SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Kejadian Heboh


__ADS_3

"Gimana? Udah cantik belum?" tanya Desi kepada dua temannya itu.


"Cantik banget." sahutnya heboh. "Gak ada yang nandingin kecantikan Desi si cantik, imut dan sexy."


Seketika mereka cekikikan bersama. "Iya dong." sahut Desi penuh bangga. "Tapi Rian sama Yuda kok belum dateng, ya?" tanyanya gelisah.


"Udah, tenang aja! Mereka berdua pasti dateng kok." sahut Mega menenangkan, sebelum dirinya kemudian melihat Mereka berdua yang ditunggu-tunggu datang.


"Des, mereka udah datang!" ucapnya memberitahu.


Desi menoleh, tersenyum ketika melihat Rian datang tentu dengan penampilannya yang memesona.


Sesudah memarkirkan motornya, segera Rian dan Yuda menemui ketiga temannya yang saling akrab itu.


Mereka melangkah mendekati dan sedikit terkesima melihat penampilan Desi yang begitu anggun dan feminim.


"Des, lo terlihat beda malam ini." puji Rian, membuat Desi tersenyum malu.


"Ah, kamu bisa aja." sahut Desi malu-malu. "Yuk kita kedepan panggung! Acara musiknya bakalan dimulai." ajaknya kemudian.


"Iya, yuk!" sahutnya, dan Desi menarik tangan Rian untuk bersama.


Rian dan Desi jalan beriringan didepan, tentu seperti biasa Mega dan Loli menahan Yuda dibelakang. "Udah! Jangan jadi obat nyamuk deh!" ledek Mega pada Yuda.


"Apa lo bilang? Dih! Siapa juga yang mau jadi obat nyamuk." sahut Yuda tak peduli.


"Ya elo lah! Biarin mereka berduaan, lo sama kita-kita aja."


"Dih! Ogah, gue mending sama temen yang lain aja." sahut Yuda, kemudian berbalik untuk pergi.


"Lah, dianya malah pergi." ucap Loli.


"Tau tuh! Yuk ah, kita nyusul Desi sama Rian didepan." ajak Mega.

__ADS_1


"Yuk." sahutnya.


Namun tiba-tiba tangan seorang pemuda memegang lengan Mega tanpa permisi, menghentikan langkah gadis itu untuk berjalan lebih.


"Mega." sapa pemuda itu, memegangi lengan Mega.


Sontak Mega dan Loli jadi menoleh. "Kak Rendi." gumamnya. "Lepas!" pintanya membentak, tak suka.


"Mega, aku pengen ngomong empat mata sama kamj! Ada yang pengen aku jelasin." pintanya seraya memohon. Enggan melepas cengkeramannya.


"Apa sih kak yang perlu kakak jelasin? Mega gak mau buang-buang waktu! Pergi aja sana sama selingkuhan kakak itu." ketusnya.


"Maaf Mega, kakak memang salah. Tapi kakak masih sayang sama kamu."


"Ah, udahlah! Ini bukan cuma yang pertama kalinya kakak nyakitin hati Mega, ini hati bukan batu yang bisa seenaknya kakak mainin." tolaknya dengan tegas.


Mendengar jawaban telak itu, seketika Rendi menarik tangan Mega tanpa permisi. Menariknya agar pergi mengikutinya dengan paksa.


"Diem!" bentak Rendi, menunjuk dan memeberi tatapan mengancam pada Loli. "Lo jangan coba-coba ikut campur urusan kita! Lo gak berhak!"


"Siapa bilang gue gak berhak, hah? Mega itu sahabat gue! Lo itu cuma pria bajingann yang gak sengaja Mega sukain." sahutnya dengan penuh penekanan. "Lepasin temen gue!"


Loli mencoba memisah tangan Rendi yang mencengkeram, tapi kekutan perempuan kalah dibanding dengan kekuatan laki-laki sehingga ketika Loli mencoba menarik tangan Rendi, seketika itu pula Rendi langsung mendorong tubuh Loli hingga terjerambat ke tanah.


"Kak Rendi, kamu apa-apaan sih kak? Kenapa kamu sekasar ini?" Tanya Mega heran, yang tak mendapat jawaban


Rendi berjalan tak menghiraukan walau Mega sudah meronta meminta untuk dilepaskan, ia masih saja menarik tangan Mega untuk masuk kedalam mobilnya.


"BUGH!" seseorang tiba-tiba menendang Rendi dari belakang, membuat pemuda itu jatuh terjerambat kedepan.


Mega menoleh. "Yuda." gumamnya.


Seketika Yuda menarik lengan Mega untuk bersembunyi dan berlindung dibelakang tubuhnya.

__ADS_1


"Sialan!" umpat Rendi kesal, bangkit dan menatap Yuda tajam.


Seketika Rendi melayangkan pukulan terhadap Yuda, tapi dengan mudah Yuda menangkap kepalan tangan itu lalu mengincinya kebelakang dan mendorong tubuhnya lagi hingga terperanjat kedepan. "Lo siapa berani-beraninya ikut campur, hah?" tanyanya ketika bangkit kembali.


"Gue pacarnya." sahutnya tenang, membuat Mega membelalak tak percaya.


Sontak Rendi tertawa sarkas. "Berani-beraninya ya lo ngaku-ngaku pacar Mega, Mega itu cintanya cuma sama gue."


"Enggak." sahut Mega tak terima. "Dia memang bener pacar Mega kok."


"Aku tahu, kamu masih cinta sama aku, jadi gak mungkin kamu semudah itu cari penggantiku." sahut Rendi masih tak percaya. "Aku masih cinta sama kamu, mari kita mulai dari awal lagi."


"Enggak." sahut Mega tegas, tiba-tiba langsung memegang kedua sisi pipi Yuda agar menoleh padanya. Seketika Mega melayangkan bibirnya tanpa permisi pada bibir Yuda lalu menempelkannya begitu lama.


Sontak Yuda jadi membelalak kaget dan mematung seketika, sedangkan Rendi jadi menunduk malu dan terhina dibuatnya.


"Sekarang kakak percaya kan?" tanya Mega ketika melepas ciumannya.


"Aaaaaaa." tanpa diduga sebuah teriakan heboh terdengar dibelakang mereka bertiga.


Loli yang semula berlari meminta bantuan pada Rian dan Desi untuk menolong Mega, malah berakhir melihat adegan heboh dan tak terduga.


"Awas ya lo, gue gak bakal tinggal diem!" ucap Rendi masih mengancam ketika dia berbalik untuk mundur.


"Pergi lo sana! Huuuu." Desi dan Loli menyorakinya.


Sedangkan Mega jadi begitu malu, dan langsung berbalik dan menarik kedua tangan temannya itu untuk pergi. "Kita kembali kedalam yuk! Nanti gue ceritain!" ajaknya untuk menghindari rasa malu.


Dan Yuda sendiri masih mematung dan beku, sampai-sampai Rian harus menepuk bahu temannya itu. "Ha ha udah naksir gak?"


"Anjirrr, apaan sih lo!" sahutnya kemudian. "Gak mungkin."


Rian hanya terkekeh geli menanggapinya.

__ADS_1


__ADS_2