SELINGKUH

SELINGKUH
Agresif


__ADS_3

Rebecca menatap pria di hadapannya kini. Pria yang memang Ia cintai saat bersama dulu. Satu satunya pria yang menolak tidur dengannya. Itu membuatnya sangat terobsesi pada Zaky. Ia memikirkan segala cara untuk membuat Zaky betekuk lutut padanya. Hingga suatu saat Ia melihat peluang Investasi perusahaan di Indonesia dan melihat nama Perusahaan yang Ia ketahui milik ayah Zaky dulunya. Ia pun mendapatkan ide untuk memaksa Zaky memenuhi keinginannya.


Zaky berdiri, Ia merasa risih dengan segala tindak tanduk Ree di hadapannya kini. Wanita itu benar benar menguji kesabarannya. Melihat Zaky berdiri, Ree juga berdiri dan mendekati Zaky. Ia menyelipkan tangannya ke dalam jas Zaky dan mengusap dada bidang pria itu. Kesabaran Zaky habis. Ia menarik lengan Ree dan menggenggamnya dengan kuat.


" Owhhh.. Kau menyakitiku sayang."


" Hentikan ini Ree! Pergilah!" Zaky melepas lengan Ree dengan keras.


" Apa kau serius? Aku akan membatalkan investasiku!"


" Batalkan saja. Jika seperti ini, bukankah sebenarnya kau yang membutuhkan aku?"


Ya, itu benar. Aku yang membutuhkanmu.


"Tinggalkan aku. Hentikan investasimu jika kau bisa." Zaky menantang. Ia tahu Ree menginginkannya.


"Kau tahu sekali cara menekanku sayang. Kau tahu betapa terobsesinya aku padamu. Baiklah, aku tidak akan menghentikan investasiku, tapi ayo buat perjanjian."


"Katakan."


"Kau tidak akan menolak permintaanku. Apapun itu."


"Aku tidak bisa. Aku sudah menikah dan sangat mencintai istriku."


"Heyy, aku bilang kan permintaan, bukan se*s. Hanya permintaan kecil. Seperti makan malam bersama misalnya."


Aku tidak mau bermain api lagi. Kehadiran Lila saja sampai sekarang masih menyisakan konflik. Kenapa aku harus gila untuk bermain bersama wanita seperti Ree.


"Aku tidak punya waktu."


"Zaky.. Kau membuatku kesal sekarang! Baiklah, aku akan membatasinya. 3 kali makan malam dan ini selesai. Investasimu terselamatkan."


"Lebih baik aku bangkrut." kata Zaky datar.


"Kau bercanda?"


"Tidak. Istriku sangat berharga."


Wanita seperti apa dia! Sungguh menyebalkan.


"Kalau begitu 1 kali makan malam spesial di tempatku dan ini selesai. Aku bersumpah."


Zaky diam sejenak.


" Aku akan memikirkannya. Tinggalkan saja nomor ponselmu."


Akhirnya. Oh Zaky, penolakanmu itu membuat aku sangat penasaran. Aku semakin terobsesi untuk memdapatkanmu.


"Berapa lama kau akan menjawab?"


"Terserah aku."


Lagi lagi Ree tersenyum nakal. Sikap dingin Zaky malah membuatnya tergoda. Ia mengambil ponsel yang di sodorkan Zaky dan menyimpan nomor ponselnya. Ia kemudian menyodorkan kembali ponsel ke Zaky, ketika Zaky akan mengambilnya, Ree menarik tangannya. Ia menarik dasi Zaky lalu membisiki Zaky.


"Ingat, aku menunggu keputusanmu sayang." ucapnya dengan perlahan dan menggoda.


Ree lalu mengecup pipi Zaky ketika bersamaan dengan itu Robi muncul dan terperangah.

__ADS_1


" Bos? Ap-apa yang.." ia tidak bisa menyelesaikannya. Matanya tertuju pada sosok wanita berkulit putih yang sedang menarik dasi bosnya. Mereka berdiri tanpa jarak, membuat pikiran Robi menjadi liar.


Zaky terkejut merasa seperti tertangkap basah.


" Robi, syukurlah kau di sini, apa kau bisa mengantarkan Nona Ree ke lobi. Ia akan pergi."


" Tapi aku.. " belum sempat Ree menjawab Zaky mengambil ponsel di tangan Ree dan menarik dasinya dari tangan lentik itu.


" Nona Ree, Robi akan mengantarmu." Zaky berbalik menghempaskan tubuhnya di kursi meja kerja.


Ree menatap Zaky lalu mengedipkan mata. Zaky segera menoleh ke tempat lain. Ree mengambil tasnya lalu mengikuti Robi yang bejalan meninggalkan ruang kerja Zaky.


