SELINGKUH

SELINGKUH
Rencana Busuk Benny (2)


__ADS_3

Darah mengalir dari sela paha Tia. Tia dapat merasakan cairan itu. Ia bersandar lemas di lantai, kehilangan daya.


Anakku...


Benny menginjak perut Tia, seakan menumpahkan kekesalannya pada Zaky. Semakin Tia tersiksa semakin dekat Ia dengan rasa puas.


Tangan Tia di kaki Benny terlepas. Ia sangat lemah. Kepalanya terasa pusing dan lidahnya kelu. Tia seperti akan pingsan.


Mira yang masih berada di sana terkejut mendengar ucapan lirih yang keluar dari bibir Tia tadi.


Dia hamil? Oh tidakkk.. tapi perutnya memang menonjol. Kau biadab Benny. Biadab! Aku tidak tahan lagi. Aku tidak bisa hanya berdiri saja!


" Benny!" teriak Mira tidak tahan lagi melihat semua itu. Mira menutup Video tadi dan mengulang merekam. Dua video tersimpan. Video terakhir berjalan.


Mendengar namanya di panggil, Benny terkejut bukan kepalang. Tia mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat arah suara itu.


" Kau!!" kata Benny mengangkat kakinya dari perut Tia.


" Aku merekammu! Aku merekammu! Kau benar benar biadab!"


" Wowowo sayang, Apa yang akan kau lakukan?" kata benny sambil mengangkat kedua tangannya ke atas,seperti habis tertangkap.


" Berdiri di sana! Jangan mendekat atau aku akan memposting video ini!"


Langkah Benny terhenti. Ia sangat mengenal Mira. Mira adalah wanita yang nekat melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya. Ia ingat dulu Mira pernah membayar orang untuk memperkosa Lila.


" Baiklah. Apa yang kau ingin kan?"


" Hentikan semua ini! Berhenti menyakitinya!dan.. dan bersumpahlah Benny! Kau tidak akan meninggalkanku sampai kapanpun! demi apapun! atau aku akan menyebarkan video ini." Ucapan Mira terbata bata. Ia juga takut pada Benny sebenarnya.


"Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu! Ayolah sayang, dia istri sainganku. Aku ingin menghancurkan mereka!"


"Saingan apa?"


"ZAK company, perusahaan properti nomor satu di negara ini! Aku ingin menjadi yang terdepan sayang, aku akan melakukan segala cara untuk itu!"


"Aku tidak tahu! dan Aku tidak peduli! bersumpahlah! L- lalu lepaskan dia juga!"

__ADS_1


"Tidak akan! Aku tidak akan melepaskannya! Aku ingin melihat ******** itu hancur karena melihat istri dan bayinya!"


"Kau jahat Benny! Brengsek! Apa kau tidak lihat keadaannya! Ia akan melaporkanmu ke polisi. Suaminya akan membunuhmu!" Mira mulai menangis. Nuraninya muncul sebagai sesama wanita.


Benny diam sejenak. Lalu tertawa.


" Hahahahaha. Membunuhku? tidak akan!"


Benny berjalan ke laci meja dan mengambil sebuah pistol.


" Aku yang akan membunuhnya!"


Tia yang masih tergeletak di lantai tiba tiba terperanjat. Ia sungguh tidak sanggup membayangkan jika Benny benar benar melakukannya. Ia tidak bisa hidup tanpa Zaky.


Mira juga terperangah mendengar perkataan Benny yang sedang memegang pistol.


" Kau tidak akan bisa menangani ini. Sekarang bagaimana? saat dia keluar dari sini, melihat keadaannya, orang pasti akan tahu kalau.."


Benny memotong, sebuah ide muncul di kepalanya.


"Kau cukup menutup mulutmu sayang. Sekarang begini, jangan pernah katakan pada siapapun jika aku mencoba memerkosanya, mengerti! Katakan pada orang orang dan media bahwa kau baru saja memergoki aku berselingkuh dengannya. Dan Kau - Benny berbalik menatap Tia. - jangan coba coba melaporkan pada polisi! Akui ini sebagai perselingkuhan atau peluru ini akan menembus kepala Zaky! Mengerti!"


