SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Koki Tampan


__ADS_3

Kini pagi hari sudah menjelang, Seperti biasa Yuda menjemput Rian untuk ke sekolah bersama.


"Lo kok pake seragam, sih? Kan lagi ngadain festival." tanya Yuda heran.


Rian berdecak. "Lo gak bilang sih kalo boleh pake baju bebas, ya udah tunggu bentar! Gue mau ganti baju dulu." pamitnya, kembali memasuki kamarnya.


"Oke, santai."


Yuda duduk di kursi tunggal sembari menunggu temannya mengganti baju.


"Yuda." sapa Dedi menghampiri.


"Hallo, pagi om." sapanya kembali.


"Pagi." sahutnya. "Rian kemana? Bukannya ini udah jam masuk sekolah."


"Ke kamarnya om, ganti baju." sahut Yuda. "Hari ini di sekolah ngadain festival campuran, jadi kita gak apa-apa dateng agak siang."


"Oh begitu, banyak cewek-cewek dong."


"Ha ha om bisa aja! Ya banyaklah om."


"Kan banyak tuh, cariin Rian gebetan gih!" pintanya seraya bercanda.


Yuda menelan ludahnya. "Kalo soal cariin cewek sih gampang, yang mau sama Rian itu banyak tapi anaknya sendiri yang gak mau."


"Wah! Pemilih banget ya, persis om." sahutnya menelaah. "Terus, gimana dong?"


"Ah, om ini. Yuda aja masih jomblo kok."


Sontak Dedi jadi terkekeh geli. "Kalian rajin aja deh belajarnya! Kalaupun dapet pacar nanti, hitung-hitung bonus."


"Yah om, ngeledek. Sorry sorry nih om! Yuda jomblo bukan karena gak laku, tapi belum nemu yang sreg aja. Tapi sekali nemu yang sreg, dianya yang gak mau sama aku."


Dedi lagi-lagi tertawa geli, sampai Rian datang menghampiri.


"Ngomongin apa nih? Asik bener kayaknya." ucap Rian berdecak.


"Ada deh! Lo udah siap?" Yuda balik bertanya.


Rian mengangguk. "Udah kok." sahutnya, lalu menoleh pada papinya. "Papi kok belum berangkat ke kantor?"

__ADS_1


"Papi hari ini mau nganterin mamimu jenguk neneknya Yuda, sekalian pulangnya mau kencan."


"Dih pamer!" ledeknya. "Yaudah deh Rian pamit ke sekolah dulu!"


"Iya, hati-hati di jalan."


"Oke bos."


****


Saat tiba disekolah, suasana sekolah benar-benar begitu ramai. Dan tentu mereka berdua menjadi pusat perhatian.


"Yuda, Rian." Teriak Desi, Loli dan Mega dari salah satu stand.


Mereka kemudian menghampiri, mengedarkan penglihatannya pada stand lain yang begitu ramai tidak seperti milik temannya dihadapan mereka.


"Kalian berdua cepetan ganti kostum! Bantu-bantu gih!" pinta Desi, menyibukkan diri memotong sayuran.


"Buat apa?" tanya Rian dan Yuda bingung.


Mega malah memutar matanya jengah. "Buat bantuin kita lah." sahutnya kesal. "Kalian berdua satu kelompok sama kita."


Rian dan Yuda jadi saling tatap, penuh tak percaya. "Apa! Kelompok sama kalian bertiga?" mereka jadi terkekeh geli. "Ha ha."


Seketika kedua pemuda itu ciut, cewek-cewek galak. Pikirnya.


"Oke oke, kita ganti kostum dulu!"


Mereka berdua memilih pasrah, menggunakan kostum ala pelayan restoran mewah. Tentu ke tampanan mereka berdua menyejukkan mata.


"Oh ya ampun, kalian berdua ganteng banget." puji Mereka bertiga, heboh.


"Iya dong." sahut Yuda, Rian dengan percaya dirinya.


"Tapi kenapa stand kita sepi?" tanya Yuda kemudian.


"Hm, itu soalnya..." mereka jadi gugup.


Dengan tiba-tiba Rian langsung mencicipi masakan yang dimasak oleh Desi dan kedua temannya itu. "Cuih! Asin dan aneh. Masakan apa ini?" tanya Rian heran.


"He he, itu masakan khas italia." sahut Desi dengan malu.

__ADS_1


Rian menggelengkan kepalanya. "Ya pantes aja sepi." dengusnya. "Yaudah biar gue aja yang masak sama Yuda, kalian bertiga promosiin stand kita biar pelanggan pada kemari!"


"Kalian berdua bisa masak?" Loli tercengang.


"Bisa lah! Gue sering bantuin mami masak." sahut Rian.


"Gue juga jago masak dirumah." sahut Yuda tak mau kalah.


"Oke, kalo gitu kita bakal cari pelanggan!"


Mereka bertiga jadi bersemangat, mengandalkan kehebohannya untuk menarik peminat pelanggan.


"Wah! Mereka ganteng-ganteng banget." gumam salah satu pengunjung.


"Iya ganteng." sahut mereka membenarkan. "Kita cobain masakan di stand ini aja, yuk!"


"Iya, yuk!"


Mendapati stand mulai ramai pengunjung, membuat mereka semua jadi bersemangat. Saling bantu membantu.


"Permisi! Apa boleh foto bersama?" pinta salah satu pelanggan, bertanya pada Desi.


"Maaf, kalau foto bersama berdekatan tentu tidak bisa karena mereka harus memasak." tolaknya. "Tapi aku punya banyak koleksi foto tampan-tampannya." sahutnya cekikikan.


"Mau dong!" pengunjung jadi heboh.


"Hey! Dasar penguntit." dengus Rian kesal, tapi Desi tak peduli, malah menjulurkan lidahnya untuk mengejek. "Huh, dasar."


"Hayo siapa yang mau foto-foto koki kita yang tampan?" teriak Desi, mengulurkan ponselnya keatas.


"Aku mau, aku mau." sahut mereka antusias.


"Oke, nanti gue kirimin satu-satu setelah pembayaran." sahutnya dengan gembira.


Sedangkan Rian dan Yuda jadi mendengus kesal. "Sialan! Gue juga ikutan dijual." gumamnya.


****


Kamsamida :* Sorry Author jarang update karena sakitnya gak kelar-kelar.


Butuh asupan Cogan kayaknya, sudah lama sendiri T_T

__ADS_1


Jangan Lupa Like, komen dan POIN!! :*


Cerita ini bakal tetep asik kok, sumpeh!!


__ADS_2