SELINGKUH

SELINGKUH
Baby Blues


__ADS_3

Kembali ke malam itu.


"Sayang, kau sudah tahu. Kau tidak mem- membunuhnya kan? Tadi- tadi kau kemana? apa kau menemuinya? Sayang?"


Zaky diam sejenak. Ia menutup matanya. Mengingat kejadian tadi pagi saat Ia menghajar Benny hingga pria itu di giring ke kantor polisi.


" Menurutmu?"


" Sayang, jangan menakutiku."


" Aku hanya memberinya pelajaran karena mengganggu istriku, juga menyakiti putraku. Masa tidak boleh?" Zaky memeluk Tia membenamkan wajahnya di tulang selangka, menikmati harum tubuh Tia yang sangat Ia rindukan.


" Lalu bagaimana dia sekarang?"


" Kau khawatir sekali? jangan jangan kalian benar benar selingkuhan" Zaky tersenyum usil.


" Sayang...." Tia meraih wajah Zaky dan membawanya dihadapan wajahnya. "Jawablah."


Zaky menatap Tia sebentar. " Aku tadi menghajarnya, tapi dia tidak mati, padahal aku sudah mengerahkan tenagaku- " Zaky berhenti bicara saat tangan Tia mencubit pipinya, tahu bahwa ia sedang berguyon. Tia memiringkan bibirnya kesal.


" Aku serius. Aku menghajarnya. Lalu dia di jemput polisi."


" Apa dia tidak melukaimu?"


" Tidak. Dia pengecut. Hanya berani pada wanita. Dia bahkan tidak bisa mengelak saat aku memukulnya."


Sombong.


" Baiklah. tapi kenapa polisi bisa datang?"


" Robi menunjukkan videonya."


" Video apa?"


" Mira merekamnya. Kau pasti tidak tahu. Mira juga mengantar bajumu yang robek dan terkena noda darah."


Benarkah? Wanita iblis. Dia menyimpan bukti, lalu kenapa sekarang baru memberinya pada Zaky.


" Sudahlah, semua sudah selesai. Kini kita kembali pada kehidupan kita. Aku mohon jangan memikirkan soal itu lagi. Polisi mungkin akan memanggil kita, tapi jangan takut, sekarang aku di sisimu."


Tia tersenyum. Ia mengecup bibir Zaky lalu melihat Zaky tersenyum. Ia mengecup lagi, kini berulang kali. Zaky gemas dan menggelitiki istrinya. Mereka pun tertawa bersama setelah sekian lama.


" Apa perutmu sakit?"


" Tidak lagi."


" Apa tidak apa apa kita berhubungan intim tadi?"


" Sepertinya tidak. Vanny bilang jangan melakukannya dalam waktu dekat. Ini kan sudah agak lama, aku juga sudah bersih bahkan dari beberapa hari yang lalu."


" Baiklah, Ayo kita lakukan sekali lagi." Zaky mendekap lalu meremas bagian kesukaannya.


"Kau ini genit sekali!"


" Aku tidak tahan, istriku sangat seksi."


Mereka berdua tertawa lalu kemudian saling bercumbu lagi, program Zaky junior seasons 2.


---

__ADS_1


Zaky dan Tia tiba di rumah sakit. Mereka membawa serta Zoya dan Ifa yang penasaran dengan si bayi. Tiba di depan kamar terdengar suara teriakan Lila. Zaky dan Tia saling berpandangan. Mereka segera masuk.


Mereka melihat Lila berdiri di sudut ruangan di pegangi Robi. sementara perawat menggendong bayi di sisi ranjang bersama seorang dokter dan juga bidan.


" Bawa dia pergi! Aku tidak mau anak itu! Wajahnya, wajahnya sangat mirip dengan ******** itu. Aku tidak mau menyusuinya. Pergi! Pergi!"


"Lila aku mohon. Susui bayimu. Dia bayi yang menemanimu 9 bulan ini." kata Robi.


" Dia mirip papanya. Aku tidak ingin melihatnya! Aku tidak mau menyusuinya!"


Zaky dan Tia segera mengerti. Zaky membawa anak anak keluar. Mereka khawatir anak anak akan salah paham melihat sikap Lila.Tia tau bayi itu pasti mirip pemerkosa Lila yang entah siapa. Dan Zaky serta Robi jelas tahu bayi itu mirip dengan Benny.


" Dok, bagaimana dengan adik saya?" tanya Tia pada dokter.


" Dia sepertinya menderita Baby blues. Itu biasa di alami ibu pasca persalinan. Kondisi psikologis ibu sangat memperngaruhi hal ini. Akan lebih baik kita memisahkan dulu ibu dan bayinya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Sementara itu kita akan mencoba memulihkan mental ibunya. Kami akan membawa bayi kembali ke ruang bayi. Mungkin kami akan mencari donor asi."


