
" Mau kemana malam malam.begini? hah?
turun."
" Datang datang kok marah si sayang."
Zaky berdiri diantara pintu mobil yang terbuka. Tangannya di pintu dan satunya di atap mobil. Tia sendiri duduk di depan stir dengan dress tidur tipis yang pendek berwarna gelap. Outernya sudah jatuh ke lengan menampilkan bahunya yang putih halus. Rambutnya di jepit ke atas dan kakinya telanjang. Pipinya merona karena mabuk.
Zaky memandangi istrinya, Rasanya ingin tersenyum karena dia begitu manis, tapi Zaky juga marah karena Ia memaksa keluar rumah malam malam begini.
"Cepat turun."
" Tidak mau.." menjawab sok manja sambil menggoyangkan bahu, menengadah ke atas melihat Zaky.
" Sudah cepat turun."
" Tidak mau.."
" Apa kamu tidak malu di lihat sama pak pandi? hem?"
" Pak pandi melihatku dari tadi, yakan pak." menjawab tanpa rasa bersalah.
Pak pandi terkesiap.
" Apa kau memandangi istriku pak?
" ti-tidak Tuan, Nyonya sudah seperti anak saya. Saya hanya..."
" Iya aku tahu. Bagaimana mungkin pak pandi tidak melihatmu, kau menyusahkannya malam ini. Sekarang cepat turun!"
Pak pandi menghela napas. Ia takut Tuannya salah paham. Zaky mulai kesal dan menarik tangan Tia.
" Ayo.."
" Gendong..."
" Apa?"
" Gendong Aku, baru masuk.."
Genit sekali si kamu.
" Yasudah."
Zaky mengangkat tubuh istrinya. Tya tersenyum senang. Satu tangannya memeluk leher Zaky dan satunya mengusap usap pipi Zaky. Pak pandi dari jauh menahan tawanya.
" Jangan ketawa pak.."
Mendengar tuannya, Ia langsung berbalik dan membukakan pintu. Zaky masuk menggendong Tya ke kamar. Bi Tuti yang keluar kamar untuk mengambil minum terkejut dan menahan tawa melihat mereka.
Seperti pengantin baru saja.
Mereka sudah di kamar dan Zaky menutup pintu dengan sikutnya. Ia membopong istrinya ke kamar mandi dan mendudukkan nya di atas wastafel.
" Kenapa kita ke sini? Apa kita akan mandi bersama?" Tia melingkarkan kedua tangannya di leher Zaky.
Sepertinya kau benar benar mabuk, sampai lupa kalau aku tidak boleh menyentuhmu.
" Tidak, Kau yang harus mandi agar mabuknya hilang." Zaky memegang kedua lengan Tya.
" Mandi bersama saja, Aku sangat merindukanmu. " Tya memeluk pinggang Zaky dengan kakinya. Zaky terkunci.
Aku juga. Tapi aku tidak mau. Karna kau akan menceraikanku besok pagi saat sudah sadar.
" Mandi sendiri saja, Lepaskan aku. Aku tunggu di kamar."
" Tidak mau, kalau tidak mandi bersama, aku tidak mau mandi."
" Yasudah, cuci muka saja."
" Cucikan." Tersenyum manis.
Zaky mengela nafas. Susah sekali menahan diri melihat istrinya begini.
Ingin sekali aku menerkammu, tahu?
Zaky menyalakan kran dan menyapu wajah Tia dengan air hingga beberapa kali. Ia memasang wajah datar. Padahal Ia menahan tawanya melihat tingkah istrinya. Sementara Tia terus menatap Zaky sambil tersenyum. Zaky sebisa mungkin menghindari kontak mata dengan Tia. Ia takut kebablasan. Ia tidak mau di ceraikan besok pagi.
Selesai mencuci muka, Zaky menggendong tia ke kamar dan mendudukkannya di atas kasur.
