SELINGKUH

SELINGKUH
Rencana jahat


__ADS_3

" Kau mau kemana?"


" Pergi dengan temanku."


" Hah? teman?" Zaky berdecak.


" Iya." Mulai menyalakan mobil.


" Kau pergi dengan farel kan?"


Tia membulatkan matanya, menatap Zaky.


" Iya, aku akan pergi dengannya."


" Kemana?"


"Kau tidak perlu tahu. Urus saja urusanmu. Jangan ganggu aku."


Bagaimana bisa? Aku kan suamimu. Aku harus tahu kemana kau pergi!


Tia menginjak pedal gas. Mobil melaju meninggalkan Zaky yang tertegun. Ia menghela napas dengan kasar. Perasaan cemburu meledak di dadanya. Di tambah selama ini Tia mengabaikannya. Zaky semakin frustasi.


Tia tiba di coffeshop, tempat ia dan farel janji bertemu. Ternyata Farel sudah lebih dulu tiba di sana. Ia tersenyum melihat kedatangan Tia. Selanjutnya mereka sedikit berbincang basa basi, hingga akhirnya semakin serius.


" Aku senang kau menjadi donatur di yayasanku, tapi ingat Farel, hubungan kita tidak lebih dari itu."


Farel tersenyum.


" Dan chat mu itu sangat mengganggu sekali. Aku sungguh tidak punya perasaan khusus lagi padamu. Aku sudah menikah dan mencintai suamiku, berhenti bernostalgia."


" Tapi suamimu tidak. Ia mencintai wanita lain."


" Farel, menikah itu beda dengan pacaran. Jika kau dulu selingkuh, aku akan memutuskanmu dengan mudah. Tapi Zaky suamiku, Ia ayah dari anak anakku. Dan aku tidak akan melepaskannya begitu saja."


" Kita Lihat saja. yang pasti, jika kau bercerai nanti, aku akan selalu menerimamu."


" Aku tidak pernah berpikir akan tidur dengan pria lain selain Zaky. Jika kami berpisah, Aku bersumpah akan sendiri saja selamanya."


Dia benar benar mencintai suaminya.


---


Lila sudah kembali bekerja. Tapi Ia mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Ia merasa mual setiap pagi dan mulai benci pada beberapa makanan.


Huekk! Lila merasa akan muntah. Robi dari tadi memperhatikannya.


" Hei. Kau baik baik saja?"


Robi melangkah ke meja kerja Lila. meletakkan telapak tangannya di dahi Lila.


" Tidak panas. Apa kau punya gangguan lambung?"


" Aku tidak apa apa. Hanya tidak sarapan saja. Jadi mual sekali."


Robi menyentuh punggung Lila dan mengusap usapnya. Lila melihat Robi keheranan.


Kenapa dia perhatian sekali?


" Aku akan menelepon OB untuk membawakanmu teh hangat. Kau mau makanan?"


" Tidak. Teh saja cukup."


" Baiklah. " Robi pun menelepon office boy.


--


Zaky Mengabaikan berkas di mejanya. Pikirannya melayang menebak nebak tentang Tia.


Mereka pergi kemana? Apa mereka bersenang senang? Apa mereka mengenang masa lalu. Semoga tidak terjadi apa apa di antara mereka.


Zaky memgambil beberapa kertas tidak penting lalu meremasnya dan melemparnya sembarang.


Pintu terbuka. Lila masuk.


" Maaf."


Kata Zaky saat melihat kertas itu melayang ke arah Lila.

__ADS_1


" Iya tidak apa apa. Aku hanya ingin memberitahu bahwa salah satu investor kita mengadakan pesta kecil atas tercapainya kerjasama pembangunan hotel."


" Baik. Aku akan datang."


Lila berbalik akan keluar ruangan.


" Lila!"


" Ya?"


" Mau makan siang bersama?"


Lila tersenyum penuh arti. Lalu mengangguk.


---


Dan di sanalah mereka. Dua orang itu makan bersama. Yang satunya sedang kesal dan galau dengan istrinya dan mencari pengalihan, Yang satunya lagi sedang merencanakan sesuatu.


" Kau kenapa? Wajahmu kusut sekali?"


Lila bertanya pada Zaky yang sibuk mengunyah makanannya.


" Tidak apa apa. Kau tidak makan?"


"Tidak, Perutku tidak enak."


" Apa kau sakit?"


" Iya, gangguan lambung." Berbohong.


" Kau harus makan dengan teratur."


Lila mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya dan menyodorkannya pada Zaky.


" Ini credit card mu. Aku sudah tidak memerlukannya lagi. Maaf mungkin aku berlebihan menggunakannya."


"Ohh baiklah."


