SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Bertanya-tanya


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Rian, Yuda kini tengah berbaring diatas kasurnya, memeluk bantal guling yang menjadi kesukaannya.


Ia kemudian senyum-senyum sendiri ketika mengingat kejadian dimana Mega dengan sengaja mengecup bibirnya, bahkan ia sendiri bersedia untuk berpura-pura menjadi pacarnya.


Begitu pun dengan Mega saat ini, ia juga tengah senyum-senyum sendiri mengingat dimana dirinya mengecup bibir Yuda tanpa ragu, pun Yuda tak keberatan jika dirinya mengaku sebagai kekasihnya, bahkan Yuda juga mengaku bahwa dirinya masih sendiri membuat Mega jadi terkikik sendiri.


"Apa aku sudah jatuh hati padanya?" gumamnya dalam hati.


Sedangkan pemuda yang lainnya, yaitu Rian. Ia masih memegangi dadanya yang berdegup kencang ketika mengingat Desi mengatakan bahwa ia mencintai dirinya.


"Kenapa jantungku jadi seperti ini?" gumamnya masih bingung dengan perasaannya sendiri.


Desi sendiri tak seperti ketiga temannya yang sedang kasmaran itu, ia kini tengah mendapat panggilan telefon dari orangtuanya yang sedang berada diluar negeri.


"Hallo ma, jadi kan hari ini mama dan papa pulang? Desi udah kangen banget." tanyanya senang.


"Maaf sayang, tapi sepertinya kami belum bisa pulang sekarang karena mendadak mama sama papa ada urusan." sahutnya, membuat Desi jadi kecewa.


"Ah begitu." Desi merasa sesak didadanya, tapi ia coba untuk tahan dan kembali tersenyum. "Iya gak apa-apa kok ma, Desi ngerti."


"Makasih sayang kamu udah bisa ngertiin orangtuamu, mama janji minggu depan akan pulang saat hari ulang tahunmu dan kita rayakan bersama."


"Mama serius?" Desi jadi bersemangat kembali.


"Iya mama serius, mama janji deh!"


"Oke ma, aku sayang mama. Salam buat papa."


"Iya sayang, sudah dulu ya! Sampai jumpa minggu depan."


"Iya ma, sampai jumpa."


Desi menghela nafasnya, menutup panggilan teleponnya. Ia kemudian duduk ditepi ranjang tempat tidurnya sembari terisak dan berusaha menghapus genangan air mata kekecewaan yang mengucur deras begitu saja.


Hal ini bukan pertamakali baginya, tetapi tetap saja menyesakkan dadanya.


****


Kesedihan yang dirasakan Desi itu masih terasa, sampai di sekolahpun ia begitu murung dan tak ceria seperti biasanya.


"Lo kenapa?" tanya Mega. "Bokap Nyokap lo gak jadi pulang lagi?" tebaknya.


"Ya, begitulah." sahutnya, menyandarkan wajahnya diatas meja.


Loli dan Mega mengerti hal itu, ia hanya bisa mengelus punggung rapuh temannya itu guna memberi ketenangan baginya.


"Nanti kita nginep dirumah lo." ucapnya kemudian. "Kita udah ijin sama nyokap."


"Oke, makasih." sahutnya lemah, masih tak bersemangat.

__ADS_1


Ketika Rian dan Yuda datang memasuki kelas, Loli jadi tahu apa yang bisa membuat temannya ini bersemangat.


Segera Loli beranjak dari duduknya dan langsung menemui Rian. "Rian." panggilnya.


Rian menoleh. "Hah, apa?" tanyanya heran, ketika seakan Loli ingin membicarakan hal genting dengannya.


"Boleh minta tolong, gak?"


"Minta tolong apaan?" ia jadi tambah bingung.


"Itu." menunjuk Desi yang sedang merebahkan kepalanya tanpa semangat. "Bisa tolong kasih semangat buat temen gue, gak? Dia lagi sedih."


"Emang Desi kenapa?"


"Udah deh, lo gak usah banyak tanya! Cepet deh lo samperin dia! Soalnya cuma nyebut nama lo aja dia pasti udah semangat, apalagi lo nyemangatin dia langsung." desaknya.


"Oke deh, gue coba." sahut Rian dengan ragu.


Setelah ia menaruh tasnya diatas meja, ia kemudian melangkah mendekati Desi. Berdiri dihadapan gadis itu dengan begitu canggungnya.


Sedangkan Mega kini beralih melangkah mendekati Yuda, meninggalkan Desi sendirian saja.