__ADS_1
" Sayang.." Tia meraih wajah Zaky dan mengecup bibirnya.
" Ayo kita bercinta, Aku rindu sekali.. ya? ya?."
Aku mau. Aku mau.
" Tidak. Kau harus tidur. Jika tidak, besok bisa sakit kepala."
" Tapi aku merindukan ini!" Tia menarik tali pinggang Zaky.
Deg!
Zaky menutup mata dan menghela napas lagi.
Menahan gairah yang mulai terbakar.
Kalau tidak ada perjanjian pasti aku sudah menelanjangimu dari tadi.
" Tidak boleh. Aku sedang tidak mau."
" Kenapa? apa aku jelek? aku kurang menggoda? baiklah, duduk di sofa. Aku akan menggodamu.
Fiuh! Akhirnya di lepas juga.
Zaky duduk di sofa kamar yang menghadap ke ranjang. Dia merentangkan tangan di sandaran sofa dan melipat sebelah kakinya. Tia berdiri di atas kasur, dengan lingerie dan sungguh itu pemandangan yang membuat darah Zaky panas. Tapi dia berusaha menahan diri, karena Tia sudah membuat peraturan, tidak ada kontak fisik. Lalu bagaimana jika Ia sampai tergoda malam ini, bisa bisa besok pagi Ia di ceraikan pikir Zaky.
" Sayang, aku harus apa ya untuk menggodamu? hemm?
"Jangan aneh aneh, sudah, bernyanyi sajalah."
" Baik baik". Tia meletakkan genggaman tangannya di depan bibirnya, seolah itu microphone.
" Potong bebek angsa.. masak di kuali.."
Spontan Tawa Zaky meledak.
" Nona minta dansa, dansa empat kali..." Tia semangat sekali sampai berjoget di atas ranjang.
Zaky tertawa sampai memukul pahanya sendiri.
" Sorong ke kiri sorong ke kanan, lalalala." Ia berputar putar.
"Heh, kenapa tertawa?"
"Kau ini, menggodaku dengan lagu seperti itu, apa apaan?"
"Aku kan bisa nya itu, aku bernyanyi untuk anak anak. Yasudah, bonus satu lagi.
Entah apaaa... yang merasukimu...."
"Jangan! jangan lagu itu!" kata Zaky melambaikan tangan di udara.
"Yasudah, ini super bonus." Tia berdiri memasang kuda kuda.
"Mau apa dia?"
"Lets kill this love, Rampapapapaapa..." katanya sambil melakukan dance ala ala korea.
Zaky tersenyum sambil mengangkat jempolnya, menyuruh Tia melanjutkan Tariannya.
Mengapa tidur dengan istri sendiri saja bisa jadi susah begini ya. Hahaha.. Karena keegoisanku.
Berhenti dari lamunannya tahu tahu tia sudah duduk di atas paha Zaky. Memeluk leher zaky dan mendekatkan wajahnya ke wajah Zaky.
" Kenapa berhenti?"
" Aku sudah lelah bernyanyi."
" Yasudah, tidurlah, aku akan pulang."
"Tidak mau."
Tia langsung mencium Zaky dan ******* bibirnya.
Bagaimana aku menghentikannya.
Semakin ingin berhenti tapi justru Zaky malah membalas lumatan Tia di bibirnya. Dan sekarang Ia menggigit halus bibir Tia. Tangannya menyusup di balik dress dan mengusap punggung istrinya. Ia menarik istrinya lebih rapat ketubuhnya.
Aku harus menghentikan ini.
__ADS_1
Otak dan tubuh Zaky sepertinya tidak sejalan.
Tia membuka kancing kemeja Zaky sambil berciuman. Tangan yang satunya meremas rambut Zaky. Mereka berdua seperti terbakar dalam gairah dan sama sama menikmati ciuman itu.
Lalu Zaky menolak bahu Tia menjauhinya, menghentikan ciumannya.
