SELINGKUH

SELINGKUH
Trauma


__ADS_3

Tia melihat foto Zaky yang mengapit Lila. Bibirnya bergerak maju kadang juga di jepit. Dari raut wajahnya tampaknya Ia sedang kesal.


Siapa yang mengirim foto ini? iseng sekali. Apa sengaja memanasiku? apa ini Robi. Hem.. mengapa aku jadi cemburu ya. Padahal Lila kan sudah bersama Robi. Apasih! Apa yang aku pikirkan? Haaaa.. Kenapa dia tidak pergi denganku!


Sudah sepanjang hari ini dia sibuk memikirkan hal itu. Kenapa Zaky tidak mengajaknya bertemu Arya dan malah mengajak Lila? Saat makan, mandi, menidurkan anak anak bahkan sekarang pun, di malam hari, masih memikirkan hal yang sama. Ia sungguh sungguh merasa kesal sekaligus sedih.


Tia melempar ponselnya ke kasur, Ia duduk di kasur memeluk lututnya sambil menangis.


Lila memang mencintai Robi. Tapi Zaky? Siapa yang tahu perasaannya. Jika menurutnya aku berselingkuh, bukankah berhak baginya membuka diri untuk Lila. Mungkin saja dia pikir Lila masih mencintainya... Huhuhu.. Aku tidak rela Zaky mencintai orang lain.


Tia mulai tersedu sedu. Ia mengambil bantal lalu melemparnya ke lantai, mengambil guling dan melempar ke pintu saat Zaky tiba tiba masuk. Guling melayang ke wajah Zaky.


" Hei.. mengapa melemparku!" Zaky terkejut lalu menangkap guling yang terpental dari wajahnya itu. Ia melihat istrinya dan menyadari wajah itu sedang bersedih, seperti habis menangis. Ia pun merasa cemas.


" Sayang kau kenapa?" Tanya Zaky setengah berlari ke ranjang, duduk lalu menangkup wajah Tia. Ia lupa pada sandiwaranya.


Meski heran pada reaksi Zaky, Tia senang di tanyai seperti itu.


" Kau pergi bersama Lila, mengapa pulang lama sekali?"


" Ia, kami tadi bertemu Benny di tempat Arya."


" Benny?"


" Iya, kami terlibat sengketa lahan, tapi sudah selesai. Lila yang mnyelesaikannya dengan caranya."


Tia seperti merenung sejenak sambil mengangguk angguk.


" Lalu kenapa kau menangis? apa karena aku pergi dengan Lila?"


" Iya, meskipun aku berselingkuh tapi tetap saja-"


" Lupakan, jangan bicara perselingkuhan lagi. Aku sudah memaafkanmu.."


" Benarkah?" Tia sumringah.


" Iyah.."


Spontan Tia memeluk Zaky erat sekali. Zaky juga memeluk sambil memgusap rambut istrinya. Tercium harum rambutnya yang paling di sukai Zaky. Iseng, Zaky menelusupkan tangannya ke balik pakaian tidur Tia, meraba punggungnya. Tia melepas pelukan Zaky.


" Kau ini. Sayang, maafkan aku. Aku sungguh mencintaimu. Kemarin aku cuma bosan saja. Tapi sekarang aku mohon, jangan membuatku cemburu." pinta Tia.


" Tergantung."


" Hah?"


" Tergantung bagaimana pelayananmu malam ini. Hahaha" Zaky berdiri melepas jas dan juga dasinya. Tia terkesiap memikirkan yang tidak tidak.


" Pergilah mandi. Kau lengket sekali. Mandi air hangat akan membuatmu rileks setelah hari yang melelahkan ini. " Tia mendorong punggung Zaky ke kamar mandi.


" Mandikan aku." Kata Zaky berbalik dan menarik tubuh Tia mendekat.


" Hahaha memangnya kau bayi. Naya saja sudah bisa mandi senndiri."

__ADS_1


" Yasudah, jangan paksa aku untuk tidak berulah." Zaky melangkah ke kamar mandi dengan mengenakan boxer


Tia pun berpikir.


Aku tidak mau jika dia nanti menyiksaku dengan membuatku cemburu.


" Baik baik baik." Tia mengikuti Zaky ke kamar mandi.


Zaky masuk ke jacuzzi dengan tubuh polosnya, Ia menekan tombol sabun dan keluarlah gelembung sabun memenuhi jacuzzi. Sementara Tia masih berdiri dengan gaun tidurnya di sisi jacuzzi sambil sesekali mencuri pandang ke dada bidang suaminya, tempat yang paling ia sukai untuk bersandar.


" Mau sampai kapan berdiri di sana. Biasanya kau senang mandi bersamaku, apa sekarang kau tidak -"


" Iya iya. Apa aku harus masuk kesitu juga?"


" Tentu saja!"


Tia mengangkat satu kakinya masuk ke jacuzzi.


