SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Menarik saham


__ADS_3

Agista sedaritadi duduk merenung, menekuk wajahnya tanpa gairah.


"Hey!"


Suara Kikan terdengar dari belakang untuk mengagetkannya, akan tetapi respon Agis tak seperti yang diharapkan nya. "Apaan sih." ucapnya lemah, kembali menyandarkan kepalanya lagi ke dinding.


"Ye, gue kan cuma pengen ngagetin elo." protesnya. "Lo kenapa sih Gis, seharian murung mulu? Liat noh si Dimas pujaan hati lo lagi ngelirik tuh."


Dimas dari tadi memperhatikan Agis, ia merasa gadis itu aneh karena tumben hari ini Agis tidak mengusiknya.


"Bodoh amat lah." sahut Agis acuh, membuat Kikan jadi menganga.


Bukankah Agis seperti orang kesurupan ketika bertemu dengan Dimas yang ia sukai itu, bahkan biasanya moodnya langsung seketika berubah hanya karena mendengar namanya. Tapi, sekarang Agis malah tak peduli.


"Ada apa sih, Gis? Gak biasanya Lo begini?"


"Gue itu lagi kesel, super kesel banget." tiba-tiba Agis berdiri dan menggebu. "Lo tau kan kalo kemarin gue ke acara pernikahan bang Yuda, dan lo pasti udah tau gosip tentang kakak gue yang errrgh."


Kika mengernyitkan dahi. "Errrgh gimana, sih?"


"Ya, ya itu. Kakak gue tiba-tiba nge-errrgh idola gue." Agis menggerakkan kedua tangannya saling bertemu. "Gue jadi kesel banget, mana kakak gue pura-pura gak tau siapa itu Meiza, eh taunya maen nyosor aja."


Seketika Kikan menganga dan menjatuhkan permen yang berada di mulutnya. "Waaaa, ini berita bagus dong." Kikan jadi berteriak heboh ketika tersadar.


"Lah emang Lo belum tau beritanya? Bagus dari mananya sih?"


"Ya bagus dong, berarti sebentar lagi lo bakal dapet kakak ipar seorang model sekaligus selebriti terkenal. Lo juga bisa minta pendapat kakak ipar lo tentang fashion."


Sejenak Agista berpikir. "Lo bener juga."


Dan mereka berdua jadi berteriak heboh.


"Dimas sayang ku kemana, ya?" tanya Agis ketika tersadar dari kegalauannya.


"Yaelah, kumat."

__ADS_1


****


Untukmu, semua hati yang pernah mencintai dan dicintai. Yang pernah di khianati sampai tak ingin hidup lagi. Baca kisah ini dengan hati hati.


****


Rian kini duduk di kursi kerjanya dengan kesal, dia kira Daren akan mudah menerima tawarannya lalu pergi meninggalkan Desi.


"Irfan, tolong kamu tarik semua saham kita di perusahaan Daren." titahnya.


"Baik pak." sahutnya tanpa bertanya.


"Bagaimana pun caranya aku harus memisahkan mereka, aku tidak akan tinggal diam Desi mempermainkan ku begini." geramnya penuh emosi.


"Tapi pak, bukan kah Anda sudah bertindak keterlaluan? Jika Anda manarik saham dan beritanya terdengar maka akan berakibat fatal."


"Aku pun tidak peduli, yang perlu kau lakukan tarik semua saham ku karena aku tak sudi bekerjasama dengannya."


"Baiklah pak."


Disisi lain Daren begitu kesal, ia menyobek majalah yang dimana tunangannya terpampang dengan lelaki lain.


"Kenapa aku harus tahu dari lelaki sialan itu?!" geramnya, melemparkan majalah yang telah menjadi sampah digenggamanya. "Aku harus meminta penjelasan langsung kepada Meiza tentang hal ini."


Daren pun buru-buru keluar dari gedung perusahaan lalu menaiki taxi untuk segera menemui tunangannya itu dengan perasaan emosi.


Sepanjang jalan Daren memikirkan gambar jelas di majalah itu seperti sebuah film yang terus berputar di kepalanya.


"Ah tidak, aku tidak boleh emosi pada Meiza." gumamnya. "Pak, tolong putar kembali saya akan kembali ke apartemen!"


Mobil taxi pun berbalik arah dan Daren memutuskan untuk meredakan emosinya sejenak. Ia sangat takut kehilangan Meiza karena sangat mencintainya, jadi dia tidak akan membuang-buang waktu lagi kali ini.


Daren lalu segera menghubungi tunangannya.


"Hallo babe, nanti sore kau ada waktu tidak? Bisa kah kita bertemu?" tanya Daren pada Desi diseberang.

__ADS_1


"Bisa, kita akan bertemu dimana?"


"Nanti akan aku kirim alamatnya."


"Oke babe, sampai ketemu nanti." Desi tersenyum riang lalu menutup panggilan telfonnya.


Desi pun segera mengambil beberapa pakaian yang ada di lemarinya. ia akan berdandan cantik hari ini karena Daren pasti akan mengajaknya berkencan.


Begitu pun dengan Daren, ia tidak akan mensia-siakan tunangannya yang ia cintai. Dia akan menganggap semua yang terjadi tak pernah ada, yang ada adalah dirinya dan Desi saja.


"Aku akan memajukan tanggal pernikahan ku, aku tidak ingin lelaki itu merebut hati Meiza kembali." gumamnya penuh tekad.


Dan kini sudah sore hari, dimana Desi akan menemuinya disebuah caffe yang tak jauh dari tempat tinggalnya.


Sebelum menemui tunangannya, Daren memutuskan membeli seikat bunga mawar untuk hadiah. Dengan hati berbunga-bunga Daren melangkah untuk menemui Desi yang sudah menunggunya diseberang.


tembok kaca yang melintang, membuat Desi terlihat jelas sedang duduk menunggunya sambil bercermin, menata kembali penampilannya.


Daren tersenyum ketika melihat Desi menjaga penampilannya. Namun, ketika Daren hendak memasuki caffe tersebut, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Pak, ini masalah serius. Semua para pemegang saham telah menarik kembali saham mereka karena mereka mendengar bahwa perusahaan raksasa telah menarik sahamnya dari perusahaan kita, dan para investor datang berbondong-bondong kemari, meminta uang mereka kembali. Kita telah hancur pak."


Seketika tangan Daren lemas, dan ia menjatuhkan setangkai bunga mawar yang ada digenggamanya.


Dengan mata sembab, Daren menoleh pada tunangannya dan ia langsung melangkah masuk menemuinya.


"Hai babe," sapa Desi tersenyum begitu manisnya.


Daren gemetar, menggenggam kedua tangannya dengan sembunyi. "Meiza, ada yang ingin aku katakan pada mu."


**** Jangan Lupa Dukungannya dengan cara Like, Komen apa saja, hujatan pun tidak maslah asal ada jejak, yang ketiga klik VOTE di bawah nama Author agar menjadi penyemangat****


Oh ya, Author lain sertain Igeh ya? yaudah nih Instagram Author @Imeldona


disana kalian akan menemukan kecantikan Sefia yang sesungguhnya wkwkw

__ADS_1


__ADS_2