Aku ada ide.. Ahh kenapa tidak terpikirkan dari tadi?
"Ada apa sayang? kenapa berhenti?" Tia merengek manja.
" Berdiri. kita ke kamar bermain anak saja.
Tia berdiri.
" Tapi aku ingin bercinta denganmu." menarik narik kemeja Zaky yang sudah terlepas kancingnya, menampilkan dada bidang dan otot perutnya.
Aku juga, tahu?
Tidak menjawab, Zaky menggendong Tia keluar kamar. Sekilas bi Tuti yang tidak bisa tertidur melihat Zaky menggendong Tia dengan pakaian yang berantakan. Ia membuang wajah lalu tersenyum.
Mereka sekarang di kamar bermain anak.
Zaky melihat ke salah satu sudut atas kamar lalu tersenyum.
Di sini ada CCTV. Besok Ia akan melihat sendiri kalau dia yang menggodaku.
Zaky berdiri di bawah salah satu lensa.
" Heh CCTV, kau harus merekam bahwa istriku menggo..."
Tia sudah menyambarnya dengan ciuman.
" Lihat? Lihat ini? dia agresif sekali kan?"
Katanya sambil bicara ke lensa itu.
Lalu Zaky tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya kesofa.
Ia merebahkan tubuh istrinya dengan perlahan. Lalu dengan sekali tarikan, maka terlepaslah dress tidur itu. Zaky memandangi istrinya sekejap.
Aku rindu sekali . Akhirnya aku mendapatkannya malam ini.
Zaki berlutut di atas tubuh Tia. Ia bertumpu pada kedua tangannya yang berdiri kokoh di samping kepala Tia. Dia mulai menciumi istrinya. Dari bibir lalu ke telinga, berlanjut ke leher hingga setiap bagian itu tersapu ciumannya. Zaky meninggalkan beberapa tanda di sana. Bekas kepemilikan, dari lumatan dan gigitan Zaky di kulit istrinya.
Dia meremas bagian yang Ia sukai dan tangannya tidak berhenti meraba keseluruh tubuh istrinya.
Tia sendiri sudah terbakar gairah. Mungkin karena mabuk Ia menjadi sedikit liar malam ini. Ia menarik tali pinggang Zaky dan terlepas. Lalu menarik resleting dan celana panjang Zaky melorot. Mereka berdua tertawa dan melanjutkan kesibukannya. Biarlah CCTV yang jadi saksi kemesraan mereka malam itu. Malam yang panjang dan penuh gairah.
---
Akhirnya malam yang panjang berakhir. Tia tergeletak dalam pelukan Zaky. Mereka tertidur di sofa. Peluh membasahi sekujur tubuh mereka, padahal Zaky sudah menyalakan AC di tengah pertempuran tadi.
Tia tidur menyamping dan kepalanya berada di atas dada Zaky. Zaky memandangi wajah istrinya.
Baru beberapa hari saja tapi aku sudah sangat merindukanmu, rindu tidur seperti ini, rindu malam seperti ini. Kapan semua ini berakhir. kapan kau akan percaya bahwa aku tidak mencintai Lila? satu bulan itu lama sekali.
Zaky mengusap rambut istrinya lalu mencium puncak kepala Tia.
Aku bahkan rindu harum rambutmu.
Zaky mempererat pelukannya.
---
Pagi telah tiba. Matahari terbit dengan malu malu. Tia terjaga dari tidurnya. Matanya mengerjap beberapa kali lalu melihat sekitar. Ia sendiri, di atas sofa kamar anak. Hanya selimut yang menutupi tubuhnya. Badannya terasa pegal dan kepalanya pusing.
Semalam aku mabuk.
Tia memperhatikan tanda merah di lengannya,-
Bukankah ini...
-di dadanya, di perutnya.
Hey! Apa dia tidur dengan ku!
---
Jangan lupa ninggalin jejak teman teman. Like nd comment ❤
__ADS_1