" Baik dok."


Dokter, bidan dan perawat serta bayi keluar dari ruang rawat Lila. Lila tampak menangis dalam pelukan Robi. Tia pergi keluar, Zaky menariknya.


" Aku akan mengantar anak anak pulang dulu."


" Baiklah."


Zoya merasa heran mengapa mereka tidak jadi bertemu bayi. Zaky menjelaskan bahwa dokternya belum mengijinkan. Mereka akhirnya menurut dan ikut pulang bersama papanya.


Tia menghampiri ruang bayi dan bertanya dimana bayi Lila. Perawat mengantarkan Tia melihatnya. Tertulis keterangan di boks bayi itu.


Nama : Adam faral widjaya


Putra : Tn. Robi Widjaya dan Ny. Khalila Rinata


Tia tersenyum.


Tia mengangkat bayi Adam dalam pelukannya. Bayi berkulit putih dengan mata bola. Bibirnya seperti Lila, hidung dan dagunya entah mirip siapa, mungkin papanya. Tia pun menciumnya gemas.


Bayi laki laki. Sayang sekali Lila belum bisa menerimanya. Padahal dia sangat lucu dan menggemaskan. Mungkin karena mirip papanya, Lila tidak suka.


Bayi itu sepertinya haus. Saat bibirnya bersentuhan dengan pakaian Tia, Ia seperti mencari cari ****** susu ibunya. Tia menjadi sedih melihatnya.


" Sus, apa kita harus memberinya susu?"


" Dokter meminta kami menunggu donor asi, bayi Adam memperlihatkan gejala alergi pada susu formula. Sejak lahir dia minum susu itu. Sungguh kasihan ibunya belum bisa menerimanya."


"Kasihan sekali..."


" Sebentar lagi asinya datang, harap bersabar bu." Perawat pergi meninggalkan Tia dan adam.


Agaknya bayi itu cukup kehausan, Ia mulai meronta dan menamgis. Suaranya memecah keheningan ruang bayi. Bayi lain terkejut dan ikut menangis. Tia membawanya keluar.


Ya Tuhan. Bagaimana ini? Aku jadi ingin sekali menyusuinya.


Ya, Tia masih menyusui Nami walaupun di selingi susu formula. Jadi Ia menganggap bukankah sebaiknya dia saja yang mendonorkan ASI. Zaky datang menghampiri Tia yang sedang kerepotan menimang Adam yang meronta. Perawat tidak bisa berbuat apa apa, kebanyakan mereka masih muda. Bisa jadi mereka belum menikah dan tidak tahu cara mendiamkan bayi. Tia pun mengambil alih. Ia meletakkan Adam di bahunya seraya menepuk pelan punggungnya. Ia sedikit tenang.


" Kenapa dia?"


" Haus, ASI dari donor sedang dalam perjalanan. Sayang, apa aku boleh menyusuinya? mendonorkan ASIku untuknya?"


Zaky tersentak.

__ADS_1


Apa kau tahu? dia anak Benny si ******* itu. Apa aku harus mengatakannya?


" Tidak usah. Tunggu donor saja."


Owaaa.. Owaaa...


Si bayi kembali menangis. Kali ini wajahnya merah, bahkan airmatanya keluar. Tia pun sangat khawatir dan bersedih.


" Sayang aku mohon. Apa kau tidak sedih? Kasihanilah dia. Dia sangat kehausan. Ia alergi pada susu formula."


" Sayang, kau tidak mengerti."


" Apanya? Aku tidak peduli dia anak Lila. Aku sudah memaafkan Lila."


Bukan itu, dia anak Benny!


" Aku tahu, tapi lebih baik menunggu ASI donor saja."


" Sekali saja, ku mohon." Tubuh Tia terus bergerak menimang bayi yang menangis itu. Orang orang bahkan mulai melihat dan berbisik.


" Ku mohon..."


" Sayang, kau tahu siapa ayahnya? kau tahu siapa yang memperkosa Lila?"


" Tidak."


" Itu Benny."


Deg!


Apa? Jadi Benny memperkosa Lila? mengapa bisa begitu? Ya Tuhan Lila. Jadi Adam adalah anak Benny dan Lila. Itulah sebabnya Lila membencinya.


" Apa kau masih mau menyusuinya?"


Tia terdiam sejenak.


Bayi di tanganku adalah anak Benny, orang yang telah melenyapkan bayiku. Dia menangis seperti ini memohon padaku, Ibu dan ayahnya tidak menerimanya. Apa yang harus aku lakukan?


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.

__ADS_1


__ADS_2