
"Selamat datang." sapa Sefia menyambut kehadiran kedua temennya itu, lalu mencium pipi kanan kiri Nadin.
"Kangen banget, udah lama ya kita gak ketemu." ucap Nadin.
"Iya nih, kamu sibuk mulu sampek gak sempet main kesini."
"Iya sorry." sahut Nadin bersamaan dengan gelak tawanya. "Oh ya, nih kenalin anakku namanya Putri."
"Hallo Tante, Om. Aku Putri." ucapnya, mengenalkan diri.
"Aduh, ini yang namanya Putri. Cantik banget mirip mamanya." pujinya.
Putri hanya tersenyum, menunduk malu atas pujian dari teman mamanya itu.
Sefia memeluk Putri, menuntunnya untuk masuk kedalam rumahnya. "Yuk, masuk! Tante kenalin sama anak tante."
Mereka semua masuk, dan langsung menuju meja makan untuk makan malam bersama.
Hidangan sudah mereka siapkan, guna menyambut kedatangan dua temannya itu.
"Selamat malam." sapa Rian kemudian, datang disaat mereka tengah berbincang.
"Malam." sahut Nadin menoleh. "Ya ampun Rian udah gede, wajahnya perpaduan papi sama maminya. Ganteng banget." puji Nadin.
"Ah, tante bisa aja." sahut Rian malu-malu, lalu menoleh pada Aldy. "Om, gimana kabarnya?"
"Baik dong." mengacak rambut Rian, gemas. "Oh ya, kamu masuk SMA Favorite kan? Jadi kenal dong sama anak om."
"Anak om, siapa?"
"Putri!" panggil Aldy pada anaknya yang tengah bersembunyi dibalik tubuh Sefia.
Dengan malu-malu, Putri akhirnya memberanikan diri untuk menyapa Rian. "Hai kakak." sapanya kemudian.
Sontak Rian kaget. "Lah, elo?"
Mereka melihat Rian dan Putri bergantian. "Kalian udah saling kenal?"
__ADS_1
Rian mengangguk. "Iya, kita temen sekelas."
Aldy menepuk bahu Rian. "Bagus dong kalo gitu, bisa titip anak om buat dijaga." ucapnya membuat Rian gugup seketika.
"He he, iya om." sahutnya, tersenyum pasi.
"Yaudah, kita langsung ke meja makan. Udah disiapkan." ucap Sefia, memutus suasana.
"Iya, yuk!"
****
Disisi lain, Yuda tengah merebahkan tubuhnya diatas kasur. Lalu Angga datang untuk mengajaknya makan malam.
"Yuda, makan malam, yuk!" ajaknya, duduk ditepi ranjang sembari mengelus rambut anaknya.
Yuda menggelengkan kepala. "Gak laper, Pa!" tolaknya, tapi seketika perut kosongnya berbunyi.
Angga terkekeh mendengar itu. "Kenapa gak mau makan malam bareng?"
"Males, ada nenek." sahutnya berterus terang. "Gak apa-apa kan, pa?"
"Tapi pa, kali ini aja ya? Yuda mohon sama papa. Yuda gak mau ketemu sama nenek." ucap Yuda memohon.
Angga menghela nafasnya kasar. "Ya sudah kali ini aja." sahutnya, membuat Yuda tersenyum lega seketika. "Kita makan malam diluar aja kalo gitu, papa belum makan sama sekali dari tadi pagi."
"Ya ampun pa, jaga kesehatan dong!"
"Makanya, kamu cepatan gede gih! Kamu gantiin papa ngurus kantor, biar papa bisa istirahat dan berlibur."
"He he, tenang aja pa! Kali ini Yuda bakal rajin belajar dan gak akan ketinggalan kelas lagi."
"Ah, baguslah! Anak papa." menepuk bahu Yuda, menyanjung penuh bangga.
****
Rian dan Putri duduk berdua ditaman, sedangkan para orangtua sedang asik berbincang didalam.
__ADS_1
"Heh, sejak kapan lo kenal sama Yuda?" tanya Rian penasaran.
"Kenal lah, kan kita sekelas."
Rian menjitak kepala Putri, hingga ia mengaduh kesakitan. "Maksud gue, kapan lo ketemu Yuda sampek lo megang jaketnya?"
"Ah, itu." Putri tersenyum malu. "Kebetulan aja kita ketemu, waktu itu ada segerombolan penjahat gangguin Putri dan kak Yuda dengan keren datang lalu nolongin Putri. Gitu!" sahutnya dengan antusias.
"Cih, gitu doang!" Rian menyunggingkan bibirnya, tak suka.
"Kak Yuda keren, ya?" tanyanya, memuji sembari tersenyum malu.
Seketika Rian mengernyitkan dahi. "Lo suka sama Yuda?" tebaknya, dan mendapat anggukan dari gadis disebelahnya.
"Kak Yuda belum punya pacar, kan?" tanyanya malu-malu.
Rian mendengar itu jadi tertawa mengejek, membuat Putri diam dan cemberut. "Yuda gak mungkin mau sama lo."
"Oh, gitu ya?" sahutnya kecewa. Rian tersenyum dan mengacak rambut Putri dengan gemas. "Aduh! Rambut Putri jadi berantakan." keluhnya, menata rambutnya kembali.
"Lo beneran suka?" tanya Rian lagi, memastikan.
Putri mengangguk cepat, antusias. "Beneran kak."
"Yaudah, gue bantuin lo buat dapetin Yuda. Tapi ada syaratnya, gimana?"
"Mau mau mau." sahut Putri bersamaan dengan anggukan. "Apapun syaratnya, bakal Putri lakuin."
"Oke, besok gue kasih tahu lo disekolah."
"Makasih kak Rian, kakak emang baik." memeluk lengan Rian.
"Dih! Lepasin! Jangan sentuh sembarangan dong!" rontanya dengan kesal, tapi Putri tak menghiraukan.
****
HALLO, " SELINGKUH 2 " udah Rilis :* Tolong Mampir ya!!
__ADS_1
Dan Author juga kerjasama dengan Author lain dengan Genre Fantasi/Supranatural judulnya " BALANCE "
Cocok untuk para Wibu hehe, Mampir ya :* Gak akan mengecewakan.