
Lila masuk ke Apartemennya. Apartement mewah yang di berikan Zaky pada Lila sebagai tempat tinggal sementara. Ada dua kamar disana dengan 1 kamar mandi. Ada dapur kecil dan juga ruang tamu. Begitu membuka pintu balkon, akan terlihat pemandangan kota yang luar biasa. Perabotan mahal berjajar di sana. Lila tidak pernah bermimpi akan tinggal di tempat seperti ini. Saat menjadi pacar benny Ia hanya di berikan kontrakan biasa. Padahal Ia sangat membantu benny dalam mengelola perusahaannya.
Sejak sekolah Lila memang pintar, dan juga ramah. Tapi tampaknya Luka masa lalu menutup nuraninya hingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, Bahkan merusak pernikahan orang lain.
Lilabmerasa tidak enak badan. Mungkin karena diguyur hujan kemarin. Ia meminum sebutir paracetamol yang di belinya saat pulang tadi. Ia beranjak ke kamar dan merebahkan diri. Ponselnya berdering. Chat dari Zaky.
"Sedang apa?"
"Rebahan. Kenapa?
"Apa kau ke kantor tadi?"
"Iya. Sekarang Aku sakit."
"Sudah tahu semalam basah mengapa ke kantor?"
" Kamu yang menyuruhku kan?"
" Itu kan basa basi di depan supirku."
" Dasar!"
"Yasudah."
"Apa?"
Tidak ada balasan. Lila melempar ponselnya.
" Mungkin dia sedang bersama istrinya."
Lila pun tertidur. Dalam mimpinya Ia berjumpa dengan Istri Zaky. Dia wanita yang galak dan jelek.
Ting tong! Terdengar suara bel. Baru setengah jam lila tertidur akhirnya terpaksa bangun.
" Dira dira.. mengganggu saja!" ketus Lila. hanya sepupunya yang tahu dimana Ia tinggal.
Lila pun membuka pintu.
"Zaky!"
" Astaga lama sekali!"
" Malam malam datang kesini?"
" Katamu Kau sakit!"
" Iya.."
Lila sama sekali tidak menyangka jika yang datang adalah Zaky. Karena Tadi sore Zaky memutuskan chatnya. Zaky masuk ke dalam menenteng beberapa bungkusan. Ia meletakkan bungkusan itu di atas meja, duduk dan mulai membukanya satu per satu.
" Ini nasi dan ayamnya, ini buah potong, yang ini jus buah, coba lihat labelnya ada vitamin c nya. Seribu miligram, wah minum.. cepat minum yang ini."
" Kenapa banyak sekali?"
" Kamu kan sakit, Aku pikir pasti kamu lemas tidak bisa beli makanan. ternyata tidak lemas sama sekali. Aku jadi menyesal kesini." Menyalakan televisi. Memakan buah potong yang di bawa tadi.
" Heh, kenapa di makan? bukannya untukku?"
" Iya. Makan nasi dulu lalu obat.. baru makan ini."
"Aku sudah minum obat tadi lalu tertidur. Jadi tidak terlalu lemas lagi."
Lila pergi ke dapur mencuci tangan dan mengambil piring juga sendok. Zaky sibuk menonton sambil makan buah. Lila makan nasi dengan lahap. Ia lapar sekali.
" Apa tidak apa apa malam malam kesini? Istrimu.."
"Tidak. Aku bilang mau main futsal."
" Ohhh.." Mengunyah lagi.
Mengapa dia baik sekali padaku. Aku jadi jatuh hati padanya.
__ADS_1
" Jangan menatapku.." kata zaky.
" Mengapa kamu baik sekali?"
"Aku tidak tahu." Membalikkan badan menghadap Lila.
" Apa kau suka padaku?"
"Tentu saja aku suka padamu. Untuk apa malam malam datang ke tempat asisten sekretaris jika bukan karena suka padamu?"
" Apa kau mencintaiku?"
Jawab iya.. iya...
"Hmm belum. sepertinya belum sejauh itu."
" Tapi aku mencintaimu..."
" Hahaha.." Mengambil paha ayam. Menyodorkan ke mulut Lila.
Apaan si. Merusak suasana saja.
Zaky menonton lagi. Lila mencuci tangan dan minum jus buah. Ia duduk di samping Zaky. Bukan menonton televisi, tapi menonton Zaky.
" Mengapa memandangku terus?"
