SELINGKUH

SELINGKUH
Lila kembali


__ADS_3

Selang sehari setelah kedatangan Zaky, mereka akhirnya pulang. Mama berpesan pada Zaky untuk tidak main main lagi, apalagi mereka sudah memiliki 4 putri. Papa Hanya menepuk nepuk pundaknya saja.


Tiba di rumah, semua kelelahan. Maklum, mereka jalan jalan seharian setelah papanya datang menyusul. Nami bakan sempat demam tapi berangsur pulih. Kejadian ini benar benar menguras pikiran dan energi. Zaky dan Tia bersyukur akhirnya semua kembali seperti semula, yang berbeda hanya Zaky yang lebih romantis. Ya, sejak bertemu arya dia belajar bersyukur, dan Tia jadi terasa sangat berharga baginya sejak Ia hampir kehilangannya.


Dua minggu berlalu, Semuanya aman dan tentram. Tya sedang sibuk mendaftarkan Zoya masuk sekolah Taman kanak kanak. Ia juga mengurus penyaluran dana donasi. Ia bertemu farel beberapa kali, tapi tidak ada obrolan penting, hanya tentang dana donasi saja.


Zaky sendiri sibuk dengan pembangunan hotelnya. Robi membantunya kadang sampai lembur. Robi sendiri sedang ada masalah sebenarnya, tapi Ia berusaha professional.


Waktu menunjukkan pukul 10. Zaky menyeruput kopi di kantornya. Di Area parkir kantor, sebuah mobil berhenti. Lila tersenyum dari balik kaca. Ia turun dari mobil, Dira menghampirinya, terkejut dan heran. Setelah mengatakan akan bertemu Zaky, Lila meninggalkan dira. Dira dan beberapa temannya berbisik bisik menebak tujuan kedatangan Lila. Mereka mulai bergosip panas.


*Apa Ia belum menyerah?


Dia sedikit berisi, apa dia hamil?


Hamil? Tidak mungkin!


Untuk apa dia datang kesini*?


Lila masuk ke ruangan Zaky. Zaky yang sedang membaca berita online mengalihkan perhatiannya.


"Lila? kau di sini?"


Untuk apa datang lagi? aku sungguh tidak ingin punya masalah denganmu.


Lila memasang wajah sendu.


" Iya, apa aku boleh masuk?"


" Iya."


Harusnya aku bilang tidak.


Lila masuk lalu duduk di sofa berhadapan dengan Zaky. Ia menunduk memegang Tas nya. Zaky menatapnya serius.


"Ada apa?" tanya Zaky dengan nada datar.


Lila diam saja sambil berusaha menangis agar terlihat meyakinkan. Ia meremas tas nya.


Ini saatnya kita memberitahu papamu. Dia pasti sangat terkejut. Hihi


" Zaky, aku minta maaf harus datang lagi, Aku sungguh ingin menghilang dari hidupmu, tapi takdir memaksaku kembali."


" Langsung saja Lila.."


" Kau adalah satu satunya pria yang pernah tidur dengan ku, aku datang kesini meminta pertanggungjawabanmu."


Pertanggungjawabanku? terlambat sekali. Hey? kita bahkan tidak tidur bersama.


" Apa maksudmu?"


" Zaky, aku hamil!"


Lila menatap Zaky dan airmata akhirnya jatuh dengan dramatis, tepat seperti yang Ia harapkan.


Deg!


Suasana hening. Tatapan mereka terpaku.


---


Robi baru saja kembali mengurus sebuah urusan, Ia masuk dan melihat beberapa karyawan wanita bergosip.


" Hey! Kembalilah bekerja. Apa kalian di bayar untuk bergosip hah? Kerja saja di stasiun televisi!"


" Kami hanya membicarakan Lila..."


" Lila?"


" Iya, dia datang untuk bertemu pak Zaky.."


Oh tidak! Ia pasti akan membodohi bos lagi! aku tidak akan membiarkannya!


Secepat kilat Zaky berlari menuju lift. Para karyawan itu sampai keheranan. Melihat Robi seperti itu, gosip pun bertambah panas.


---

__ADS_1


" Kau hamil?"


"Iya."


Zaky terkekeh, kemudian tertawa. Lila menjadi kebingungan dengan respon Zaky. Ini sungguh di luar dugaannya.


"Apa kau akan membodohiku lagi?"


" Apa maksudmu?"


" Kau tahu maksudku."


Lila menggeleng. Ia tidak siap dengan Respon Zaky.


" Kau tahu aku tidak benar benar menidurimu, apa lagi sampai memperkosamu."


" Kau memperkosaku! Kau mabuk! Mengapa sekarang tidak mau mengakui!"


