SELINGKUH

SELINGKUH
Pengasuh


__ADS_3

Zoya tidur bersama adik adiknya, mereka memang tidur di satu kamar yang besar dengan 2 ranjang besar di dalamnya. Zoya dan Ifa di ranjang yang sama sedangkan Nami dan Naya di temani Lila di ranjang satunya. Zoya bangkit dan melihat semua sudah tertidur, Ia sendiri tidak bisa tidur karena teringat pada mamanya. Bagaimana tidak, tepat di depan matanya, mamanya mengambang di kolam renang dengan luka di kepala yang membuat air menjadi merah di sekitarnya.


Zoya duduk di samping Nami dan mengelus rambut adiknya. Ia memperbaiki letak guling agar adiknya tidak jatuh. Tanpa terasa ia meneteskan airmata. segugukan sendiri ditengah malam buta.


Ya Tuhan, kuatkan mama, semoga mama cepat kembali, jangan biarkan mama meninggalkan kami ya Tuhan. Tidak ada lagi senyum manis mama di sepanjang hari kami. Tidak ada lagi suara merdu mama menyanyi lagu bebek sambil memasak di dapur. Tidak ada lagi yang tertawa melihat kami bertingkah. Tidak ada lagi yang berlarian mengejar Naya dan Nami untuk dipakaikan popok. Tidak ada lagi tangan lembut yang menyuapi makan dan tidak ada lagi pelukan hangat yang penuh kasih dari mama. Zoya mohon Tuhan, mama orang yang baik, Tuhan pasti sayang, berikan mama kesempatan untuk hidup lebih lama. Mama belum bertemu dengan adik bayi. Zoya mohon Tuhan... Zoya mohon...


Tangis itu terdengar begitu pilu namun lirih, Zoya menahan suaranya. Zoya duduk bersandar di ranjang masih mengusap rambut adiknya. Hanya malam yang menjadi saksi seorang anak sulung yang khawatir di tinggalkan mama tercintanya.


---


Fajar perlahan hadir membawa terang dari ufuk timur. Zaky tidak tidur semalaman, duduk di samping Tia menemani istrinya yang bahkan tidak berkutik sedikitpun. Bi Tuti tertidur di sofa meski tidak cukup nyenyak. Sementara Pak Pandi dan Robi memilih tidur di mobil.


Zaky mengusap wajahnya yang terasa penat. Ia bangkit ke kamar mandi pergi mencuci muka. Ia menatap dirinya di cermin, jas dan dasi masih terpasang meski tidak rapi. Ini pakaian saat peresmian kemarin. Ia bahkan tidak sempat memikirkan pakaiannya. Ia menarik dasinya dan menyimpannya di saku jas. Ia membuka jas dan melipat lengan kemejanya.


Ini lebih baik.


Zaky keluar dari kamar mandi dan melihat Bi Tuti duduk menemani Tia. Ia pamit keluar sebentar, ingin pergi melihat bayi, Bi Tuti mengangguk. Zaky beranjak keluar dari rang rawat dan menutup pintu perlahan. Tiba di ruangan bayi ia menyapa petugas shift pagi dan mengatakan ingin brrtemu bayinya. Seorang perawat mengambil bayi mungil Zaky dan membawanya ke pelukan papanya. Zaky menggendong bayi itu dan Ia memeluk serta menciumnya lembut. Dokter mengajak Zaky untuk bicara.


Di ruangan dokter, Zaky duduk di hadapan dokter sambil menggendong Ben kecil yang tertidur pulas dipangkuannya.


" Anak bapak sementara ini kami berikan susu formula karena stok ASI donor macet. Syukurlah tidak ada alergi. Ibu si bayi masih koma, apa bapak sudah memutuskan siapa yang akan mengasuhnya?"


" Saya belum memutuskan dok." jawab Zaky ragu.


" Apa nenek si bayi masih ada?"


"Tidak, yang satunya di luar negeri."


" Anda punya asisten rumahtangga?"


" Punya, tapi tidak mungkin mengurus bayi, saya juga punya balita di rumah."


" Baiklah begini saja, bagaimana jika saya sarankan seorang pengasuh dari kalangan perawat untuk mengasuh putra bapak?"


Zaky berpikir sejenak. Mungkin lebih baik jika pengasuhnya seoang perawat, pikirnya.

__ADS_1


"Baiklah dok.." jawab Zaky.


"Baiklah, sebentar , akan saya panggilkan.."


Agak Lama dokter itu di luar, 20 menit kemudian dia masuk membawa seorang wanita muda yang anggun berpakaian perawat bersamanya. Dokter menarik kursi dan meminta wanita muda itu untuk duduk di samping Zaky.


"Baiklah pak, perkenalkan ini Saphira, dan Saphira, ini pak Zaky." Zaky hanya mengangguk, tangannya mendekap bayi. Wanita itu juga mengagguk.


"Pak Zaky, Saphira adalah perawat magang di rumah sakit ini. Dia bertugas di ruangan bayi. Dia cekatan dalam mengasuh bayi, Anda bisa membawanya untuk mengasuh bayi di rumah, saya yakin dia bisa menjaga bayi anda dengan baik."