Pada akhirnya, Benny membatalkan niatnya memperkosa Tia. Ia mengganti rencana. Ia ingin membuat sandiwara seolah olah Tia selingkuh dengannya dan Mira memergoki mereka. Benny mengangkat tubuh Tia yang pingsan ke ranjang. Suami istri itu membuat beberapa foto yang terlihat seperti adegan ranjang. Tidak ada cara lain bagi Benny, daripada ketahuan memperkosa dan berhadapan dengan hukum, bukankah lebih baik pura pura ketahuan berselingkuh? Zaky juga pasti marah dan kacau kan? Mira pun dengan sukarela membantu suaminya demi nama baik mereka dan mempertahankan hubungannya dengan Benny.


Selesai mengambil foto, Benny berpakaian lalu mendekati Mira dan menangkup wajahnya.


" Sayang, maafkan aku, aku hanya ingin bisnisku bagus. "


Mira menatap Benny. " Tapi kau keterlaluan. Kau tahu dia sedang hamil tapi masih saja.. dan bagaimana jika aku tidak datang, kau pasti sudah.."


" Hush!" kata benny memutus kalimat Mira. "Yang terpenting sekarang adalah, kita harus mengakhiri ini dengan baik. Posting beberapa foto dan katakan aku berselingkuh. Posting juga di situs berita lokal agar ini tersebar. Ini cara yang bagus untuk menghancurkan Zaky dan reputasinya. Aku tidak ingin istri Zaky itu sadar dan melapor ke polisi, posting sekarang juga sayang, kau mengerti? Aku akan pergi sebentar. Jaga dia sampai dia sadar. Pastikan dia tidak membuat keributan saat keluar dari apartemen."


Mira mengangguk. Benny pun pergi meninggalkan Mira dan Tia di apartemennya.


Sepeninggalan Benny, Mira kembali lagi ke kamar. Ia berdiri di samping ranjang menatap Tia.


"Entah apa yang terjadi dengan bayinya..."

__ADS_1


---


Satu jam kemuadian Tia sadar. Ia membuka matanya dan mengerjap beberapa kali.


Dimana aku...


Ohh.. aku masih di sini.


Tia mencoba bangkit, tapi kepalanya pusing sekali. Ia memandangi tubuhnya yang sudah berpakaian.


Pakaian siapa ini?


Mira memakaikan pakaian miliknya pada Tia, Ia tidak ingin Tia keluar dengan baju robek itu dan menarik perhatian orang nanti. Ia juga membersihkan darah di bibir, kepala dan paha Tia tadi. Sekarang keadaan Tia tidak semiris tadi.


Mira melihat Tia tersadar.


" Kau sudah sadar?"


Tia tidak menjawab. Ia menatap Mira sebentar lalu menoleh.


" Benny sudah pergi."


Syukurlah..


" Tapi ingat, jangan coba melapor pada polisi dan suamimu. Benny itu kejam. Ia akan menyakiti siapapun, bahkan tidak peduli jika harus membunuh. Akui saja ini sebagai perselingkuhan. Mungkin ini akan sedikit sulit untukmu, tapi itu lebih baik dari pada pertumpahan darah kan?"


Sedikit sulit. Kau hanya tidak tahu, jika suamiku mengira aku selingkuh, maka habislah aku, juga selingkuhanku. Apa yang harus aku lakukan Tuhan? Jujur atau tidak, dua duanya berdampak buruk. Aku harus bagaimana?


Tia mencoba duduk. Ia memegang perut bawahnya yang tiba tiba terasa begitu nyeri. Airmatanya jatuh lagi. Mira menggapai tangan Tia untuk menolongnya bangkit. Tapi Tia menyentakkan lengannya sehingga pegangan Mira terlepas.


" Kau wanita munafik!" Tia berdiri dan berusaha berjalan meski tergopoh gopoh. Ia mengambil tasnya dan menuju ke pintu.


" Hei, J- jangan lupa tutup wajahmu." kata Mira setengah berteriak. Tia berbalik menatap Mira dengan airmata di pipinya. Ia menatap Mira dengan penuh kebencian.


" Kau pasti akan menyesal karena memaksa mengubur kebenaran. Mungkin ini akan berjalan baik bagimu, tapi pada akhirnya kau akan menderita juga. Aku bersumpah! Demi anakku di rahimku ini, aku bersumpah kau tidak akan pernah bahagia dalam hidupmu! Kalian berdua akan menderita selamanya!"


Deg!

__ADS_1


---


__ADS_2