SELINGKUH

SELINGKUH
Sepakat


__ADS_3

Kala pagi hari, Tia baru saja terbangun. Ia mendengar suara air di kamar mandi. Itu pasti Zaky yang sedang mandi, pikirnya. Ia pergi ke wastafel di sisi lain kamar mandi dan mencuci wajahnya juga menyikat gigi. Setelah selesai ia pergi merapikan tempat tidur dan membuka jendela.


Zaky keluar dari kamar mandi lalu mengambil setelan jas. Ia mengenakannya, tetap sambil diam seribu bahasa seperti tadi malam. Tia berdiri di sudut ranjang memperhatikan Zaky yang agak kesulitan memasang dasi.


Tia maju beberapa langkah menghampiri Zaky dan mengulurkan tangan ingin meraih dasi itu tapi Zaky dengan cepat berbalik arah saat tangan Tia menyentuh dasinya.


" Tidak perlu! Mulai hari ini aku tidak mengijinkanmu keluar, kecuali dengan Pak Pandi." kata Zaky membelakangi Tia, masih berkutat dengan dasi.


Tia mendengarnya, tapi tidak terlalu peduli. Siapa juga yang akan pergi keluar setelah hari yang naas itu. Ia malah gemas melihat Zaky yang melilitkan dasi. Akhirnya dengan gemas Ia merebut dasi itu dari tangan Zaky. Ia menaikkan kerah kemeja Zaky dan memasang dasi dengan cepat. Seketika dasi terpasang dengan rapi. Zaky tertegun.


Tia melepaskan tangannya dan menunduk.


" Mengapa tidak denganmu saja?"


" Apa?"


" Seharusnya aku tidak boleh keluar kecuali denganmu, kan?" Tia menoleh dan berjalan ke meja rias. Merapikan beberapa kosmetik di sana.


" Baiklah, kau tidak akan keluar rumah kecuali denganku!" Zaky tersenyum sedikit lalu mengubah raut wajahnya datar kembali.


Ia pasti merasa tidak aman jika tidak bersamaku.


" Kau mau keluar hari ini?"


" Emm.. tidak.."


" Bagus. Kau lebih baik di rumah saja dulu agar tidak bertemu dengan ******** itu!"


Tia menatap Zaky. Lalu menoleh ke arah lain.


Dia pasti takut aku bertemu selingkuhan, padahal bukan.


" Aku pergi." Kata Zaky lalu keluar dari kamar.


Di meja makan, Lila dan anak anak baru saja selesai makan. Ifa ikut pak pandi mengantar Zoya ke sekolah, Nami dan Naya pergi ke kamar bermain bersama Bi Tuti. Lila membereskan piring bekas makan dan membawanya ke wastafel untuk di cuci. Zaky duduk sendiri di meja makan, Ia mengecek berita pagi.


Dari luar terdengar suara Robi menyapa orang rumah. Robi menghampiri Zaky di meja makan. Zaky sengaja menelepon Robi untuk datang menemaninya hari ini. Banyak agenda dalam kepalanya menyangkut Benny.


" Duduklah, kau sudah sarapan?"


" Belum, aku akan senang hati makan disini meski tidak kau tawarkan bos."


Zaky tertawa garing. Robi mulai menyantap makanannya.


" Kau tahu bos, S&C juga segera membangun resort. Aku melihat pengumuman lelangnya di surat kabar."


" Jadi ini soal itu? Dia ingin bersaing denganku dengan cara kotor!"


" Aku rasa begitu, meski nyatanya dia selalu di bawah kita, tapi track record perusahaannya bagus. Aku dengar perusahaan itu warisan dari keluarga istrinya, dan sejak ia memimpin jadi berkembang pesat."


" Cari tahu apapun tentang perusahaannya. Aku akan menghancurkannya karena mengganggu istriku."


" Itu pasti sulit bos."


Tiba tiba Lila datang menghampiri mereka berdua. Dari tadi Ia mendengarkan percakapan mereka sambil mencuci piring di dapur.

__ADS_1


" Maaf aku menyela. Aku.. aku pikir aku mungkin bisa membantu kalian tentang perusahaan Benny. Aku dulu bekerja di sana."


" Benarkah? Jadi kau mantan anak buah si brengsek Benny?" tanya Robi.


" Iya, meskipun aku bukan sekretarisnya, tapi aku tahu semua password untuk mengakses data perusahaan."


