SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Geram


__ADS_3

Rian masih betah menunggu sang adik keluar kamar meski dengan wajah penuh mimik kesal.


Ia sudah berpakaian rapi, sekalian berangkat ke kantor lebih awal. Pikirnya.


"Taraa! Yuk jalan!" ajak Agista dengan ceria, ketika tiba-tiba keluar dari dalam kamarnya dan melangkah pergi begitu saja.


Rian yang mengamati seragam adiknya itu lantas menarik tas gendong Agista agar mundur dan sejajar dengan dirinya. "Heh, bentar!"


"Apaan lagi sih kak?" dengus Agista kesal, apalagi sekarang Rian membolak-balikkan tubuhnya, mengamati dengan lamat seragam miliknya.


"Masuk kamar lag! Ganti seragammu!" perintahnya dengan singkat dan tegas.


"Hah! Apa yang salah sih?" tanyanya heran, ikut mengamati seragamnya sendiri. "Udah pas gini kok, seragam baru juga."


"Ck! Rokmu kependekan dan atasanmu terlalu pas dengan lekuk tubuhmu." sahutnya sedikit kesal. "Mau sekolah apa mau gaya-gayaan, hah?"


"Dua-duanya lah." sahutnya enteng, membuat Rian jadi mengeram.


"Agis." ucapnya mengetatkan rahang.


Agista memutar bola matanya jengah. "Iya kak, iya." sahutnya ciut ketika kakaknya mulai marah. "Tungguin bentar! Agis gak lama."


"Iya, cepetan!" sahutnya. bersindakap.


****


Untukmu, semua hati yang pernah mencintai dan dicintai. Yang pernah di khianati sampai tak ingin hidup lagi. Baca kisah ini dengan hati hati.

__ADS_1


****


Ketika Agis baru menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya, tiba-tiba saja Dedi berteriak memanggil nama Rian.


"Rian." ucapnya seraya memanggil.


Seketika Rian menoleh pada papinya. "Iya pi. Ada apa pagi pagi udah teriak-teriak?" tanyanya heran.


"Apa ini?" melemparkan sebuah majalah diatas meja dengan emosi. "Jelaskan pada papi!"


Tanpa Rian lihat, ia tahu apa itu isinya. Ia jadi menelan ludah dan bingung bagaimana menjelaskannya.


"Argh! Kenapa si Irfan belum beresin sih." gumamnya kesal, menyalahkan asistennya itu.


"Jawab papi!" desak Dedi kembali, ketika Rian enggan menjawab dan malah bingung sendiri. "Papi sudah bilang untuk tidak mempermainkan wanita, dan kamu malah selalu menjadi topik utama karena setiap hari berganti wanita."


Dedi hanya bisa menghela nafas. "Apapun itu alasanmu, papi gak mau dengar ada berita seperti ini lagi. Memalukan!" sahutnya tegas. "Usiamu sudah matang dan waktunya kamu berkeluarga."


"Ah papi, melajang diusia tiga pilih tahun seperti ini masih trendi." sahutnya enteng.


"Rian!" geramnya.


Seketika Rian menunduk, menghormati. "Iya maap."


"Kalau gak secepatnya kamu bawa calon menantu untuk papi, papi akan menjodohkanmu dengan Mela." ancamnya.


Sontak Rian jadi meringis, membayangkan hidup bersama wanita menjengkelkan sepertinya adalah tidak mungkin.

__ADS_1


Rian hanya bisa diam tanpa menyahut, lalu menoleh pada adiknya yang tiba-tiba sudah berlari keluar rumah begitu saja. "Agis." geramnya.


"Yaudah pi aku berangkat, aku mau ngejar Agis." pemitnya, lalu berlari begitu saja mengejar sang adik yang menyebalkan.


Dedi yang melihat tingkah kedua anaknya itu hanya bisa menggelengkan kepala. "Mereka berdua ya gak pernah akur, dasar." dengusnya.


"Papi." panggil Sefia tiba-tiba dari belakang, membuat sang suami menoleh.


"Mami kok udah bangun?" tanyanya, sembari segera merangkul tubuh istrinya yang tengah rapuh.


"Gimana gak bangun kalo papi teriak." sahutnya lemah, dengan suara seraknya dan terbatuk.


"Maaf ya sayang." ucapnya bersalah, mengelus punggung istrinya. "Tadi papi gak bisa mengontrol emosi."


Sefia hanya bisa mengulas senyum tipisnya. "Emosi itu tidak baik pi." ucapnya lembut, menatap Dedi yang tengah merangkulnya. "Mami yakin Rian pasti akan segera menemukan wanita yang tepat."


"Semoga mi." sahutnya penuh harap. "Karena seharusnya dia sudah bisa hidup bersama dengan istri juga anak-anaknya, lagi pula Agista sudah besar dan bisa melindungi dirinya sendiri."


"Tapi bagi Rian, Agista masihlah adik yang manja dan dia rela menggantikan kita yang sudah rapuh untuk menjaga Agis selama ini." sahut Sefia pilu. "Semoga Rian bisa menentukan jalannya sendiri, Pi."


"Iya mi, semoga." harapnya, lalu mengecup kening istrinya.


****


Hai Hai, udah pada kangen ya?? hehe


Disini akan ada kisah Rian, Desi, Putri, Agis dan Yuda :*

__ADS_1


Terus Dukung! InsyaAllah rajin UP tiap hari lagi.


__ADS_2