SELINGKUH

SELINGKUH
Perjuangan Cinta (3)


__ADS_3

Tia menatap Zaky khawatir. Pikirannya di penuhi tanda tanya terlebih melihat Zaky yang seperti sedang mabuk dan pakaian berantakan.


" Zaky, sayang, apa yang terjadi?" tanya Tia berdiri di hadapan Zaky dan menepuk pelan pipi suaminya.


" Zaky, Zaky, sadarlah, ada apa denganmu?"


Ree yang tadi terjerembab telah berdiri lalu menghampiri mereka. Ia mendorong bahu Tia dengan kasar.


" Lepaskan tanganmu, dia milikku, benarkan sayang?" Ree mengusap rambut Zaky. Zaky mengangguk menjawab Ree.


" Apa yang kau lakukan padanya? Kau menjebaknya kan? Zaky sadarlah. Ayo kita pulang." Tia menarik lengan Zaky. Zaky menggeleng.


" Kau lihat? dia tidak mau pulang, pergilah. Dia akan tidur bersamaku malam ini."


" Kau sudah gila! Zaky, ayo!" Tia berusaha membuat Zaky berdiri. Tya terperanjat saat Zaky kemudian menepis tangannya.


" Siapa kau?!" Tanya Zaky pada Tia. Membuat mata tia tergenang dan berkaca.


" Akuhhh.. Akuuuh.."


" Kau lihat? Percuma saja kau memaksanya. Obat itu membuatnya berhalusinasi."


" Obat?"


" Iya, GHB.. pergilah!"


Plakkk!! Tia menampar Ree. Terkejut, Ree mengangkat tangannya untuk menampar Tia, namun dengan cepat Tia menepisnya.


" Beraninya kau menjebak suamiku!"


" Dan kau berani menamparku!" Ree menjambak rambut Tia dan Tia membalas mencakar wajah Ree. Hingga Tiba tiba Zaky duduk sempurna dan berteriak.


" Hentikan!!" Kedua wanita itu berhenti dan terpaku sesaat.


"Kalian berisik sekali! Merusak gairahku saja."


Mendengar kata gairah itu, Ree seperti di atas angin. Ia lantas bergelayut manja pada Zaky sementara Tia menatap dengan tangan terkepal.


" Tadinya kita akan bermesraan sayang, lihatlah pakaiku, tapi wanita itu datang merusak segalanya!" Ree mengompori.


Zaky memandang Tia sekarang, Tia hampir frustasi dengan fakta Zaky sedang berhalusinasi. Jika tidak, Ia pasti dengan mudah membawa Zaky pulang.


" Ayo sayang, kita ke kamar. Bukankah kau ingin bersamaku? biarkan saja perempuan ini, dia akan pergi sendiri." kata Ree lagi.


Zaky melepas pelukan Ree dan berdiri mendekat ke Tia.


" Tidak, aku suka dia, wanita dengan piyama dan rambut yang basah." Zaky meraih wajah Tia dan menekan rahang Tia dengan tangan kanannya, sementara tangan kiri menelusuri paha Tia. Zaky mencium Tia dengan kasar hingga menekan tubuh Tia ke dinding. Ree menjadi panas, amarahnya membuncah melihat adegan di hadapannya.


Sialan, bahkan saat tidak sadar ia tetap memilih istrinya. Menciumnya dengam cara seperti itu, ahh Zaky memang tipeku. Tapi aku tidak mau jadi penonton!


Tia mendorong dada Zaky untuk menghentikan ciumannya. Ia tidak mau melakukannya di tempat ini, di saat seperti ini apalagi di depan Rebecca.


" Sayanghh Emh.. hentikan.. hentikan.."


Ree sudah tidak tahan lagi. Hatinya tersulut kemarahan karena cemburu.


" Hentikan! Pergi dari rumahku. Kalian benar benar kurang ajar!"


Zaky sama sekali tidak bergeming, bahkan kini ciumannya turun ke leher membuat Tia kelimpungan. Tia akhirnya menangkup wajah Zaky untuk mendengarkannya.


" Sayang, Kau ingin bercinta kan?" Zaky tidak menjawab, hanya mengecup.


" Sayang, ayo kita lakukan di mobil."


" Di mobil?"

__ADS_1


" Iya, bukankan itu sangat menyenangkan?"


Zaky mengangguk.


" Cepat berikan kunci mobilmu, kita akan pergi. Zaky memberikan kunci mobil dari sakunya. Mereka berjalan ke arah pintu."


" Ingat Zaky! Kau akan menyesal karena mengacuhkanku! Aku akan membatalkan investasiku!"


Prangg! Sebuah pajangan melayang dan pecah di dekat Kaki Zaky. Mereka tidak peduli dan beranjak pergi meninggalkan Ree yang frustasi karena rencananya gagal disaat terakhir.


Tia menyetir mobil sementara Zaky duduk di sampingnya. Sesekali Tia mengetuk setir dengan jarinya, gelisah berkendara ditengah hujan deras begini.Jarak pandang sangat terbatas. Tangannya yang lentik begitu piawai memutar setir ke kanan dan kekiri mengikuti arah jalan. Zaky memperhatikannya sambil tersenyum. Tia agak heran saat melihat Zaky.


" Kau sangat keren menyetir dengan piyama dan rambut yang basah." kata Zaky dengan nada normal.


" Hah?"


Apa? dia bicara dengan normal?


Tia membanting setir ke kiri lalu menepi. Ia menginjak rem mendadak.


" Kau sudah sadar? cepat sekali?" Tia memelototi Zaki.


