
Zaky tidur tidak nyenyak tadi malam. Ia diliputi rasa gundah tentang Farel mantan Tia itu. Dia bertanya tanya apa pesan itu berlanjut atau malah beralih ke pertemuan. Kemarin saat Zaky mengunjungi anak anak, Tia cukup lama berada di kamar bersama Nami dan baru keluar saat Zaky akan pulang. Ia tidak bisa mencari tahu. Jadilah dia tidur dengan rasa cemas.
Zaky masih di tempat tidur, Ia bangun dengan malas. Ia memeriksa ponselnya. Hari ini tanggal 16.
Ulang tahun Tia!
Zaky mencari nomer Tia hendak melakukan panggilan, namun di urungkannya. Lebih baik mengucapkan langsung padanya dengan membawa kado, pikir Zaky kemudian. Ia ingin mandi ketika bel apartemennya berbunyi. Ia pun segera membukanya.
" Lila!"
"Iya, aku cuma mau mengantarkan ini. Boleh aku masuk?"
"Iya." Zaky mundur beberapa langkah membiarkan Lila lewat.
" Kau tahu aku di sini?"
" Iya, semalam aku melihat mobilmu masuk parkiran dan aku mengikutimu."
" Sebentar ya, aku cuci muka dulu, baru bangun tidur."
Lila mengangguk. Dia duduk di sofa, menunggu Zaky.
-
Tia berada di dalam lift. Anak anak menunggu di mobil bersama Bi tuti. Mereka mau ke rumah sakit melihat anak anak penderita kanker. Mereka akan menjemput Bibi sania juga nanti. Tya mampir sebentar ke apartement Zaky untuk mengantarkan jam tangannya yang tertinggal di rumah saat bermain dengan anak anak kemarin. Ia menekan bel Apartemen Zaky.
Dari dalam Lila bangkit hendak membuka pintu, Zaky masih di kamar mandi.
Ceklek!
Mereka berdua sama sama terkejut.
" Lila, Kau disini? " Darahnya berdesir. Perasaan perih menyapu hatinya. Tia menggenggam ujung bajunya, menguatkan diri.
" Iya, Zaky sedang di kamar mandi, kami baru akan ke kantor."
Lila tersenyum dalam hati.
Aku ingin kau merasa bahwa aku tidur di sini. semoga saja.
"Ada apa?" Tanya Lila lagi.
Mata Tia berkaca kaca.
" Tidak apa apa, Aku akan menemuinya nanti."
Tia membalikkan badannya dan Linangan Airmata tumpah membasahi pipinya. Ia melangkah perlahan. Kaki nya terasa berat.
Lila tersenyum puas.
Sepertinya Aku berhasil.
Zaky keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka. Lila baru saja menutup pintu.
" Siapa tadi?"
" Orang salah alamat."
" Ohh, apa itu?" menunjuk bungkusan.
" Itu kemejamu yang tertinggal di rumahku waktu itu."
__ADS_1
" Ohh ok baiklah."
"Oh iya, hari ini jadwalmu keluar kota. Jangan sampai lupa, ini pertemuan penting. Aku akan ke kantor, Mau sarapan bersama?"
" Tidak apa. Aku makan di sini saja."
" Baiklah."
Meski kesal karena sudah lama tidak makan bersama, Lila terpaksa pergi. Yang penting Istrinya melihatku di sini tadi, pikirnya.
--
Zaky Menggaruk garuk kepalanya perlahan.
Bagaimana ini, Hari ini ulang tahun Tia dan aku tidak bisa tidak pergi keluar kota. Aku akan pulang lebih awal. Aku juga harus mencari kado.
--
Tia di dalam lift turun ke lantai dasar. Ia memegang handle lift. Air matanya mengucur deras di sela isak tangisnya. Ia memegangi dadanya, mengapa terasa sakit sekali?
Perasaannya begitu terpukul saat melihat Lila di sana. Sumpah demi apapun, hari ini adalah hari paling menyakitkan dalam hidupnya. Bagaimana tidak, Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika perempuan itu di apartemen suaminya. Jika di kantor seperti kemarin mungkin masih bisa di terima, tapi ini di apartemen pribadi.
Mengapa dia di sana? Zaky sedang mandi? tidak mungkin jika bertamu di tinggal mandi kan? Apa mereka tidur bersama? Apa mereka melakukan itu? Oh Tuhan, sakit sekali. Aku tahu ini keputusanku, menyuruhnya merayu Zaky mungkin adalah hal ***** yang aku pikirkan. Ia bahkan bisa melakukannya dengan mudah ! Zaky, mengapa kau tidur dengan wanita lain di hari ulang tahunku?
