
Lila selesai menjalani operasinya, Ia berada di kamar rawat inap. Tia duduk di sampingnya menemaninya sejak malam tadi, sementara Robi dan Zaky pergi pulang saat fajar tadi untuk membersihkan diri.
Zaky mengajak Robi sarapan terlebih dahulu sebelum pulang. Mereka pergi bersama dengan mobil Robi, sedang mobil Zaky titipkan ke tempat pembersihan mobil karena terkena cairan ketuban Lila semalam.
Mereka tiba di sebuah restaurant cepat saji. Setelah memesan makanan, mereka menyeruput kopi yang lebih dulu diambil sambil mengobrol.
" Jadi, kau memutuskan akan bersama Lila?"
" Iya, aku mencintainya bos."
" Setidaknya kini kau punya wanita yang tepat untukmu, kau punya bayi kan sekarang?"
" Iya, aku senang, pertama mendengarnya berteriak diruang operasi itu sangat luar biasa bagiku. Aku akan merawatnya, semoga ayahnya tidak pernah tahu kehadirannya."
" Jadi, apa kau tahu siapa ayahnya? Apa benar Lila di perkosa?"
" Ia, kau mengenal pria itu, dia yang memperkosa Lila."
" Siapa?"
" Presdir Benny"
Uhukk!!
Zaky tersedak.
" Dia?!"
Zaky ingat saat pertama kali bertemu, Lila pernah mengatakan bahwa Benny bosnya menaruh hati padanya. Mungkin saat itu, melihat Lila beralih ke Zaky, Benny jadi murka dan memperkosanya, begitu pikir Zaky.
Jadi dia benar benar di perkosa. Dan kenapa semua kejahatan itu di lakukan pria yang sama. Aku ingin sekali menghajarnya!
"Apa Lila tidak punya bukti untuk menyeretnya ke penjara?"
" Tidak. Ia terlalu shock waktu itu. Lagipula Lila hanya ingin hidup tenang sekarang."
" Tunggu! itu sebabnya Benny menemui Lila di toilet kemarin!" kata Zaky tiba tiba, teringat kejadian kemarin.
" Apa? Apa dia menyakiti Lila?" tanya Robi cemas.
" Aku rasa tidak. Lila bilang Benny bahkan tidak akan pernah mampu menyentuhnya lagi."
"Apa kau memikirkan yang aku pikirkan bos?"
"Ya, aku rasa Lila sudah memberitahu tentang bayi itu. Benny pasti terpukul. Lila juga mendepak Benny di pertemuan soal lahan kemarin. Aku rasa ini sudah impas."
"Entahlah, sekarang aku takut Benny menginginkan bayiku.."
"Lila tidak akan membiarkannya."
Selesai sarapan, mereka beranjak dari sana menuju ke rumah Zaky. Tiba di gerbang rumah, sebuah sedan mewah berwarna hitam berdiri di sana. Seorang wanita terlihat sedang mengobrol bersama Pak Pandi. Robi turun dari mobil menghampiri wanita itu,sementara Zaky mengangkat telepon. Sebuah panggilan dari dokter Vanny, dokter obgyn Tia.
__ADS_1
" Kau membuat janji untuk bertemu denganku?" tanya suara di seberang.
" Aku hanya ingin bertanya tentang apa yang terjadi pada istriku malam itu. Kata supirku dia bahkan menginap di sana. Apa ia terluka?"
" Jadi Tia belum bercerita kepadamu?"
"Tentang apa ini?"
"Zaky, Tia memintaku merahasiakan ini, tapi aku tidak bisa. Zaky, Tia hamil 4 bulan dan malam itu keguguran. Perutnya memar dan membiru. Katanya terjatuh. Tapi besoknya saat melihat berita online aku tahu pasti terjadi hal yang buruk padanya. Ia kehilangan bayi kalian. Bayi laki laki. Dia sangat terpukul Zaky.."
"..."
" Halo? Zaky?
Panggilan terputus. Tangan Zaky bergetar, ponselnya terlepas jatuh ke kakinya. Wajahnya memerah. Apa yang di dengarnya bagaikan seribu jarum yang datang tiba tiba dan menusuk sekujur tubuhnya, melumpuhkannya. Ia terpaku, matanya menjadi panas.
Tia hamil 4 bulan dan aku tidak tau. Bayiku, putraku, ******** itu melenyapkannya. Ia menganiaya istriku! Aku bersumpah akan membunuh**nya!
