SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Acara Malam


__ADS_3

Karena hari sudah sore, tentu mereka harus pulang terlebih dahulu sebelum kemudian dimalam hari mereka kembali untuk menonton pertunjukan musik.


"Jangan lupa nanti kita pesta buat ngerayain keberhasilan stand kita!" ucap Desi pada Rian dan Yuda yang akan berpisah.


"Oke siap Bos!" sahut Yuda.


"Kalo lo gak bisa jemput calon pacar gue, biar gue aja yang jemput." ucapnya kemudian.


"Emang lo bisa bawak motor?" tanya Yuda, meremehkan.


Desi jadi tersenyum ciut. "He he gak bisa, aku jemput pake mobil dengan supirku. Gimana?"


"Kalo itu sih dia bisa dateng sendiri." sahut Yuda memutar bola matanya, jengah.


Desi jadi malu, lalu menoleh pada pemuda yang disukainya itu. "Tapi nanti malam kamu pasti dateng, kan?"


Rian mengangguk. "Dateng kok! Gue sama Yuda."


"Oke, kalo gitu aku tunggu ya!" ucapnya sebelum berbalik pergi. "Kita pamit pulang dulu!"


"Oke oke."


"Hati-hati dijalan sayang." teriak Desi kencang, melambaikan tangan sebelum ia memasuki mobilnya bersama kedua temannya, karena kebetulan Loli dan Mega akan menginap dirumahnya.


Mendengar teriakan kencang itu, Rian jadi malu. Ya jelas saja, banyak teman-teman mendengarnya karena suasana masih ramai.


"Astaga cewek itu." gumam Rian jadi malu.


****


Desi tinggal seorang diri karena kedua orangtuanya berada diluar negeri untuk mengurus bisnisnya, sebab itu kedua temannya selalu datang menginap untuk menemani temannya yang berada di dalam rumah besar sendirian.


Seperti biasa, para perempuan selalu memperhatikan penampilannya ketika akan menemui pujaan hatinya.


Sama halnya seperti Desi sekarang ini, dia heboh sendiri memilih baju yang akan dikenakannya nanti. "Gue harus dandan cantik, biar Rian kepincut sama gue." gumamnya girang sendiri.


"Acaranya kan masih nanti malam, kok udah heboh sekarang sih?" tanya Loli heran.


"Yaelah! Lo pake nanyak segala, namanya orang lagi kesemsem ya begitu." sahut Mega mendekat ke telinga Loli. "Jadi gila." bisiknya.


Sontak mereka berdua terkekeh geli, membuat Desi jadi mencurigai.


"Heh, kalian berdua lagi ngomongin aku ya?" tebaknya, menyipitkan mata.


"Enggak kok." sahut mereka langsung terdiam.

__ADS_1


Desi duduk diantara mereka berdua. "Ngaku aja hah!" memeluk leher kedua temannya itu bersamaan.


"Ha ha ampun! Ampun!" ucap mereka berdua. "Bercanda doang."


"Jangan ngetawain kalo kalian belum ngerasain yang namanya jatuh cinta!" dengusnya.


"Gue kan udah, dapet sakit hatinya doang." sahut Mega, membuat Desi jadi cekikikan.


"Eh, iya lupa." sahutnya tertawa.


"Huh, malah gantian gue yang ditertawain." dengus Mega, menebalkan bibirnya.


"Tapi Des, bukannya elo dulu udah nyerah sama si Rian?" tanya Loli penasaran.


"Itu kan dulu, karena dulu ada Putri jadi gue nyerah buat ngarepin Rian." sahutnya sedikit kesal.


"Ha ha, jadi lo dulu ngalah sama Putri?"


"Bukan ngalah, tapi gue tau diri. Rian dulu itu udah ketebak banget kalo suka sama Putri, makanya gue mundur sebelum ditolak."


"Tapi kan sekarang lo ditolak juga?"


"Iya sih, tapi sekarang gue itu bukan cuma sekedar suka. Gue udah bener-bener jatuh hati sama Rian, entah dia mau nolak gue berapa kalipun, gue gak bakal nyerah." sahutnya dengan gigih, membuat kedua temannya menggeleng kepala.


"Wah! Salut gue." Mega bertepuk tangan pelan.


"Setuju!" Mega memegang pundak temannya itu.


Loli juga demikian. "Gue akan bantu lo dandan!"


"Semangat!"


****


Kini sudah malam hari tiba, dan Rian segera bersiap diri untuk menghadiri acara sekolahnya itu.


"Rian, kamu mau kemana kok rapi begini?" tanya Sefia ketika melihat anaknya meniruni tangga.


"Mau balik ke sekolah mi, acaranya belum kelar." sahutnya.


"Bagus deh! Gak gangguin mami sama papinya lagi." sahut Dedi mengejek.


"Ih, papi ngomongnya." Sefia menepuk dada suaminya itu.


Rian hanya terdiam menebalkan bibirnya, berdecak sebal pada papinya.

__ADS_1


"Selamat malam semua." sapa Yuda menghampiri.


Mereka menoleh. "Malam."


"Yaudah mi, pi. Rian pamit keluar dulu." pamitnya kemudian, ketika melihat Yuda sudah datang.


"Iya, hati-hati dijalan ya!" sahut Sefia pada anaknya.


"Pamit dulu om, tante." pamit Yuda.


"Iya Yud, hati-hati dijalan. Pulangnya juga jangan malem-malem!"


"Siap Tante!" sahut Yuda.


Segera mereka naik keatas motor dan segera melaju pergi ke Acara sekolahnya.


"Mereka berdua udah pergi tuh, kita terusin kemarin malam yang tertunda yuk mi!" ucap Dedi menggoda pada istrinya.


Sefia jadi tersenyum malu. "Yuk!"


****


Hallo Hallo


Author lagi ngadain give away nih!


Pertanyaannya : Naskah mana yang paling berkesan untuk kalian??


jawab pertanyaan diatas ini dengan format.


Kata-kata / Ucapan :


Judul Novel :


Alasan :


Contohnya : Kata-kata : "Mas, jangan hancurin hidup aku ya? Cukup hatiku selama ini menahan sakit, jangan sampai hidupku ya?!" Sefia.


Novel : Selingkuh.


Alasan : menyayat hati atau apalah wkwk, terserah.


Kirim jawaban ini di Chat Group ya! Nanti bakal Author undi minggu depan, dan pemenangnya akan Author follow untuk di minta alamat pengiriman.


Produk pemut*h badan/bb cream, terserah kalian mau yg mana. cewek cowok boleh ikutan. Ini sebagai tanda terimakasih Author karena udah setia baca Novel - Novel Author :)

__ADS_1


Ini bagi yang mau aja he he


Chat Group ada disampul Novel "Ayo Chat!" tinggal klik aja.


__ADS_2