--
Seharian Zaky berada di luar kota. Hatinya terus gelisah karena sibuk membagi pikirannya antara urusan kantor dan ulang Tahun istrinya. Ia ingin menelepon tapi tidak ada waktu luang Ia bisa sendiri. Lagipula menelepon istrinya terlalu sederhana pikirnya.
Lila pergi bersama Zaky, tapi berada jauh darinya karena Zaky bersama orang orang penting lainnya. Setidaknya mereka bisa pergi dan pulang bersama. Tadi di perjalanan pergi tidak dapat mengobrol karena Zaky dalam panggilan dengan Arya. Saat pulang Ia berjanji harus mengambil kesempatan.
Sementara itu, Tia pergi ke rumah sakit dengan anak anak. Ia berusaha menahan rasa sakitnya dulu untuk moment ini. Bi Tuti merasa ada yang janggal, Namun urung bertanya. Siang hari setelah pulang kerumah, Tia mengurung diri. Anak anak terlelap sementara mamanya berlinangan airmata di hari ulang tahunnya.
Mereka sempat singgah di kantor saat pulang dari RS Kanker tadi,tapi Zaky ternyata keluar kota, bersama Lila pula. Hatinya semakin terpukul. Dan hingga sore tidak ada satu panggilan pun dari Zaky. Tia merasa dunianya hancur.
" Suara kamu kenapa? parau banget."
" Aku lagi sedih."
"Sedih banget apa? segitu paraunya."
"Iya.."
" Kenapa si?"
" Aku tidak bisa mengatakannya."
" Yasudah, minum minum saja.
" Dari tadi juga minum."
" Hahaha minum air putih ya?"
" Iya. Apaan si wid?"
" Wine dong ya. Jamin deh, kamu bakal lupa sama masalah kamu."
" Beneran?."
" Iya. "
" Belinya dimana?"
__ADS_1
"Masa iya pengusaha besar kaya Zaky tidak punya stok wine di rumah?"
" Memang tidak.."
" Yasudah, wait, aku antarkan ya."
" Iya."
Tia menutup panggilannya. Dia berpikir sejenak. Mungkin Ia harus mencoba saran Widya, Ia terus merasa sedih dan mulai frustasi dengan semua ini.
Hampir setengah jam kemudian pak pandi masuk dan menyerahkan bungkusan berisi sebotol wine pada Tia. Katanya dari Widya yang tidak bisa singgah karena buru buru.
Tia memandangi botol itu.
Akan aku coba minum segelas saat anak anak tidur.
---
Zaky baru memasuki gerbang kota. Sudah pukul 12 tapi dia belum kembali. Ia pulang sendiri. Ia meminta taksi online mengantar Lila kembali. Lila sangat kesal. Zaky berusaha memegang komitmennya.
Ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari pak pandi.
" Halo kenapa pak?
" Tuan dimana?!"
" Di jalan, baru kembali dari luar kota."
" Tuan harus datang kesini, Nyonya mabuk."
"Apaaa?? Mabuk? kok?"
" Iya Tuan, Ini Nyonya pakai baju tidur, sudah di dalam mobil. Katanya mau jalan jalan, mau menggoda para pria.
" Astaga! berapa banyak yang dia minum?!"
"Tolong tahan dia pak. Saya kesana sekarang."
Zaky memacu mobilnya dengan kencang. Ia benar benar khawatir.
Dari mana dia mendapatkan minuman itu? dan kenapa Ia minum minuman beralkhohol?
Aku khawatir sekali.
Akhirnya mobil Zaky tiba di pintu gerbang rumahnya. Terdengar suara klakson berkali kali dan lampu mobil menyala menghadap gerbang. Pak pandi berdiri di tengah tengah gerbang merentangkan tangannya.
Itu pasti Tia, dia ngotot keluar.
Zaky tidak memasukkan mobilnya, Ia turun lalu masuk ke pekarangan.
"Apa dia sudah gila, dari mana dia mendapatkannya?"
"Nyonya widya mengantarkannya tadi, katanya untuk menghilangkan kesedihan Nyonya."
Zaky meninggalkan pak Pandi dan menuju ke mobil. Ia membuka pintu dengan kasar.
Lingerie? Oh Tuhan!
" Astaga! Kamu mau keluar dengan pakaian seperti ini hah!
" Ahhh Akhirnya suamiku tersayang datang.. emhhh.."
__ADS_1
---
Mohon dukungannya dengan Like, komen, vote dan rate. Favorite juga 😂😂 (banyak nuntut deh)