Lila tidak menjawab. Ia membalikka badan menghadap televisi.
" Pergi mandi Air hangat dan tidurlah."
" Aku baru saja makan.. kenyang sekali."
" Cepatlah mandi, Aku akan pulang. Aku takut kamu pingsan di kamar mandi nanti."
Lila tersenyum.
Yang benar saja..
Lila bangkit hendak mandi. Tiba tiba Ia terpikirkan sesuatu.
Ia pun masuk ke kamar mandi.
15 menit kemudian Ia selesai mandi. Ia pun berteriak.
" Zaky! Aku lupa membawa handuk."
Zaky menoleh dari televisi. bamgkit dan mencari cari.
Merepotkan saja.
Ia menemukan handuk di atas kasur dan kemudian mengetuk kamar mandi. Lila mengintip dari balik pintu.
Hey. Apa kau tidak terpikat padaku.
Zaky memberi handuk lalu duduk kembali di depan televisi.
Lila yang di tinggalkan lagi malah kesal. Ia berjalan membelakangi Zaky sambil mengomel tidak jelas. Pergi ke kamar hendak memakai baju. Tanpa di sadari Zaky mengikuti Lila ke kamar. Ketika Lila berbalik hendak membuka lemari Ia sungguj terkejut melihat Zaky.
Akhirnya dia terjerat.
Zaky memegang kedua bahu Lila. Lila sampai berdebar debar. Zaky lalu membalikkan badan Lila. Rambut Lila yang basa memenuhi punggungnya. Zaky memegang ujung handuk Lila.
Ya Tuhan dia mau apa. Aku belum siap untuk itu.
"Hey apa ini darah? " Kata Zaky yang memegang ujung handuk lila.
" Ehh.. Aduhh.. lepaskan!"
Aku menstruasi.
" Kenapa? Apa kau terluka?"
__ADS_1
" Tidak."
Wajah Lila merah padam karena malu.
" Aku datang bulan."
" Ohh syukurlahh.. Aku kira kamu terluka."
" Yasudah keluar sana."
" Ia baiklah."
Aduh malu sekali.
Lila selesai berkemas memakai piyama bercelana pendek. Di lihatnya Zaky memegang ponselnya di dekat pintu sudah mau pulang.
" Aku pulang dulu ya.. Istirahatlah."
"Iya. "
Zaky keluar dari Apartement Lila. Ketika berada di depan lift Ia terpikir sesuatu.
Aku turun dengan tangga saja. Tia bisa curiga jika aku pulang masih wangi begini. 6 lantai anggap saja olahraga.
Zaky pun mulai menuruni tangga. Tiba di lantai 2 dia sudah ngos ngosan.
Aku pasti sudah gila. Demi dia aku membohongi istriku.
---
Tiba dirumah.
" Sayang, kamu sudah pulang?"
"Iya sudah."
"Kelihatannya Lelah sekali? main futsal bersama siapa?"
" Arya." sambil membuka sepatu.
" Arya? tadi Arya kesini.."
"Apa??"
Matilah aku.
" Kamu tidak sedang berbohong kan?"
" Tidak sayang. Aku main futsal dengan Arya yang lain."
" Ohh.. Arya sahabatmu cuma itu yang ku kenal. Dia menyempatkan diri bertamu ingin sekali mengobrol denganmu. Keponalannya pindah di rumah yang di ujung komplek kita sayang."
" Benarkah? Aku akan meneleponnya nanti. Aku mandi dulu ya."
Mengecup bibir Tia Lalu kabur.
Hampir saja.
Di dalam kamar mandi Zaky berpikir. Di tengah siraman air hangat.
Apa aku berselingkuh? Aku kan tidak tidur dengannya. Aku hanya butuh teman bicara. Tentu saja itu wajar. Tia sibuk dengan anak anak. Apa Ia marah jika mengetahui ini. Aku sungguh tidak ingin menyakitinya. Apa aku sudah terlalu jauh. Ya Tuhan bagaimana ini?
---
Teman teman aku mohon dukungannya.
Agar aku termotivasi dan semangat untuk menulis lagi.
Aku harap jika berkenan, setelah selesai membaca harap menekan Like, tolong di comment juga. Jika sempat aku minta di vote dan beri Rating ya teman teman.
Bagiku pertisipasi kalian sangat berharga.
__ADS_1
Selamat membaca Episode selanjutnya ya.
Di tunggu Apresiasinya 😊😊😊