Wanita yang begitu agresif. Huft. Sayangku Tia.. Kuatkan aku, aku mohoooonn.


Di dalam lift, Ree hanya berdua dengan Robi. Robi gugup berduaan dengan wanita itu. Auranya seperti akan merenggut kesadaran Robi. Robi menatap laju lift, mengalihkan pandangan dari Ree, sementara Ree berdiri di hadapannya menatapnya nakal. Ree mendekati Robi. Robi gelagapan. Ree memainkan rambut Robi, pria itu terpojok di dinding lift.


" No-nona, Apa yang kau lakukan?"


"Apalagi, tentu saja menghodamu. Kau tampan sekali, hampir seperti bos mu.",Ree pun dengan agresif mencium Robi dan tiba tiba lift terbuka. Beberapa karyawati berdiri di sana menatap kedua orang itu yang masih di posisi sebelumnya. Mereka salah menduga, mengira Robi mesum demgan nona berkulit putih di lift. Mereka berbisik bisik.


Ree mundur, Ia kesal. Hampir saja ia mendapatkan Robi. Ree meninggalkan lift menuju lobi lalu keluar dan menghilang. Robi masih di lift, menekan tombol lift untuk naik ke lantai ruang kerja Zaky lagi.


" Kau selingkuh lagi bos?"


"Beraninya menuduhku."


"Lalu apa yang aku lihat tadi?"


"Pikirkan saja sendiri."


"Hanya perasaanku atau wanita itu memang sangat agresif ya?"


"Dia menyosorku di lift, dan para karyawati melihat kami berciuman. Cih!"


Zaky pun tergelak.


"Hati hati padanya. Dia mantan pacarku. Tapi bukan seleraku lagi."


"Yakin? dia cukup seksi.."


"Hey, bukankah kau sudah punya Lila?"


"Aku hanya bercanda."


"Apa kau sudah mengatakannya pada Lila? Ia menerimamu?"


"Dia belum memutuskan."


"Semoga saja.."


Robi mengangguk


---


Zaky sudah tiba di rumah. Ia menyapa anak anak yang sedang menonton televisi, Bi Tuti entah kemana. Zaky pamit untuk mandi lalu naik ke atas.


Di dalam kamar Ia melihat Tia sedang mengucir rambutnya. Ia meletakkan tas dan jas lalu memeluk Tia dari belakang.

__ADS_1


" Sayang maafkan aku. Aku tidak ingin bertengkar denganmu, tapi aku tidak bisa menerima jika kau menyusui bayi lelaki ******** itu."


" Maafkan aku juga. Tapi aku sungguh sangat kasihan padanya. Sayang, ada yang ingin aku katakan padamu."


Zaky tidak menjawab. Ia sibuk menghirup aroma sabun mandi di leher istrinya sementara tangannya merambat kemana mana.


Tiba tiba terdengar suara tangisan Bayi, Zaky menghentikan aktifitasnya.


" Itu suara bayi?"


"Iya, itulah yang akan aku katakan."


"Kau membawanya kesini?"


"Iya sayang, aku.. aku memutuskan untuk merawatnya."


Zaky melepas Tia.


"Bagaiman mungkin kau bisa memutuskan tanpa bertanya padaku!" tanya Zaky dengan nada tinggi.


"Sayang, ada banyak anak yang butuh donor asi, karena Adam bayinya Lila bukankah sebaiknya..."


"Stop Tia! Jangan katakan apapun. Aku sudah melarangmu dan kau tidak mendengarkan aku!"


"Tapi dia cuma bayi?"


"Bayi pria itu, pria yang menyakitimu juga melenyapkan putraku. Mengapa kau tidak mengerti? Kembalikan dia!"


"Sayang, aku... anak anak.. mereka suka adik laki laki."


"Persetan dengan semua alasanmu. Selamanya aku tidak akan pernah menerima bayi si brengaek itu!"


Zaky masuk ke kamar mandi dan membanting pintu. Tia hanya menarik napas kemudian menghampiri Bi Tuti di kamar Lila. Ia menggendong bayi Adam dan menyusuinya lagi.


Hey, kau membuatku dimarahi suamiku tahu. bersikap baiklah padaku. Jangan cengeng. Aku harap nanti dia bisa menerimamu.


Sementara itu Zaky amat sangat kesal dan marah. Ia berdiri di bawah guyuran air hangat yang membasahi seluruh tubuhnya sambil merenung.


Aku kecewa padamu. Bagaimana kau bisa merawat bayi Benny setelah semua yang Ia lakukan. Bahkan Lila ibu kandungnya bisa tidak peduli, mengapa kau peduli?


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote

__ADS_1


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2