Zaky menoleh sejenak untuk melihat gadis bermata bola di sampingnya. Ia seorang perawat di ruangan bayi. Dia pasti bisa menjaga Ben kecil dengan baik.


"Terserah saja jika ia mau."


" Magang dengan gaji pas pas pasan di sini, pak Zaky pasti mampu memberi imbalan yang pantas untuk kerja kerasmu Saphira. Kau mau?"


Wanita bernama Saphira itu mengangguk.


"Jadi kapan saya mulai bekerja?" tanya Saphira.


" Mulai saat ini juga Saphira. Istri pak Zaky sedang dalam keadaan koma." jawab Dokter.


" Aku akan melihat istriku sebentar. Lalu kita pulang ke rumah." Zaky kemudian meniggalkan wanita itu dan juga dokter. Saphira tersenyum memeluk Ben, bayi di pangkuannya. Bayi mungil yang tampan.


Zaky kembali ke ruangan Tia dan memohon ijin Bi Tuti untuk pulang ke rumah dan membersihkan diri. Bi Tuti sedang mengelap badan Tia dengan air hangat. Zaky juga memberitahu tentang Saphira pada Bi Tuti. Bi Tuti mengerti. Zaky akhirnya pergi pulang kerumah membawa serta Ben dan Saphira.


---


Anak anak duduk di meja makan. Tak satupun yang berselera.Lila kehabisan cara merayu mereka tapi tetap saja mereka tidak mau makan. Zaky yang baru saja tiba di rumah, menghampiri mereka di meja makan, anak anak memeluk papanya bergantian.


"Lila, kau pulang lah, Robi dalam perjalanan menjemputmu. Aku dengar kau sedang hamil. Selamat dan maaf sudah merepotkan."


"Tidak apa apa. Mereka seperti keponakanku sendiri.


Apa ia sudah sadar?"

__ADS_1


" Dia mungkin koma untuk beberapa waktu.."


"Lalu bagaimana dengan si bayi?"


"Dia akan dia asuh oleh pengasuh yang di rekomendasikan dokter di rumah sakit. Dia di luar, aku membawanya kesini bersama Ben kami."


Lila melihat siluet di ruang tengah, seorang wanita menggendong bayi. Itu pasti pengasuhnya, pikir Lila.


"Baiklah, aku bersiap siap dulu untuk pulang." Lila mencium kepala anak anak dan meningglkan mereka dengan Zaky. Zaky ikut makan, anak anak agak berselera di temani Papa.


Lila mengambil tasnya. Di ruang tengah Ia bertemu Saphira.


"Kau pasti mengasuh bayi, boleh aku menggendongnya. " sapa Lila dengan hangat dan sebuah senyuman.


" Silahkan Nyonya." Saphira menyerahkan Ben kecil. Lila mendekapnya erat. Tidak seperti saat bersama Adam, Lila malah menerima Ben dengan penuh kasih. Keudian terdengar suara klakson mobil, itu pasti Robi. Lila memberikan bayi pada Saphira.


" Aku pulang dulu, siapa namamu?"


"Saphira..."


Lila pun pergi meninggalkan rumah itu.


Selesai makan Zaky membawa anak anak untuk pergi melihat Ben kecil dan juga Saphira.


" Anak anak, ini adik bayi kita..." wajah wajah kecil itu tampak berbinar melihat bayi mungil di pelukan seorang wanita yang duduk di sofa ruang tengah. Mereka segera mengelilingiSaphira meski agak malu karena belum kenal. Yang paling besar langsung mencium adik bayi dan tersenyum, diikuti yang lainnya juga ingin mencium. Zaky tersenyum miris. Tetap saja moment itu terasa kurang tanpa kehadiran Tia di sana.


" Dan ini Tante Saphira, Dia yang akan menjaga adik bayi selama mama masih belum pulih." Zaky memperkenalkan. Saphira tersenyum hangat dan di balas oleh mereka.


" Ayo Saphira, aku akan mengantarkanmu ke kamarmu, Kau boleh kembali ke tempatmu untuk mengambil pakaian dengan supirku nanti." kata Zaky. Saphira mengikuti Zaky dan anak anak yang mengantarkannya ke kamar tamu, tempat Lila menginap dulu, Kamar yang cukup bagus baginya.


" Ini kamarmu, semoga kau betah. Di sana kamar anak anak dan disampingnya ruang bermain. Aku akan memindahkan boks bayi ke kamarmu."


" Baik Tuan."


" Ya sudah, aku akan membersihkan diri dulu." Zaky pergi meninggalkan anak anak bersama Saphira. Saphira mengajak anak anak ke ruang bermain. Mulai hari ini Ia akan tinggal di sini. Menggantikan peran Tia untuk mengasuh anak anak.

__ADS_1


---


Jangan Lupa Like, Komen, Rate and Vote, juga jadikan Fav ya temen temen. 🥰🥰🥰


__ADS_2