak, memangnya aku mau kemana?"


" Menemui pecundang itu barangkali."


Tia mendengus sebal. Ia mengetatkan dasi Zaky.


Srett!


" Ughh.. Kau mencekikku."


Tia tersenyum lalu melonggarkan kembali dasi Zaky. Merapikannya.


" Mungkin kau ingin ke Yayasan. Aku punya banyak waktu hari ini, kalau kau mau aku bisa menemanimu."


" Aku mau!" Mata Tia berbinar binar. Zaky jadi gemas.


" Apapun. Aku ingin sekali kesana."


" Peluk aku dulu." Alasan Zaky, sumpah demi apapun Ia sangat rindu memeluk istrinya.


Tia dengan cepat memeluk Zaky, erat sekali. Memang Tia ingin sekali memeluknya, dia tidak menyia nyiakan kesempatan ini. Agak Lama mereka saling melepaskan diri.


" Sekarang cium."


" Apa?"


" Cium. Ayolah! Kau sudah menci-"


Cup! Tia memotong Zaky dengan sebuah kecupan di pipinya.


" Heh, memangnya aku anak anak? Cium aku di sini!" kata Zaky menunjuk bibirnya.


Dengan senang hati.


Tia memegang pipi Zaky dengan kedua tangannya. Ia mencium bibir Zaky. Zaky menghisap bibir Tia dengan nakal dan menggigit gemas bibir ranum itu. Tia menepuk bahu Zaky.


" Sakit!" Tia memegangi bibirnya.


" Hahaha. Yasudah, pergi bersiap siap. Aku akan sarapan dan menunggu di bawah.

__ADS_1


" Baiklah."


Sarapan Zaky terasa begitu nikmat seraya menonton konfrensi pers Mira istri Benny. Di depan awak media Ia mengaku telah menjebak Tia dan membuat foto palsu. Ia juga meminta maaf telah merusak nama baik Tia. Semua itu Ia lakukan karena cemburu pada suaminya. Mira terpaksa berbohong demi Benny. Lagi.


---


Tiba di Yayasan mereka di sambut hangat para pengelola. Bibi sania memeluk Tia erat. Ia juga mendengar kabar berita itu dari Eddy dan sedikit lega saat media membalikkan beritanya. Tia pergi bersama Bibi sania mengobrol dengan beberapa wanita yang juga bekerja di yayasan. Sementara Zaky bicara 4 mata dengan Eddy.


Dari Eddy, Zaky tahu bahwa alasan Tia pergi kesana hari itu adalah untuk mengambil cetak biru yang katanya sangat penting.


Benny telah menipunya untuk datang kesana. Lalu dia pasti menjebaknya saat Tia di sana. Tia pasti melawan, dan karena itulah dia terluka seperti kata Pak Pandi. Dia menginap di tempat Vanny agar anak anak tidak khawatir.


Zaky akhirnya menarik sebuah kesimpulan.


Setelah berbincang cukup lama, Tia dan Zaky pamit pergi. Kini mereka dalam perjalanan. Tia menatap Zaky sesekali dan beralih saat Zaky menoleh ke arahnya.


" Kenapa?"


" Kau, meskipun tahu aku berselingkuh, tapi tidak marah?"


" Siapa bilang aku tidak marah! Tapi aku lebih marah jika dia menyakitimu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, nanti bagaimana dengan anak anak."


" Jadi.. apa kau memaafkanku? penghianatanku?"


" Belum. Aku sedang berusaha." kata Zaky pura pura.


Tya mengangguk mengerti. Dia saja kecewa saat Zaky berselingkuh, apalagi Zaky, bahkan fotonya terpajang di media. Suami mana yang sanggup untuk tidak marah, pikirnya.


Ponsel Zaky berdering. Sebuah panggilan dari Arya. Setelah sedikit berbasa basi obrolan antar sahabat, Arya mengatakan tujuannya menelepon.


" Rencana Lokasi pembangunan resortmu, Benny juga mengincar lahan itu. Dan Ia berjanji untuk memberi kompensasi lebih dari yang akan di berikan perusahaanmu. Datanglah ke kantorku besok pagi. Kita harus membicarakannya." Kata Arya.


" Baik." Amarah Zaky muncul lagi.


Dia terus saja mengusikku. Dia sama sekali tidak jera. Aku akan memberinya pelajaran besok.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote

__ADS_1


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2