SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Menyiapkan Diri


__ADS_3

Rian berlari untuk mengejar Desi, tapi sayangnya gadis itu sudah berlalu pergi.


Ketika ia hendak untuk naik taxi dan mengejar gadis itu kembali, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Hallo pi." sahutnya, ketika menerima panggilan telepon.


"Kamu udah pulang kan? Langsung pulang ya karena mamimu katanya perutnya mulai sakit. Papi lagi di perjalanan dan sampainya agak lama."


"Loh, bukannya papi ada diluar kota untuk urusan penting?"


"Mamimu lebih penting, jadi papi langsung balik pulang." sahutnya. "Papi khawatir banget."


"Iya pi, Rian akan langsung pulang."


"Oke, hati-hati ya."


"Papi juga hati-hati, aku akan jaga mami dengan baik." sahutnya, kemudian menutup panggilan telepon.


Rian memutuskan untuk langsung pulang saja, dan akan menemui Desi ketika maminya sudah lebih baik.


****


Ketika Desi sudah sampai di rumahnya, ia langsung disambut oleh kedatangan mamanya tiba-tiba.


"Mama." sapanya, berlari memeluk mamanya itu.


Ia mengelus punggung anaknya, membalas memeluknya. "Des, kamu sebaiknya siap-siap sekarang!" pintanya dengan tiba-tiba.

__ADS_1


Desi mendongak, menatap mamanya tak mengerti. "Siap siap mau kemana, ma?"


"Mama akan membawamu pergi, karena papamu sedang sakit parah dan mama tidak bisa meninggalkannya."


Desi terkejut mendengar papanya sedang sakit parah. "Baik ma, Desi akan meminta ijin untuk tidak masuk sekolah beberapa hari."


"Des, dengerin mama." memegang kedua sisi pipinya agar bersitatap. "Papamu sedang sakit parah, dan mama harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan biaya rumah sakit yang tidak murah. Mama juga sudah membicarakan hal ini kepada kepala sekolahmu."


"Maksud mama apa? Kenapa mama tidak memberitahuku sebelumnya?"


"Maaf mama memberitahumu secara mendadak begini." sahutnya dengan nada putus asa. "Kamu masih bisa meneruskan sekolahmu disana, dan mama akan menjual rumah ini untuk biaya hidup kita nanti."


Seketika Desi memundurkan langkahnya, merasa lemas dan berkecamuk berat.


"Desi tolong ngertiin mama ya sayang." pintanya lagi pada anaknya yang kini sudah menangis. "Papa menunggu kita, ia membutuhkan kita."


Desi mencoba menghapus air matanya yang mengalir. "Baik ma, Desi akan ikut tapi beri waktu untuk Desi mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman Desi."


Desi menggapai jemari mamanya. "Desi mohon sama mama, tolong berikan Desi waktu."


"Baiklah, mama akan memesan tiket untukmu besok pagi." ucapnya membuat Desi sedikit merasa lega. "Mama sendiri yang akan jemput kamu ketika sudah sampai di bandara."


"Terimakasih ma." memeluk mamanya lagi dengan erat.


"Iya sayang." mengelus rambut anaknya lalu mengecup dahinya. "Kalau begitu mama pergi sekarang, takut akan ketinggalan pesawat."


"Iya ma."

__ADS_1


Sang mama tersenyum, mengelus rambut anaknya kembali. "Sampai jumpa."


Desi hanya bisa mengangguk serta tersenyum pasi, lalu melambaikan tangan pada mamanya yang sudah beranjak pergi.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang." gumamnya dalam tangis.


****


Sedangkan Disisi lain, Rian tengah menemani sang mami yang sedari tadi mengelus perutnya.


"Apa adik Rian bakal lahir sekarang?" tanyanya.


Sefia tersenyum. "Menurut dokter masih kurang beberapa hari lagi, sayang." sahutnya. "Doakan mami persalinannya lancar aja ya."


"Tentu mami." memeluk maminya dengan sayang. "Mami janji bakal jagain adik Rian dengan baik."


"Anak baik." pujinya, mengelus wajahnya yang tampan.


Lalu kemudian terdengar dering ponselnya berbunyi, Rian langsung mengangkatnya.


"Aku ingin berbicara denganmu, aku ada didepan rumahmu sekarang." pinta Desi kemudian menutup panggilannya.


****


Untukmu, semua hati yang pernah mencintai dan dicintai. Yang pernah di khianati sampai tak ingin hidup lagi. Baca kisah ini dengan hati hati.


Kalo udah ada kata-kata seperti diatas, berarti kisahnya akan segera dimulai he he

__ADS_1


Lope u :*


Jangan Lupa Like, Komen, POIN oyy!!!


__ADS_2