" Dan Aku akan berhenti bekerja.. saat proyek hotel ini mulai di kerjakan. Kau tidak membutuhkan aku lagi."


" Kau yakin?"


Zaky menatap Lila tersenyum. Lila juga menatap Zaky sambil tersenyum.


Setidaknya kau akan berpikir baik tentanga aku. Jadi kau tidak akan menyalahkan aku nanti.


" Lila, Apa kau mau menemaniku ke pesta nanti malam. Anggap saja tugas terakhirmu sebagai assisten sekretaris. Robi akan makan malam dengan istrinya."


" Apa tidak apa apa? Aku takut nanti istrimu-"


" Tidak. Aku akan memberitahunya nanti.


---


" Katakan pada anak anak aku tidak kesana malam ini." Kata Zaky pada Tia melalui sambungan telepon.


" Baik."


" Aku akan pergi ke pesta klienku."


Tidak ada jawaban.


" Bersama Lila."


Tidak ada jawaban. Hening.


" Boleh a-"


"Ya." Tia memotong. Panggilan berakhir.


Di seberang sana Tia tertegun.


Hebat sekali wanita itu bisa membuat Zaky pergi bersamanya. Ini belum sebulan, aku berjanji tiak akan menghentikan mereka. Semoga ini tidak menjadi buruk. Zaky, buktikan padaku bahwa kau memcintaiku. Jangan Lakukan apapun. Aku mohon.


Zaky melihat ponselnya.


Di matikan? Dia tidak marah kan? Aku akan memberitahunya nanti bahwa Lila akan resign. Dia pasti tidak akan marah. Lagipula ini kan cuma ke pesta.

__ADS_1


Dan di tempat lain, Lila sedang mematut diri di depan cermin.


Aku bersumpah akan mendapatkanmu malam ini. Kau tidak akan bisa meninggalkan aku, meski istrimu meninggalkanmu.


Lila tersenyum jahat.


---


Mereka akhirnya tiba di pesta. Bukan pesta yang besar, hanya jamuan makan malam bersama kolega di sebuah apartemen. Zaky mengobrol dengan kliennya sementara Lila berbicang sambil menikmati dessert bersama beberapa wanita.


" Bersulang!" Kat Ferdi, salah seorang klien Zaky.


" Maaf aku tidak minum." Kata Zaky.


" Ooh Ayolah, pergi ke pesta tapi tidak minum?"


" Tidak. Aku akan menyetir nanti."


" Ayolah Zaky, kita rayakan kerja sama kita."


Meski enggan, Akhirnya Zaky mengambil gelas dan menegukya. Rasa panas mendera kerongkongannya. Teman temannya bersorak.


Dari jauh Lila memperhatikan Zaky, kemudin menghampiri sekumpulan pria itu.


" Kau mabuk?"


Baguslah. Aku tidak perlu memaksamu minum.


Zaky tidak menjawab. Kepalanya terasa berat. Satu gelas wine kualitas tinggi mampu membuat seseorang mabuk dengan cepat.


" Kau pergi dengannya kan? Antarkan bos mu pulang nanti, ya?" Kata Ferdi pada Lila.


Lila mengangguk.


--


Lila menyetir mobil. Tiba tiba Ia merasa mual. Ia menepi sebentar Lalu minum air mineral.


Zaky di sampingnya bersandar di kursi setengah sadar.


" Enghhh.. Lila, kau kenapa?"


" Aku tidak apa apa."


Mengapa aku mual sekali. Jangan sampai rencanaku jadi kacau. Hey Bayi. Apa kau tidak ingin punya papa seperti dia?


Lila mengusap perutnya. Sebentar kemudian, Ia merasa mualnya reda dan melanjutkan perjalanan pulang.


Mereka tiba di apartemen Zaky. Lila membopong Zaky dengan susah payah sampai di depan pintu Apartemen Zaky.


" Zaky, passcode nya apa?"


" Enghh apa?"


" Passcode Zaky, Passcode Apartemenmu!"


Dia berat sekali.


Lila menjatuhkan Zaky hingga terduduk di depan pintu.


" Ohhh.. emh ulang tahun istriku."


"Apa?"


" Enam belas enam belas enam belas.. hahahaha." Zaky meracau.


Dia benar benar mabuk. baguslah.


Lila menekan tombol passcode. pintu terbuka. Ia menyeret Zaky dan merebahkannya di atas kasur. Kelelahan, Ia juga merebahkan diri di samping Zaky.


Ia menopang kepalanya dengan siku, menatap Zaky dan mengusap rambut zaky.


Kau milikku malam ini...


---


Kalo suka ceritanya tolong Like, koment, rate, dan jadikan Favorite yah.

__ADS_1


Yang uda vote, Makasi banyak ya 😊


❤❤❤


__ADS_2