" Kau mau mandi dengan gaun tidur itu? Yasudah, tinggalkan saja aku."


"Eh iya baik. Buka ya?"


" Iya."


" Semua?"


" Tentu saja semua. Kau ini, memangnya aku tidak pernah melihatmu telanjang?"


Tia menggigit bibirnya dan dengan ragu menurunkan tali ress tidurnya. Gaun tidur itu jatuh ke lantai. Lalu ia membuka bra nya yang kaitannya berada di depan, sekali tekan, bra itu melorot ke kaki Tia. Dan dengan ragu sambil melirik Zaky, Ia menurunkan G- stringnya perlahan. Zaky tersenyum lalu bersiul nakal.


Wajah Tia merona sementara Zaky tersenyum nakal memandangi kemolekan tubuh istrinya yang selalu membuatnya terpana. Zaky mengangkat telujuknya dan menggeraakkannya. Isyarat bagi Tia untuk segera masuk.


Tia masuk dan duduk berhadapan dengan Zaky yang santai sekali bersandar di Jacuzzi sambil matanya menikmati setiap jengkal tubuh istrinya. Tia menarik busa busa menutupi bagian atas tubuhnya. Rambutnya yang panjang, tergerai dalam air.


Zaky menjepit kaki Tia dengan kakinya, menarik lengan tia perlahan, menuntunnya duduk di atas paha Zaky. Kini wajah Tia lebih tinggi dari Zaky, dan wajah Zaky sejajar dengan dada Tia. Zaky memegang kedua pipi Tia, mereka berciuman, ******* demi ******* yang lembut dan basah, seperti mewakili kerinduan satu sama lain. Zaky memainkan lidahnya menyapu bibir ranum Tia, kadang Ia menghisap lidah Tia juga, diselipkannya gigitan kecil ketika gemas.


Zaky jadi horny. Ia berdiri bersama Tia, masih berciuman dan beranjak ke shower. Ia menyalakan shower tanpa melihat, bibirnya masih sibuk ******* habis bibir Tia. Tangan Zaky tidak usah di tanya, meraba dan meremas apapun yang di lewatinya.


Berciuman dibawah pancuran air seperti ini sudah lama sekali tidak pernah mereka lakukan. Keduanya terbakar gairah. Zaky mematikan kran dan menarik handuk, mengusap dirinya dan Tia asal asalan. Ia melempar handuk kelantai dan menggendong Tia keluar dari kamar mandi. Tiba di tepi ranjang, Ia melempar tubuh Tia lalu ikut naik ke ranjang. Zaky menarik bedcover menutupi tubuh mereka yang teraa dingin di terpa AC.


Zaky naik ke atas tubuh Tia dan berlutut. Kemudian mulai mencumbu leher Tia. Tia menutup matanya. Namun tiba tiba muncul bayangan kelam hari di saat Benny naik ke atasnya dan mencumbu lekukan lehernya dengan ganas, hingga kemudian Tia berteriak dan melawan.


" Aaakhhh lepaskan aku! hentikan!"


" Sayang! Sayang! ini aku Zaky! ada apa?"


Mata Tia membulat menatap pria yang berlutut di atas tubuhnya.


Zaky.. dia suamiku.. Bukan ******** itu.


Tia menutup wajahnya dengan telapak tangan.


" Maafkan aku.. huhuhu"

__ADS_1


Zaky berguling dan berbaring di samping Tia. Ia mengangkat kepala Tia ke atas dadanya.


" Sudah sayang tidak apa apa.., jangan menangis." Zaky mengusap rambut Tia yang masih basah.


Agak lama Zaky membiarkan Tia menenangkan diri sementara Ia menahan hasratnya. Mencoba mengontrol gairahnya yang sudah di ubun ubun tadi, dan seketika ambyar saat Tia berontak.


" Sayang, kau bisa memberitahuku jika kau belum siap untuk ini, aku tidak akan memaksamu.."


" Aku cuma.."


Aku tidak boleh cerita! Semua sudah kondusif!


" Aku sedang datang bulan."


" Ohh.. aku tidak melihat pembalut tadi, apa itu hampir bersih ya?"


"Iya.."


"Yasudah, malam ini beristirahatlah. Aku akan menagihnya jika kau sudah sepenuhnya bersih."


"Baiklah.."


"Kita akan melakukannya lebih seksi dari malam ini, sekaligus program anak laki laki kita."


Duarr!


Kilatan seperti menyambar relung hati Tia. Ia tidak bisa membendung airmatanya yang tumpah mendengar perkataan Zaky barusan.


Anak laki laki? Kita hampir memilikinya. Dia sudah 4 bulan di dalam perutku, sayang. Hingga semua sirna ketika pecundang itu menginjakku. Andai saja aku tidak pernah kesana. Huhuhu


Zaky merasakan dadanya basah.


" Ada apa sayang? Jelaskan padaku."


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2