" Wah Lila, kau bisa menghancurkannya kapan saja. mengapa kau bisa punya password nya Benny?" Tanya Robi.


Benny? Ohh aku ingat, Benny adalah seseorang yang menelepon Lila waktu itu. Apakah dia benny yang sama?


" Aku.. dia.. yang pasti, aku pernah mengakses datanya, dan jika tidak di ganti, mungkin saja aku bisa membukanya."


Lila memandang zaky yang tidak bergeming. Dia diam saja mendengar Robi dan Lila sambil terus makan.


" Zaky, aku tahu kau mungkin masih membenciku, kau belum percaya padaku, tapi sumpah demi bayiku, aku membantu kalian hanya untuk membalas kebaikanku pada Tia, Tia begitu tulus menerima aku setelah semua yang aku lakukan, aku berharap bisa melakukan sesuatu untuknya."


Robi menoleh ke Zaky. Zaky menghentikan makannya. Ia menatap Lila. Hening sejenak.


" Percayalah padanya bos. Beri dia kesempatan." kata Robi.


" Baik. Lakukan saja."


Zaky bangkit dan mengambil jasnya. Ia pergi menemui Naya dan Nami untuk berpamitan. Lila dan Robi masih di meja makan.


Lila menarik napas lega setelah mendengar Zaky memberikannya kesempatan. Ia menarik kursi Lalu duduk di samping Robi.


"Lila.."


" Hem?"


" Boleh."


" Jawablah dengan jujur..."


" Tentang apa?"


" Apa.. Benny ini yang memperkosamu?"


Deg!


" Apa maksudmu?"


" Jawablah Lila. Aku melihat nama Benny di ponselmu saat kau ketiduran di mobil. Ia menelepon beberapa kali. Aku pikir dia pasti pacarmu. Lalu, apakah ini benny yang sama? jawab Lila!"


" Aku tidak mau menjawabnya." Lila bangkit. Robi menarik tangan Lila.


" Jawab! Apa mereka orang yang sama!"


" Untuk apa kau perlu tahu?"


"Tentu saja karena aku peduli padamu!"


"Jangan! Jangan peduli padaku! Aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang lagi! Aku tidak mau mencintai suami orang!"


"Kau cinta padaku?"

__ADS_1


"Tidak! Lepaskan tanganku!"


"Lila jawab pertanyaanku! Dia benny yang itu kan? Ayah bayi ini?"


"Lepaskan!"


"Jawab dulu."


"Tidak! Bukan!"


"Berarti Iya.." Robi menggenggam erat pegelamgan tangan Lila.


"Untuk apa kau- " belum habis, Robi memotong,


"Karena aku peduli padamu! Aku mencintaimu!"


Deg!


Lila hampir pingsan mendengar pernyataan Robi barusan. Di satu sisi Ia senang lantaran ia merasakan perasaan yang sama. Tapi di sisi lain menurutnya Robi adalah suami orang. Ia tidak ingin lagi menjadi perusak rumah tangga orang lain. Batin Lila dilema. Ia pun menangis.


Lila menghentakkan lengannya hingga terlepas dari cengkraman tangan Robi. Ia menyapu airmatanya dan berjalan ke kamar. Sedangkan Robi terpaku di sana tidak tahu harus berbuat apa.


Apa yang baru saja aku katakan? Aku pasti sudah tidak waras. Aku harusnya tidak mengatakan itu, bagaimana jika ia juga mencintaiku, lalu ia tau keadaanku? Aku pasti akan membuatnya terluka lagi. Benny itu, aku yakin dia orang yang sama. Aku akan memastikannya.


Sementar Lila duduk di tepi jendela kamarnya, menangis meratapi hidupnya yang menyedihkan.


Bukankah perasaan dicintai oleh orang yang kita cintai itu indah? tapi mengapa begini? takdir merendahkan aku menjadi wanita hina yang di perkosa, lalu Robi yang milik wanita lain mengatakan mencintai aku? Aku harus bagaimana dengan perasaanku ini? Aku mencintainya...


Lila menangis segugukan di kamarnya. Ia mengusap perutnya.


Anakku..


Hanya kau yang berhak aku cintai, dan aku hanya layak dicintai olehmu saja..


Aku tidak akan membiarkan perasaan ini. Aku tidak akan merusak pernikahan Robi. Aku bersumpah.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2