SELINGKUH

SELINGKUH
Mengakui Kebohongan


__ADS_3

Tia membuka matanya. Ia sadar setelah pingsan tadi. Anak anak berada di sekelilingnya tersenyum melihatnya membuka mata.


" Mama sudah bangun!" teriak ifa. Tia pun tersenyum meski masih lemah.


" Jangan teriak Ifa, Mama sedang sakit." Zoya menimpali. Naya dan Nami hanya mendekap Mama nya, rindu, sehari semalam tidak berjumpa.


Lila yang duduk di pinggir ranjang mengangkat Nami dan menggendongnya.


" Ayo kakak kakak, Biarkan mama istirahat dulu. Mama sedang sakit. Kita bermain di luar saja." kata Lila kemudian menarik pelan tangan Naya. Anak anak mengangguk kemudian berjalan keluar setelah melambaikan tangan pada mamanya yang masih terbaring di ranjang.


Pintu tertutup. Tia sendiri lagi. Ia mengingat apa yang baru saja terjadi sebelumnya. Ya, Ia pingsan setelah membaca headline berita di ponsel Lila. Benny benar benar telah membuat fitnah yang nyata bersama Mira. Bagaimana bisa mereka sampai menyiarkannya di media. Lalu sekarang Tia bisa apa? bagaimana jika Zaky melihatnya? bagaimana jika teman temannya membacanya. Ia menghancurkan reputasi Zaky padahal Ia sendiri juga tersakiti.


Lalu bagaimana aku akan menceritakan padanya bahwa aku akan di perkosa. Zaky bahkan pernah bilang, tidak ada perkosaan jika tidak ada bukti. Aku.. aku takut ia tidak percaya.


---


Mobil Zaky melaju di jalan Raya. Ia duduk di belakang bersama Robi. Pak Pandi menjemput mereka di bandara. Pak pandi mengintip Zaky dari balik spion. Menerka reaksi Tuannya setelah ia sendiri melihat berita tadi pagi.


Apa yang sebenarnya terjadi pada Nyonya. Tuan tampak cemas tapi berusaha menutupinya.


" Bisa lebih cepat pak!" kata Zaky semakin gelisah.


"B- baik tuan."


" Setelah ini ceritakan padaku dimana kau menjemputnya dan bagaimana keadaannya saat itu. Aku ingin bertemu dia dulu sekarang."


" Iya tuan."


Robi sendiri masih chatting dengan Lila. Lila mengabarkan Tia pingsan tadi tapi Robi tidak berani mengatakannya pada Zaky. Biarlah mereka tiba di rumah dulu.


Beberapa menit kemudian mobil berhenti di depan gerbang. Zaky segera turun dari mobil dan berjalan dengan cepat ke rumah. Bi Tuti membukakan pintu dan terkejut melihat Zaky.


" Tuan sudah pulang..."


" Mana Tia?"


" Di kamar Tuan."


Tanpa menoleh lagi, Zaky bergegas naik ke tangga menuju kamar tidurnya. Ia sampai tidak peduli dimana anak anak, tujuannya hanya satu, bertemu dengan Tia.


Zaky membuka pintu kamar. Ia melihat Tia duduk di ranjang. Jantungnya berdegub. Waktu seperti berhenti sebentar saat mereka saling berpandangan. Zaky setengah berlari menghampiri Tia lalu memeluknya. Perlakuan Zaky membuat Tia tertegun. Ini tidak seperti yang di bayangkannya.


" Sayang, kau tidak apa apa? Katakan padaku apa yang telah ia lakukan padamu? Mengapa kau bisa ke sana."


Tia gemetar. Ia tidak bisa menjawab. wajahnya pusat pasi mengingat kejadian waktu itu. Ia tidak tahu harus mulai darimana. Zaky melepas pelukannya dan menatap Tia, Ia memeriksa tubuh Tia, wajahnya, lengannya.


" Apa dia menyakitimu? brengsek! Aku akan membunuhnya. Beraninya dia menyentuhmu!" Wajah Zaky penuh amarah.


Sementara Tia menarik napas dengan cepat. Ia menggigit bibir bawahnya. Bahkan sepatah kata tidak bisa keluar dari mulutnya.


" Katakan padaku apa saya yang Ia perbuat? aku akan menemuinya dan menghajarnya! Aku akan mematahkan tulangnya dan menghancurkan kepalanya. Beraninya dia menjebakmu. "


Mendengar kata kata Zaky dalam kondisi seperti ini membuat Tia shock.


Tidak. Aku tidak boleh membiarkan Zaky menyakitinya. Aku.. aku tidak mau Zaky sampai membunuhnya atau.. atau Zaky..


Zaky membuka lemari pakaian dan mengambil kotak kecil. Ia mengeluarkan benda dari dalam kotak itu.


Apa? Zaky juga punya pistol. Tidak.. Apa ia akan menembak ******** itu juga...


