
"Bebeb, kamu ngapain ada disini?" tanya Desi heran pada pemuda yang tengah duduk didepannya, namun kemudian tersenyum ketika menebaknya. "Lagi nyariin aku, ya? Tapi kok bisa tahu kalo aku ada disini."
Rian beranjak berdiri, lalu mengacak rambutnya dengan gemas. "Dih! Siapa juga yang nyariin elo."
"Lah, terus? Ngapain Bebeb disini?"
"Yah gue lagi jalan-jalan doang terus mampir kesini." sahutnya, melangkah mendekati dan menyapa anak-anak. "Hai."
"Hah, jalan-jalan? Sampek nyasar kesini." gumam Desi, jadi bingung.
Ia kemudian berbalik, menghampiri pemuda yang saat ini tengah asyik mengakrabkan diri membuat Desi tersenyum karenanya.
Mereka berdua saling membagi keceriaan bersama, dengan anak-anak panti dan saling mengakrabkan diri.
Sesekali mereka berdua saling tatap, bahkan senyum tulus terlukis dibibirnya. Hanya dengan tatapan saja, membuat hati keduanya saling berdebar dan penuh kagum.
****
"Des." sapa Rian seraya memanggil pada gadis yang tengah berjalan disampingnya.
Mereka berjalan dibawah pepohonan rindang dan menyejukkan, bahkan sepanjang jalan banyak dihiasi dengan bunga bermekaran.
Desi menoleh dan mendongak. "Iya, ada apa?" tanyanya langsung ketika merasa bahwa Rian akan mengatakan sesuatu padanya.
Rian menghentikan langkahnya, yang diikuti oleh Desi juga. Mereka saling tatap satu sama lain, sebelum kemudian Rian menundukkan kepalanya, merasa gugup.
__ADS_1
"Gue pengen ngomong sesuatu sama elo." ucapnya dengan gugup, bersamaan dengan detak jantungnya yang berdetak makin kencang, tak karuan.
"Hm, iya." sahutnya, mengernyitkan dahi karena bingung nan heran pemuda itu belum juga mengatakan sesuatu.
Ketika Desi mencoba menerka, membuat dirinya merah merona. Apa mungkin Rian akan mengatakan perasaannya, begitu pikirnya.
"Bebeb mau ngomong apa?" desaknya, tapi dengan nada kelembutan.
"Sebenarnya.. Besok jadi kan kalian berkemah?"
Seketika Desi jadi lemah. "Jadi kok." sahutnya sedikit kesal. "Emangnya kenapa?"
"Gak apa-apa, gue kayaknya gak bisa ikut karena harus jagain mami. Papi bakal kerja lembur karena sibuk ngurus proyek barunya."
Desi mengangguk, menelaah. "Gak apa-apa kok, Beb." sahutnya tersenyum. "Lagian kan cuma seru-seruan bareng doang kok. Orangtua itu nomor satu."
"Jadi kok, lagian bosen juga dirumah sendirian." sahutnya, membuat Rian jadi lega.
Desi kemudian berbalik menoleh kedepan, kembali untuk meneruskan langkahnya.
"Sebenarnya bukan ini yang mau gue omongin." ucap Rian, lagi-lagi membuat gadis itu menoleh.
"Mau ngomongin apa?"
"Gue..."
__ADS_1
Seketika seseorang datang membuat Rian terhenti.
"Non Desi." panggil sang Supir, berlari kearah Desi, membuat keduanya jadi menoleh. "Ada telpon dari Nyonya, katanya beliau sudah berada didalam perjalanan pulang."
Mendengar itu membuat Desi jadi bahagia. "Bebeb, aku harus segera pulang!" pamitnya dengan wajah ceria.
Rian mengangguk. "Iya gak apa-apa kalo mau pulang duluan."
"Yaudah kalo gitu Desi pulang duluan ya." pamitnya berbalik, dan hendak melangkah pergi tapi lagi-lagi Rian menggapai jemarinya. Membuat gadis itu menoleh kembali. "Ada apa?"
"Sampai jumpa besok disekolah." ucapnya, menahan kesal pada dirinya yang selalu kelu ketika ingin mengungkapan perasaanya.
Desi tersenyum dan mengangguk. "Iya, sampai jumpa."
Ingin sekali rasanya tidak melepas genggaman jemari itu, tetapi ia juga tak dapat menahannya. Rian memilih melepaskan lalu saling melambaikan tangan untuk salam perpisahan.
"Astaga! Kok gue begitu banget sih." mengacak rambutnya kesal. "Tinggal bilang cinta susah bener, ya Tuhan."
****
Dijamin Novel ini bakal menguras emosi :) ditunggu aja konflik utamanya, uwuuu :*
Jangan lupa POIN, LIKE DAN KOMEN biar Novel Author ini banyak yang baca. Kan jadinya Author seneng terus crazy UP deh, di usahain hehe
Ohya Btw, aku cuma becanda aja. Maap kalo abangnya jadi risih dan jadi canggung.
__ADS_1
aku sayang abanglah yaaa :* tapi emang suka.
Semoga lancar semua urusannya :) bahkan pernikahannya. Tengkyu yaaaaa semua yang ada di GC.