
"Lo jadi nanti nginep dirumah gue?" tanya Rian pada temannya itu, yang tengah duduk santai dibangku taman.
"Jadi dong, gue udah pamit ke bokap tapi gue harus pulang dulu soalnya lupa gak bawa baju."
"Kan lo bisa pake baju gue." usulnya.
"Gue masih ada urusan bentar." tolaknya.
"Oh, oke."
Lalu Rian beralih menatap Putri yang tengah berjalan sambil membaca buku.
Yuda menyenggol lengan Rian. "Cieh! Liat Putri dari tadi, naksir nih kayaknya." ledeknya.
"Dih! Apaan sih, Yud? Siapa juga yang lagi liatin si culun itu." sahutnya beralasan.
Yuda jadi tertawa. "Udah ketebak kali."
"Gak lah! Dia bukan tipe gue. Lagian dia itu naksir seseorang, bukannya gue."
"Wah! Jadi elo bertepuk sebelah tangan dong."
"Sial! Bukan seperti itu." geram Rian, ingin memukul temannya yang usil itu. Tapi dengan cepat Yuda berlari dan Rian mengejarnya.
Yuda malah berlari kearah putri dan berlindung dibalik badannya.
"Eh, sini lo!" desak Rian, ingin menjitak kepala temannya itu.
Yuda malah menjulurkan lidahnya, mengejek. Sembari mencengkram kedua sisi lengan Putri sebagai perlindungan.
"Ah, awas lo ya!" geramnya.
Namun tiba-tiba bel masuk berbunyi dan dengan cepat Yuda berlari memasuki kelas. Rianpun sama, ia mengejar Yuda memasuki kelas.
Sedangkan Putri, masih diam membeku karena tak percaya bahwa orang yang disukanya datang begitu dekat dan memegang kedua sisi lengannya.
__ADS_1
"Aaaaa." teriak Putri kegirangan.
****
"Untuk pelajaran kali ini, bapak akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat orang." ucap pak Alvin menjelaskan. "Empat orang ini akan bapak pilih secara acak, tidak boleh menolak."
"Aduh, semoga gue satu kelompok sama Rian yang ganteng." gumam Desi penuh harap.
"Bapak mulai, kelompok pertama Desi, Dona, Farhan, Dimas."
"Yah, kok gak bareng Rian sih." gumam Desi kecewa.
"Kelompok kedua Rian, Mega, Putri dan Yuda." ucap pak Alvin lagi.
Seketika Desi membentangkan tangannya keatas. "Pak, saya mau tukeran sama Mega."
Mega mengangguk. "Iya pak, saya tukeran aja."
"Tidak boleh, sudah bapak peringatkan sebelumnya." tegas pak Alvin, membuat Desi lagi kecewa.
Sedangkan Putri merasa begitu berdebar, karena ia akan semakin dekat dengan pujaan hatinya itu.
"Iya pak?" tanyanya linglung, membuat semua teman sekelasnya tertawa.
"Duduk!" pinta pak Alvin, dan Putri segera duduk kembali. "Nilai kamu paling bagus di kelas ini, bapak harap kamu bisa membantu Yuda dalam tugas kali ini."
"Ah, iya baik pak." sahut Putri, semakin gugup.
Yuda menoleh pada Putri, memberikan senyum manis pada gadis itu. Membuat Putri yang melihatnya semakin berdebar tak karuan.
"Mohon bantuannya ya." ucap Yuda tak bersuara, tapi Putri mengerti gerakan mulutnya.
Putri hanya mengangguk dan tersenyum untuk membalasnya.
Sedangkan Rian yang disampingnya, hanya bisa menatap kedua temannya itu saling mengakrabkan diri dengan perasaan aneh, sesak.
__ADS_1
"Kenapa sih gue? Astaga!" keluhnya pada dirisendiri.
****
Kini sudah bel pulang, dan Putri segera berjalan mengejar Yuda.
"Kak, besok kita kerja kelompok diperpus ya!" ucap Putri memberitahu.
"Oh, oke." sahut Yuda. "Sampai ketemu besok, gue duluan." pamitnya kemudian berlalu pergi.
"Iya kak." sahut Putri, kemudian melambaikan tangan dengan tatapan tersenyum lebar tanpa berkedip pada pemuda yang berjalan, memunggunginya.
Seketika Rian datang, melihat Putri tengah bertingkah aneh dan mendekatkan wajahnya didekat telinga gadis itu. "Wooyy!!" teriaknya, membuat Putri kaget seketika.
"Aduh! Kak Rian, ngagetin Putri aja." dengus Putri kesal, memegangi dadanya. "Kalo Putri jantungan, gimana?"
"Ha ha, lagian lo sih. Ngapain bengong begitu?"
Seketika Putri merona malu, dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Salah tingkah. "Ah, itu. he he."
"Hn, apaan sih? Dasar aneh!" umpatnya, kemudian menarik tas milik Putri, agar Putri berjalan mengikutinya.
"Mau kemana, kak?"
"Kan udah gue bilang, pulang sekolah ikut gue." Rian mengambil satu helm lalu langsung memasangkannya ke kepala gadis itu. "Yuk Naik! Kita berangkat sekarang."
Tanpa banyak bertanya, Putri pun langsung naik keatas motor milik Rian. Dengan ragu, Putri memegang jaket milik Rian dibagian pinggang untuk ia jadikan pegangan.
"Pegang yang erat! Gue mau ngebut nih!" candanya, dan Putri langsung memeluk Rian dengan begitu eratnya.
Rian pun tertawa senang dalam hatinya.
****
JANGAN LUPA MAMPIR KE FOBIA PRIA TAMPAN yang akan UP hari ini dan akan UP setiap hari :*
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE " BALANCE "
Baguss!!