Zaky memasukkan pistol itu ke saku celananya. Tia menutup mulutnya dengan telapak tangan dan menggelengkan kepala.


" Tunggu di sini, aku akan menemuinya bersama Robi. Aku akan membalas apa yang ia lakukan padamu. Apapun itu. Tentang media, kau tidak usah khawatir, aku juga akan menanganinya. Sekarang tujuanku cuma satu, menghabisi banjingan sialan itu!"

__ADS_1


Zaky melangkah menuju arah pintu. Tia tiba ti bersuara.


" Zaky!" Tia berteriak memanggil Zaky. Dahi Zaky mengernyit. Ia menatap Tia lekat.


" Kau tidak boleh kesana!" Tia memberanikan diri berbicara dengan sisa tenaganya. Ia mencoba berdiri, kepalanya terasa pusing. Namun Ia merasa harus menahan Zaky menghabisi Benny, apapun caranya.


" Kau tidak boleh menyakitinya Zaky.."


Zaky menatap Tia heran.


Ada apa dengannya?


" Aku.. Aku memang berselingkuh dengannya.."


" Apa!"


" Jadi, kau tidak boleh menyakitinya.. atau aku.. aku...Engghh.." Bahkan Ia tidak tahu harus bicara apa.


Mendengar Tia, Zaky tergelak lalu tersenyum miring. Ia melangkah kembali ke Tia dengan perlahan. Sampai di hadapan Tia, Ia meraih dagunya dan menatap ke dalam matanya.


" Jadi kau memang selingkuh dengannya?"


"I- iya"


" Kau tahu aku lebih baik darinya, dalam segala hal! Kau mau aku percaya padamu?"


" Tidak semua hal.. "


Apa yang aku katakan ini?


Zaky semakin tertarik. Meski Ia sedikit heran.


" Lalu apa. Katakan satu alasan logis kenapa kau berselingkuh dengannya, maka aku akan percaya."


" Aku.. "


Zaky mengangguk.


" Aku bosan denganmu!"


" Apa?"


" Iya, aku bosan. " mungkin itu hal paling logis yang terpikirkan oleh Tia di saat genting begini.


" Bosan katamu?" kali ini Zaky terlihat serius.


" Iya.."


"Bosan kenapa?"


" Aku ingin pria yang romantis dan memperhatikanku. Kau sibuk dengan pekerjaanmu."


Aku pasti sudah gila mengatakan ini.


Tia menelan ludahnya lagi. Andai saja kata kata bisa di tarik kembali. Karena Ia sangat takut melihat wajah Zaky yang berubah.


Zaky menoleh ke tempat lain. Ia menghembuskan nafas dengan kasar dan menggeretakkan giginya, Kesal.


Ia kemudian mengangguk sambil menatap Tia dengan tatapan dingin.


" Jadi begitu, kau bosan denganku karena aku tidak romantis, tidak perhatian? hah?"


" Kau memang tidak romantis kan?"

__ADS_1


Berani sekali aku. Padahal aku sangat bersyukur punya suami seperti dia.


Mendengar itu amarah Zaky pun terbakar. Ia menutup matanya seraya menarik napas panjang, kemudian ia membuka mata dan maju ke Tia menekan kedua bahunya.


" Jadi ******** itu romantis? hah? Apa saja yang kalian lakukan? hah?"


Tia terpaku.


Dia percaya?


" A-aku tidak mau mengatakannya. Tapi yang pasti, jangan pernah menyakiti dia jika kau masih ingin bersamaku!"


Ya Tuhan. Aku pasti sudah gila.


" Kau mengancamku!" tanya Zaky sekarang meremas pundak itu. Tia meringis kesakitan.


Tok! Tok!


Suara ketukan pintu membuyarkan suasana panas di kamar itu.


" Masuk!" teriak Zaky.


Robi berdiri di balik daun pintu menatap kedua orang itu dengan tatapan menyelidik.


" Maaf bos. Pengacara sudah di bawah."


" Baik, aku akan turun." Kata Zaky. tanggannya masih di pundak Tia.


Robi mengangguk lalu menutup kembali pintunya.


Apa itu tadi, kenapa bos menekan pundak Tia begitu? Melihat ia sangat cemas aku pikir mereka akan saling berpelukan dan bercerita. Aneh sekali.


Sementara itu di dalam, Zaky melepas bahu Tia dengan kasar.


" Aku akan turun. Sekali lagi kau bicara tentang selingkuh, aku akan mengurungmu! dan jangan pernah mengancamku! mengerti?!"


Zaky meninggalkan Tia, keluar dari kamar dengan membanting pintu.


Tia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya lalu meledaklah tangisnya.


Ya Tuhan, mengapa ini bertambah rumit bagiku? Apa Zaky sekarang membenciku?


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.

__ADS_1


__ADS_2