" Lila, kau ini lugu sekali. Dengan siapa kau berhubungan? Apa benar kau hamil? setiap kali berhubungan itu pasti meninggalkan bekas! "


" Apa kau tidak melihat darah itu?" benar benar menangis. Mulai frustasi.


" Kau bisa saja menusuk jarimu dengan jarum."


Mengapa dia bisa tahu.


" Kau..."


" Lila. Jika kau benar hamil. Itu bukan anakku. Temui papanya di tempat lain."


" kau kejam sekali Zaky."


" Kau yang kejam karena menjebakku."


" Kau yang kejam karena memperkosaku! sekarang tidak mau mengakui anakmu!"


Bumm!! Suara pintu terbuka kencang. Robi masuk dari sana.


" Apa apaan kau ini, mengagetkan saja!" Amuk Zaky.


" Heh kau itu tidak memperkosanya tahu!" Robi kesak karena mengira Zaky naif.


" Ap- Apa? kau sudah tahu?"


" Kau mau jadi pahlawan kesiangan?"


Robi beralih ke Lila.


"Lila hentikan ini semua."


" Aku hamil!"


" Apa kau hamil? Itu pasti bukan anaknya kau tahu itu!"


" Jangan ikut campur!"


Suara mereka menbuat beberapa karyawan mengupik di balik pintu.


" Kau pasti hamil dengan pria lain dan menjebaknya kan? Mengapa Lila! Hiduplah dengan baik."


" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bertanggung jawab! Aku tidak pernah tidur denganmu!" Zaky menegaskan.


" Apa buktinya kau tidak tidur dengan ku?"


"Aku ingat berlari mengejar istriku dengan memakai boxer pagi itu. Aku cukup mabuk jika harus memakaikannya sendiri dan kau pasti cukup syok mana mungkin memakaikannya padaku? kecuali kita memang tidak tidur bersama!"


Lila terperangah!


"Harusnya aku membuka semuanya."


*P*ak bos ternyata punya bukti lain. Syukurlah.


"Lalu seperti yang aku bilang tadi, tidak ada bekas apapun. Jadi Lila, dengan hormat aku mohon, pergilah sekarang dari sini."


Tangis Lila pecah. Ia tidak menyangka sandiwaranya berakhir seperti ini.

__ADS_1


"Aku tidak akan pergi sampai melihat kalian berpisah!"


Zaky terbakar emosi dan mengangkat tangannya. Robi menahan itu.


"Dia sedang hamil bos."


"Bawa dia pergi dari sini."


Robi menarik Lila keluar dengan kasar.


"Lepaskan aku!"


Semua karyawan menatapnya hina.


*Berani sekali dia menjebak pak Zaky.


Dia hamil? Lantas anak siapa?


Wanita tidak tahu malu.


Dia tidak tahu diri*.


Robi membawa Lila ke parkiran dan masuk kemobilnya. Robi memaksa Lila masuk. Mobil melaju. Mereka terdiam. Lila menatap kaca jendela sambil terisak.


" Kau sudah melewati batas Lila."


Hanya diam.


" Pergilah temui papanya yang sebenarnya. mengapa malah menjebak Zaky!"


Lila tetap menangis sambil menatap keluar.


" Temui benny, dia papanya kan?"


Lila terkesiap.


" Bagaimana kau tahu?"


" Jadi benar dia? dia pacarmu kan?"


Lila menggeleng.


" Akui saja, Aku melihat panggilannya di ponselmu terakhir kali kita bertemu."


"Tidak! Aku tidak ingin anakku punya ayah seperti dia."


"Terserah! tapi jangan menjebak Zaky dan menghancurkan pernikahan orang lain! Aku tidak akan membiarkannya."


:Dia memperkosaku." Usaha terakhir.


:Masih saja terus bilang begitu! Mana ada orang yang mengambil selfie setelah di perkosa!"


"Bagaima kau tahu?"


"Menurutmu bagaimana?"


"Kau yang menghapus fotonya!"


"Iya, aku! karena kau akan menggunakannya ketika ini tidak berjalan seperti maumu. Untung foto itu sudah lenyap!"


"Kau jahat!"


Lila memukul lengan Robi bertubi tubi. Robi sedang menyetir, lantas menepi.


"Kendalikan dirimu! kau sedang hamil!"


Robi memegang kedua tangan lila dan menahannya.


"Kau hamil. Yaa.. karena itu kau mual dan mengantuk. kau mual bahkan sebelum pesta malam itu. itu artinya kau sudah hamil."


Lila menyerah. Ia tidak punya senjata dan kehabisan energi. Robi tahu segalanya.


---


Mudah2an suka.

__ADS_1


❤❤❤


Jangan Lupa Like, comment, favorite, reta and vote ya pembaca yang baik 😊


__ADS_2