SELINGKUH

SELINGKUH
Family time


__ADS_3

Pagi yang indah. Zaky baru membuka matanya, meraba raba kasurnya. Istrinya sudah bangun pikirnya. Ia menyipitkan matanya yang silau karena cahaya matahari pagi yang menembus dinding full glass kamar tidurnya. Tia tadi membuka tirainya untuk membangunkan suaminya. Zaky duduk dan meraih ponselnya, tidak ada hal penting karena hari ini hari libur. Ia meletakkan kembali ponsel itu.


Zaky keluar dari kamar, mengintip ke kamar anak anaknya. Mereka masih tertidur pulas dengan posisi yang lucu. Zaky tersenyum. Ia berjalan menuju dapur. Dilihatnya Bi Tuti menggendong bayi berjalan di pinggir kolam renang, sedang berjemur. Zaky memasuki gerbang dapur. Tampal istrinya tengah sibuk memanggang sesuatu. Beberapa sayuran tergeletak di meja, ada yang sudah di potong dan ada yang utuh.


Ia memandangi istrinya dari belakang. Tia masih mengenakan piyama tidur bercelana pendek sepaha. Kakinya yang panjang dan mulus terlihat sempurna. Tali apron tampak terikat di pinggangnya. Rambutnya di kucir ke atas menggantung sempurna di punggungnya.


Zaky tersenyum. Ia mengendap endap berjalan menuju Tia dan memeluk istrinya dari belakang. Bibirnya menempel di lekukan leher istrinya. Tya tersenyum, kemudian mengangkat bahu nya beberapa kali, tempat kepala Zaky bersandar.


"Sudah Bangun?"


"Hmm.. Masak apa?" masih memeluk.


" Aku bikin steak. Karena hari libur, kamu tidak buru buru sarapan." terus mengaduk aduk saus lada hitam, kemudian membalik potongan beef di panggangan.


"Masih lama?"


" Ini saus nya sudah matang, coba di cicip, yang." mencolek saus yang menempel di spatula dan menempelkan di mulut Zaky.


Ia tertawa kecil melihat suaminya. Zaky mencicip saus yang menempel di bibirnya.


" Hmm Enak.. selalu enak."


" Terima kasih, sayang" mengelus rambut suaminya.


" Masih lama?"


"Apaan si? daging sudah matang. Sekarang aku akan mengukus sayur dulu."


"Nanti saja kukusnya." mempererat pelukan di pinggang. Tia langsung mengerti arah pertanyaan Zaky.


"Genit!"


"Memang."


"Nanti ya. Aku akan menyelesaikan ini dulu."


"Sekarang..." meraba bagian depan. Istrinya tertawa.


"Astaga.." Tersenyum.


Zaky mematikan kompor dan memutar balik tubuh Tia dan dengan cepat menggendong istrinya. Tia mendekap kepala Zaky dan mereka berciuman.

__ADS_1


" Apa aku sudah pernah bilang, kau seksi ketika sedang memasak." Zaky melangkah menuju kamar.


" Sudah. Hampir seribu kali. " Tya tersenyum dalam gendongan Zaky dan menciumnya lagi. Lalu pintu kamar tertutup.


---


Zaky menaikkan motor trailnya ke dalam truk double cabin nya. Rencananya hari ini Ia akan latihan trail. Itu memang hobinya sejak masih SMA. Ia akan mengajak keluarganya ikut bersama. Sirkuit trail kali ini terletak agak jauh dari kota. Ada banyak orang pergi berpiknik di sana. Sirkuitnya berada di perbukitan hutan pinus. Tia sudah sering ke sana menemani Zaky melepaskan hobi nya, tapi kalau membawa serta anak anak , baru kali ini.


Mereka terlihat Antusias. Bi Tuti dan Pak Pandi juga di ajak. Tia tampak sibuk mengurus perbekalan juga pakaian ganti anak. Bi Tuti memasukkan beberapa mainan kalau saja anak-anak merasa bosan. Pak pandi menghitung jumlah Hammock yang akan di bawa dan memasukkannya ke bak mobil. Zaky memasukkan helm, google dan sepatunya. Akhirnya mereka berangkat.


Pepohonan pinus mendominasi pandangan mereka. Suasana sejuk kian terasa. Pak Pandi menyetir dengan hati-hati, jalan meliuk sepanjang perbukitan. Naya dan Nami tertidur sementara Ifa dan Zoya menempelkan wajahnya di kaca mobil, seakan ingin melihat dengan leluasa pemandangan yang begitu indahnya.


Hampir dua jam perjalanan mereka akirnya tiba di sana. Terdengar suara motor trail menggelegar di tengah sendunya pepohonan. Ketiga bocah tadi memandang takjub motor yang berlompatan dan meliuk di dalam lumpur, dan tiba di tanjakan, motor- motor itu melayang di udara. Mereka bertiga berteriak.


Anak- anak menghampiri papanya.


" Papa mau loncat loncat gitu?" Tanya Zoya protes.


Zaky yang baru saja menurunkan motornya langsung menghampiri 3 putrinya. Ia berjongkok agar sejajar dengan mereka.