Robi mengetok kaca mobil. Zaky membuka pintu.
" Bos, Mira ingin bertemu denganmu."
Mendengar nama Mira, Sekonyong konyong Zaki berjalan menghampirinya dengan amarah yang membara. Begitu tiba ia mencekik Mira dan menekannya ke beton. Robi dan Pak pandi segera berlari mendekat, menahannya.
" Apa yang kau lakukan pada istriku! Katakan! Apa yang kalian lakukan!"
Zaky mencekik Mira dengan seluruh tenaga dan kemarahannya. Wajah istrinya yang menangis membayangi pikirannya.
" Bos kendalikan dirimu!"
"Dia membunuh anakku!"
Robi, Mira dan Pak Pandi tersentak.
Ia sudah tahu?
Batin Mira.
"******** itu membunuh putraku! Dan kau? Kau menyembunyikannya! Wanita iblis!"
Mira yang duduk di tanah mulai menangis.
" Aku kesini untuk memberitahumu..."
"Jadi itu benar? Benny membunuh bayi Tia? kenapa kau menyembunyikannya?" tanya Robi.
Zaky yang terlepas kemudian menarik Mira berdiri. Mira gentar, Ia dapat melihat kemarahan yang menyala dari Mata Zaky.
" Untuk Apa kau kesini! Ingin melihat istriku? Puas melihatnnya menderita."
" Aku ingin mengembalikan itu." kata Mira sambil menunjuk sebuah kotak.
__ADS_1
Zaky melepaskan lengan Mira, membiarkannya mengambil kotak itu. Mira berjalah tertatih ke sisi gerbang mengambil kotak yang di bawanya tadi. Ia lalu berjongkok, mereka bertiga menunggunya membuka kotak itu.
Mira akhirnya membukanya. Ia mengeluarkan dress lusuh yang robek dengan noda darah yang mengering. Sebuah sprei juga di keluarnya, dengan noda yang sama.
" Ini adalah pakaian Tia dan sprei di apartemen suamiku."
Zaky merampasnya dari tangan Mira, Ia menggenggamnya dengan mata yang berkaca kaca. Perasaannya hancur tak bersisa. Istriku telah melalui semua ini dan dia masih bisa berbohong menyembunyikannya, bersikap seperti tidak terjadi apa apa,pikirnya.
" Aku minta maaf. Aku.. aku tidak bisa berbuat apapun. Tapi aku merekam kejadian itu. Aku menyerahkan ini padamu sebagai bukti." Mira memberikan sebuah flashdisk.
"Kau pikir aku akan melaporkannya? Aku akan melenyapkannya! Sekarang pergi kau dari sini! Pergi!"
Mira beranjak dari sana. Ia masuk ke mobilnya. Semua sudah berakhir baginya. Mengetahui Benny akan memiliki bayi dari Lila, cukup menghancurkannya. Ia pun membongkar semua kebusukan Benny. Cukup sudah, Ia tak ingin terus menderita karena memaksa Benny di sisinya. Ia akan melepaskannya.
Zaky dan Robi masuk ke ruang kerja. Mereka saling diam, sibuk dengan pikiran masing masing. Robi menyalakan Laptop dan memasukkan flashdisk. Dua buah video muncul. Roby membiarkan Zaky yang menekan tombol play.
Video itu berjalan. Adegan saat Benny menindih Tia di atas Ranjang. Robi menoleh ke arah lain, tidak ingin melihat. Sementara Zaky memperhatikan detik demi detik Benny menyakiti istrinya. Detik demi detik kemarahan Zaky berkobar, teriakan Tia, Rintihan Tia membuat kepalanya mendidih. Matanya panas dan basah, antara perasaan sedih dan juga marah memenuhi hatinya.
Video selanjutnya berjalan. Adegan saat Benny menginjak perut Tia. Robi yang hanya mendengar saja sampai terenyuh, mendengar permohonan Tia di bawah kaki Benny. Dan Zaky?
Gubrak!!
Ia melempar Laptop itu ke lantai. Laptop itu padam dan retak.
" Aaarrgghh!!"
Zaky menjatukan semua barang di sekitarnya. Robi mengerti, amat sangat mengerti perasaan Zaky saat ini. Ia membiarkan Zaky melampiaskan emosinya.
Benny, bersiaplah untuk mati!
---
Semoga suka ya 😊
Show your love ya pembaca yang baik.
❤❤❤
☺Like
☺Commet
☺Share
☺Rate
☺Vote
☺Favorite
Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.
__ADS_1