SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Kangen


__ADS_3

"Si Mega sama Yuda kemana, ya?" gumam Desi, melebarkan pandangannya.


Karena sedari tadi anak berdua itu malah asik sendiri, belum lagi Erfan dan Loli yang ada didepannya ini.


Mereka berdua tengah asik bermain gitar dan bernyanyi bersama, meskipun terdengar ramai tetapi Desi menyayangkan karena Rian tidak ada di sisinya.


"Cuma gak liat wajahnya beberapa jam aja bisa terasa sesepi ini ya." gumamnya kemudian cekikikan sendiri.


Desi memilih duduk didepan tenda, menghangatkan dirinya didepan api unggun yang masih menyala, serta mendengarkan petikan gitar yang Erfan mainkan sembari meminum susu coklat hangat untuk menghangatkan tubuhnya.


Ketika hendak meneguk minumannya kembali, tiba-tiba seseorang datang lalu merampas minumannya.


"Rian." ucapnya kaget, ketika Rian tiba-tiba sudah disampingnya.


Rian meminum susu coklat Desi tersebut, kemudian menoleh dan tersenyum. "Kangen gue, gak?" godanya.


Desi malah memukul lengan Rian dengan gemas. "Ih kamu ya!" Rian jadi tertawa. "Katanya gak mau kesini karena tante sendirian?"


"Iya sih, gue lagi kangen seseorang makanya kesini. Tapi kayaknya dia gak kangen gue deh, yaudah deh gue mau balik pulang aja." sahutnya pura-pura serius, hendak beranjak berdiri untuk pergi tapi Desi menahannya.


"Jangan, Beb! Gue juga kangen." rengeknya, sembari memegangi lengan Rian.

__ADS_1


Rian jadi melebarkan senyumnya, menaruh minuman tersebut dan berganti menarik Desi untuk beranjak berdiri dan membawanya pergi.


"Mau kemana?" tanya Desi bingung.


"Ikut aja!" pintanya, sebelum kemudian berpamitan kepada kedua temannya itu. "Gue culik temen kalian dulu ya!"


"Eh, si Rian." Erfan dan Loli menoleh kaget. "Yaudah bawak aja! Yang penting pulangnya utuh." sahutnya mereka seraya bercanda.


"Oke siap bos." sahut Rian memberikan jempolnya, sebelum kemudian berjalan beriringan berduaan.


Mereka berdua berjalan dibawah sinar bulan yang cerah, menahan senyum serta gejolak ketika bersama.


"Apa Om sudah datang?" tanya Desi memulai percakapan.


"Apa memang karena pengen ketemu aku?" tanya Desi dengan hati-hati.


Rian pura-pura berpikir sebelum kemudian menjawab. "Iya." sahutnya.


Seketika Desi runtuh, meloncat kegirangan. Namun kemudian kembali berusaha tenang. "He he, maaf." ucapnya, merasa malu.


Rian jadi gemas, mengacak rambut gadis yang tengah berdiri didepannya ini.

__ADS_1


Lalu mereka kemudian lanjut berjalan lagi, menikmati angin malam sebelum kemudian Rian membelalak dan berbalik utuk menutup mata Desi.


"Apaan sih, Beb?" Desi jadi heran, karena Rian tiba-tiba menutup penglihatannya.


"Gak apa-apa! Balik aja dan jangan noleh!" pintanya.


"Iya, tapi kenapa?"


"Udah, jangan protes!" desaknya.


Desipun membalikkan tubuhnya dan Rian membuka jemarinya yang menutup mata. Tapi dasar si Desi, ia malah makin penasaran dan langsung menoleh kembali.


"Astaga! Astaga! Astaga!" Desi jadi membelalak kaget. "Wah."


Rian jadi berdecak kesal. "Dasar ya!" menjitak dahi gadis itu hingga mengaduh. "Sudah gue bilang jangan noleh."


"He he, maaf." sahutnya cengengesan. "Habisnya penasaran sih."


Mereka kemudian berbalik arah, tapi keduanya jadi canggung setelah tadi melihat adegan dimana Yuda dan Mega tengah berciuman dengan mesra.


Rian kini menggapai jemari Desi, menyatukan jemarinya membuat keduanya bahagia, meski hanya sekedar jalan dan bergandengan tangan.

__ADS_1


Sesekali kali mereka saling menoleh, bersitatap dan saling melemparkan senyum bersama.


__ADS_2