" Aku tidak mabuk."


"Apa?"


" Hahaha. Kau bahkan cantik sekali jika terkejut."


"Zaky?" Tia meraih wajah Zaky, memeriksanya. Zaky malah menarik dan mengangkat tubuh Tia hingga kini Tia dalam pangkuannya. Mereka berdua menghela nafas dan tersenyum. ( kira kira gini ya kalo di pangku 😆)



" Kau memang tidak mabuk? bukankah Ree mencampurkan obat?"


"Syukurlah, lalu mengapa kau bersikap pura2 mabuk? mengapa tidak pulang saja jika sudah curiga?"


"Aku sedang marah padamu, dan aku juga punya perjanjian bisnis dengannya. Jadi aku pikir lebih baik aku ikuti saja permainannya. Tadinya aku mau pura pura pingsan sampai pagi, tapi mendengar suaramu di balik pintu muncul ide lain di kepalaku."


"Aku pikir kau menciumku begitu karena mabuk, ternyata.. dasar.. " Tia mencubit pipi Zaky.


"Kau sangat seksi tadi. Aku melihat versi dirimu yang lain malam ini. Kau mendorong Ree sampai terjatuh, kau juga menamparnya. Aku mengintip dan ingin sekali bersorak Yey! istriku menang. Tapi aku sedang bersandiwara."


"Aku sangat takut jika tadi kau tidur dengannya."


"Tidak akan. Kau tahu aku mencintaimu. Aku juga tahu kau sangat mencintaiku, Lihatlah dirimu, meninggalkan bayi itu dan menghampiriku dalam hujan dengan pakaian seperti ini."


"Aku khawatir sekali. Maafkan aku soal makan malam." Tia menyandarkan dagunya di dahi Zaky. Karena dalam pangkuan, posiainya lebih tinggi dari Zaky.


"Tidak apa, melihatmu di sini semua kemarahanku pergi. Lalu dengan apa kau pergi ke tempat Ree?"


"Mobil Robi, bocor dan ku tinggalkan."


"Lalu?"


"Aku naik taksi."


Zaky meremas paha Tia.


"Kau naik taksi dengan pakaian seperti ini!"


"Aku tidak punya pilihan." Wajahnya cemberut menatap wajah Zaky yang sejajar dadanya.


"Ya sudah, aku maafkan. Tapi lain kali jangan begini. Sudah dua kali, ke kantor polisi lalu di taksi. Kau harus membayar kesalahanmu. Beri aku jatahku." Zaky berseringai lalu menggigit kalung Z kecil di leher Tia.


"Jangan di gigit! Aku sudah kehilangan antingku untuk membayar taksi. kau harus membayarnya."

__ADS_1


"Yasudah, berikan jatahku dan aku akan memberikanmu jatahmu."


"Aku tidak mau. Itu curang sekali."


"Harus mau. Haha..."


"Sekarang?"


"Iya."


"Di mobil?"


"Siapa yang peduli, hujan begitu deras. Tidak akan ada yang melihat."


Tia mendongak dan tertawa. Zaky sudah menelusupkan tangannya ke dalam bra.


" Kau sudah gila. Aku tidak mau di tangkap satpol PP!"


Zaky tidak peduli. Melihat Tia malam ini membakar gairahnya. Pokoknya malam ini Ia akan ******* habis tubuh Tia, di dalam mobil yang terpakir di tepi jalan, dalam guyuran hujan yang deras membahana.


---


Istri yang cantik dan lembut katanya? istrinya tadi berani mendorong dan menamparku! Bertahun tahun aku ingin bermesraan dengannya, aku malah jadi penonton. Sialan. Aku harus membatalkan investasiku.


Rebecca menelepon James Watson, kakak kandungnya. Chairman Watson Corporation, jadi dialah yang berhak memutuskan segala investasi.


" Ada apa Ree? dimana kau?" Terdengar suara James berbicara dalam bahasa Inggris.


" Aku di indonesia. Kak, aku mohon batalkan investasi pada perusahaan ZAK Company."


" Kau masih peduli mantar pacarmu hah?"


" Ayolah kak, aku mohon."


" Tidak bisa Ree, aku terikat kontrak jadi tidak bisa semena-mena menghentikan investasi begitu saja. Ini juga menyangkut citra perusahaan di mata dunia. Kembalilah kesini dan lupakan dia."


"Aku tidak bisa."


"Kembalilah. Kau hanya tidak mau."


Ree menutup pamggilan. Ia melempar ponselnya ke dinding. Ia mulai menangis, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan duduk bersimpuh di lantai.


---


Kembali ke belakang saat Zaky selesai menjawab panggilan dari Ree yang mengajaknya makan malam. Zaky menelepon James kakak laki laki Ree yang merupakan teman lamanya saat kuliah di Oxford University. Dari James juga akhirnya Zaky mengenal Rebecca.


" Adikmu mengajakku makan malam. Jika aku menolak, dia akan membatalkan Investasi perusahaan kalian. "


" Omong kosong, Kau tahu tidak akan semudah itu."


" Entahlah, terserah pada Chaiman Watson Corporation, yang terhormat Mr. James Watson."


" Kau senang menggodaku ya?"


"Haha.. Aku pikir dia yang memegang jabatan tertinggi di perusahaan kalian."


" Hey! aku masih hidup."


" Ya sudah. Aku akan menemaninya sebentar lalu pergi."


"Terserah kau saja."


Kedua Pria itu tertawa.


---

__ADS_1


__ADS_2