"Astaga, gue harus ngomong apaan." gumam Rian bingung, Desi masih tak menyadari kedatangannya.


Ia kemudian mendehem untuk memecah kecanggungannya. "Semangat!" teriaknya kemudian, mengepalkan tangannya keatas.


Sontak teman-teman lainnya jadi menoleh pada Rian, dan ia jadi malu sendiri.


"A..aku?" balik bertanya dengan gugup. "Mari kita ke kantin!" ajaknya kemudian.


Mendapat ajakan tak disangka itu, Desi lantas menoleh kanan kiri. Mungkin bukan dirinya lah yang Rian ajak. Pikirnya.


"Gue ngajakin lo." ucap Rian ketika tahu Desi kebingungan.


Desi sontak jadi membelalak, ia kemudian langsung beranjak berdiri lalu melebarkan senyumannya kembali. "Yuk!" memeluk lengan Rian tiba-tiba.


"Eh, tapi gak usah meluk-meluk!" Rian jadi tambah gugup.


"Ya gak apa-apa dong, kan calon pacar." sahutnya dengan percayadiri.


Rian hanya menghela nafas pasrah, ketika mendapati Desi ceria dan selalu lengket dengannya kembali.


Loli dan Mega yang melihat itu jadi ikut senang kembali. "Kita juga nyusul mereka ke kantin yuk!" ajak Mega.


"Kalian berdua aja dulu! Ntar gue nyusul." sahut Loli.


"Oke." sahut Mega, yang dimana Yuda juga ikut melangkah disampingnya.


"Kamu tadi malam nyenyak gak tidurnya?" tanya Mega dengan malu-malu.

__ADS_1


"Nyenyak." sahutnya berbohong, dan tergambar mimik kecewa diwajah gadis itu. Yuda jadi tersenyum. "Aku mikirin yang semalem." ucapnya.


"Oh ya?" Mega jadi berbunga. "Kenapa?"


"Ya, inget aja. Aku seneng bisa akrab begini sama kamu." sahutnya tersenyum malu.


"Aku juga seneng kok." sahutnya cepat, membuat Yuda terkekeh geli.


"Jadi.." menggapai jemari Mega, untuk berjalan bergandengan. "Mari kita berpura-pura pacaran mulai hari ini!"


"Baiklah, aku setuju."


Tidak apa-apa jika ini awalnya pura-pura, nanti akan bersama juga. Pikir Yuda.


Mereka berdua berjalan ke kantin, dan sudah menemukan Desi tengah menyuapi Rian.


Terlihat jelas mimik wajah penuh paksaan dari Rian, kalau bukan karena Desi tengah bersedih tadi, Rian pasti akan langsung menolak sikap Desi yang serampangan. Melihat hal itu, Yuda hanya terkekeh geli melihat tersiksanya temannya itu.


"Cieh, yang lagi suap-suapan." ledek Yuda.


Desi dan Rianpun menoleh. "Lo sendiri? Gandengan tangan segala." sahut Rian ketus.


"Ya gak apa-apa dong sayang, mereka kan pacaran." sahut Desi menyela. "Hayo kita pacaran juga."


"Enggak." sahut Rian tegas.


"He he. Ya udah gak apa-apa kalo gak mau sekarang, besok juga bakal naksir aku kok." ucap Desi membuatnya geleng-geleng kepala.


"Kita ini kan lagi pura-pura, soalnya temen kak Rendi juga sekolah disini. Ya, untuk jaga-jaga." ucap Mega menjelas, lalu menoleh pada Yuda. "Ya kan, Yud?"


Yuda mengangguk. "Iya, yang dikatakan Mega bener. Jadi kalian jangan salah paham dulu."


"Oh gitu." sahutnya Rian dan Desi pura-pura mengerti.


"Kamu mau pesan apa? Biar aku pesankan." tanya Yuda pada Mega.


"Aku mau jus sirsak aja deh." sahutnya.


"Oke." Yuda pun memesan jus untuk kekasih pura-puranya itu, membuat Desi berdecak.


"Pura-pura tapi ngomongnya sekarang jadi aku kamu, kalo udah saling suka kenapa gak terus terang aja sih? Nanti nyesel loh." ucap Desi pada kedua temannya yang duduk didepan.


Sontak Mega dan Yuda jadi begitu canggung dan salah tingkah. "Ah, apaan sih Des."


Desi hanya bisa menggelengkan kepalanya, sedangkan Rian jadi menatap Desi dengan begitu bertanya-tanya.


"Apa aku akan menyesal juga, ya?" gumamnya.


****

__ADS_1


Kamsamida :*


__ADS_2