"Iya, tenang aja, Papa kan pake ini, pake ini." Kata Zaky sambil menunjuk helmnya dan sepatu trailnya.


" Papa sudah sering kok loncat begitu, kan banyak fotonya di rumah." kata Zaky lagi.


Memang ada banyak foto Zaky yang melayang di udara, bahkan beberapa piala dan medali saat Ia ikut kejuaraan trail daerah saat masih lajang dulu, tapi anak anaknya tidak menyangka bahwa seperti inilah kenyataan di balik foto foto itu. Papanya akan balap balap sambil main lumpur dan meloncat melayang di udara. Apalagi tadi mereka melihat beberapa pemain jatuh.


Tia datang menghampiri mereka dan menggendong naya.


" Kami piknik di sana ya Pa. Nanti kalau sudah selesai, Papa ke sana ya." kata Tia menunjuk hamparan bukit dengan rerumputan. Ada banyak orang piknik di sana, juga terlihat beberapa kemah.


"Iya, pergilah ke sana, tunggu Papa di sana ya. Mama sudah masak yang banyak, tuh lihat Pak Pandi mau ikat hammocknya."


Zaky menunjuk pak pandi yang berjalan ke tempat piknik mengangkat beberapa barang dan Bi Tuti yang menggendong nami. Anak anak meski dengan khawatir akhirnya mengikuti mamanya. Zaky pun bersiap siap.


Tikar piknik sudah di gelar, Nami duduk dengan tenang di baby chair bermain dengan mamanya. Sesekali tersenyum, tangan dan kakinya tidak berhenti menendang dan mengepalkan tinju di udara. Bi Tuti menghidangkan makanan, memotong buah juga cake. Sedangkan yang bertiga sibuk bermain masak masakan dengan Pak Pandi. Sesekali tampak mereka menyuapi rumput yang di anggap nasi goreng ke mulut Pak Pandi. Pak Pandi pura pura memakannya.


"Hahahah enak non Naya."


Lalu mereka pulang ke rumah masing masing yang sebenarnya hammock. Kadang mereka berebutan mainan, sedetik kemudian akur kembali dan berlari ke sana ke sini.


Di sirkuit, Zaky melayang di udara, trail melaju meliuk melewati tikungan dan lubang . Zaky terhempas di atas motornya, dan memutar gas lebih dalam. Tiba di tanjakan, Wush! Ia melayang di udara. Tampak motor itu miring ke samping saat di udara, tapi memang begitulah gayanya.

__ADS_1


Akhirnya di putaran ke 20 Zaky berhenti. Ia kelelahan. Keringat mengucur deras, seluruh tubuhnya di tutupi debu. Zaky membuka google nya kemudian helmnya.


"Huft.. ternyata usia memang berpengaruh." katanya sambil mengibaskan kerah bajunya.


Ia terduduk di samping motornya. Rasanya haus sekali. Tapi keluarganya agak jauh dari tempat duduknya.


Ia tiba tiba teringat pada saat awal pertemuan dengan istrinya. Tia sering menemani Zaky latihan. Dia akan setia menunggu di pinggir lapangan. Ketika Zaky selesai Ia akan memberikan handuk dan air mineral. Kadang Tia langsung mengelap keringatnya hingga mereka di soraki sesama teman pembalap. Tapi itu cerita Lama. Setelah melahirkan Zoya, Tya tidak pernah menghampiri Zaky selesai latihan. Ia hanya menemani latihan saja, itu pun jarang jarang.


Lepas dari lelah Zaky mengampiri keluarganya. Anak anak sudah tertidur di hammock. Bi Tuti menemani si bayi di hammock. Sedangkan Pak Pandi juga tertidur, melepas penat karena akan menyetir lagi.


"Sayang, ganti bajumu." Kata Tia .


"Aku haus!"


"Lebih baik mandi dulu baru makan."


Zaky mengambil botol air dan tas baju ganti. Ia melengos pergi. Kesal karena Tia tidak memberinya minum.


" Hah kenapa dia.." guman Tia.


Bukannya di suruh istirahat, malah bersih bersih. Apa dia tidak tahu kalau aku haus sekali. huh!


---


Malamnya Tia dan Zaky hendak tidur. Tia tengah menyusui Nami mencoba melepas isapannya tapi malah membuatnya terbangun. Terpaksa Ia menyusui lagi. Padahal Ia merasa sangat mengantuk karena piknik hari ini. Ia melihat Zaky menarik selimutnya. Dari tadi Zaky agak acuh padanya.


"Sayang, Kau kenapa?"


"Aku mengantuk, mau tidur." mematikan lampu tidur di sisinya, tersisa satu di sisi Tia.


"Sayang, Aku juga mengantuk, tapi lihatlah Nami, dia tidak mau berenti menyusu." Tia merengek.


" Kau kan Ibunya, itu kewajibanmu, kenapa mengeluh."


Zaky menarik selimut menutupi wajahnya. Masih kesal.


Tia menatap punggung Zaky sambil masih menyusui Nami.


Dia kenapa sih.


---

__ADS_1


__ADS_2