
"Aku mencintaimu, aku kesal sekali dengan cinta ini..." Tia menepuk nepuk punggung Zaky bertubi tubi dengan kepalan tangannya, dalam pelukan. Zaky mempererat Pelukannya.
" Maafkan aku sudah menyakitimu.."
Zaky melepaskan pelukannya, menatap dalam mata istrinya. Ia mengusap airmata Tia. Mereka berdua duduk, sekarang bersebelahan. Zaky menggenggam tangan Tia di pahanya.
"Aku tidak bisa memaafkanmu..." Tangisnya mulai reda.
Zaki mengernyitkan alisnya, kebingungan.
" Bukankah tadi kau bilang mencintaiku?"
" Iya, aku mencintaimu tapi sulit memaafkanmu."
"Kenapa?"
"Karena kau tidur bersamanya!!"
" Aku mabuk."
" Aku tidak percaya. Kau sudah selingkuh dengannya, pasti kau tidur dengannya karena suka. Mengapa berbohong tentang perkosaan karena mabuk." Tia membuang wajah.
Zaky menopang kepalanya dengan sebelah sikunya di meja. Anehnya meski marah, Tia tidak menarik tangannya dari genggaman Zaky.
"Aku tahu kau tidak akan percaya."
"Memang, akui saja, kau melakukannya karena suka kan?"
Zaky mengambil ponselnya. Ia membuka galeri dan memilih sebuah video.
"Lihat ini."
"Apa itu?"
"Lihat saja, ini salinan cctv di koridor apartemen malam itu."
Tia meski Ragu melihatnya juga, penasaran.
"Apa kau masih menyangkal bahwa aku benar benar mabuk?
Tia memperhatikan video itu. Terlihat Lila membopong Zaky dengan susah payah. Mereka mengobrol sebentar di depan pintu lalu Zaky melorot duduk di pintu. Lila membuka pintu dan menyeret Zaky masuk.
Ternyata memang mabuk. Oh syukurlah. bukan kemauannya untuk bersama lila malam itu.
"Sekarang kau percaya? aku ke pesta dan mabuk. Lalu dia mengantarku pulang. Aku tidak ingat apapun hingga aku bangun dan melihatmu di sana. Kau tahu bagaimana paniknya aku?
Tia tersenyum tidak enak.
" Hmm.. kalau begitu..aku.. memaafkanmu. Tapi entah kenapa aku berharap kau tidak tidur dengannya, sekalipun mabuk. Tetap saja aku sakit sekali."
"Aku sendiri tidak yakin tidur dengannya."
Tapi aku melihat sendiri kalian berdua tanpa pakaian pagi itu."
Potret itu muncul lagi di kepalanya, membuat hatinya panas. Ia meremas jari Zaky.
" Tidak, aku memakai boxer. aku kan mengejarmu. memangnya kau melihat..."
Tia menutup mulut Zaky.
"Kenapa? mereka kan tidak tahu bahasa kita."
"Ia, aku ingat kau memakai boxer."
"Aneh kan? Aku memperkosanya lalu memakai boxer? Aku kan mabuk? Dia juga pasti syok. Bagaimana mungkin?"
"Kesimpulan darimana kau memperkosanya?"
"Dari lila. Dia menangis siang itu saat aku kembali."
" Bohong. Kalian mengobrol malam itu, bahkan tertawa. Dia mengijinkanmu memeluknya. Ini semua tidak masuk akal."
" Dari mana kau tahu aku mengobrol dengannya. " Zaky mulai gemas karena tia seperti detektif saja. Ia mecubit pipi istrinya. Tia meringis.
"Lila mengirimkan ku ini."
Tya menyalakan rekaman suara. Zaky mendengarnya.
" Aku rasa aku benar benar mabuk sampai bicara begitu."
"Entah kenapa aku merasa lila menjebakmu sayang."
__ADS_1
Hey dia memanggilku sayang.
"Mungkin kau tidak tidur dengannya. Ia hanya ingin mengelabuimu saja. Juga mebuat aku marah. Tapi mengapa dia malah pergi?"
"Aku juga berpikir begitu, tapi karena dia pergi, aku tidak peduli soal itu lagi. pokoknya menurutku, aku tidak tidur dengannya. kalo pun ternyata ia, itu sudah pasti karena mabuk."
tia mengangguk setuju.
Aku senang sekali Zaky ku tidak tidur dengan wanita lain. Lila, kau berhasil membuat konflik di antara kami. aku akui usahamu*.
---
Mereka memutuskan pulang. Zaky menyetir mobil. Tia duduk di sampingnya, menatap Zaky terus. Rindu.
" Kita menginap dimana?"
" Di rumah, nanti anak anak akan khawatir."
"Baik, singgah di hotel dulu ya, mengambil barang barangku."
Tia mengangguk.
Cukup lama akhirnya mereka tiba di hotel. Mereka masuk ke kamar 1616. Tia tersenyum.
" Ini kan kamar saat kita berbulan madu dulu, aku ingat nomernya."
" Iya, aku pikir akan berbulan madu lagi malam ini, ternyata tidak jadi."
Tia tersenyum miring.
Mereka masuk. Zaky mulai membereskan pakaiannya. Sementara Tia keluar ke balkon, Melihat panorama kota perth di malam hari yang indah dengan lampu lampu.
Zaky menghampiri Tia.
" Kau sudah selesai? Tanya Tia.
" Sudah. Ayo."
" Kenapa buru buru. Pemandangannya sangat bagus."
" Aku sudah melihatnya tadi."
" Kau ini kenapa?"
"Mengapa kau tidak romantis sekali. Bukankah harusnya kau menciumku sekarang? seperti di film. Lagi pula kita kan baru saja berbaikan. Tia cemberut menatap ke arah lain."
"Bukannya tidak boleh ada sentuhan?"
"Sekarang boleh, karena aku tahu kau mencintaiku."
"Zaky tersenyum lalu maju beberapa langkah. Ia menangkup wajah Tia dengan telapaknya.
Lalu mengecup bibir Tia kemudian tertawa. Tia kebingungan. Zaky mengecup sekali lagi lalu tertawa lagi.
" Aku benar benar tidak mood. Entahlah. Aku stress belakangan ini. Aku merasa lelah dengan semua yang terjadi." Zaky menatap mata Tia.
" Aku juga lelah... hft. Aku hanya ingin punya moment. "
" Kau sudah memaafkan aku, kita bisa melakukan itu nanti."
" Iya.."
" Kau kecewa aku tidak menciummu?"
"sedikit"
" Yasudah, satu permintaan."
" Yes. Bernyanyi ya?"
"Aku bukan pria seperti itu. Kau ini. Zaky memasukkan kedua tangannya di kantong celana."
Tia bersidekap.
" Hanya itu permintaan ku." Bibirnya meruncing lagi.
" Lipsing ya? boleh?" Zaky meraih ponselnya dan menyalakan sebuah lagu. Sebuah lagu dari Ed sheeran, perfect.
I found a love for me
Darling, just dive right in
__ADS_1
And follow my lead
Zaky menggerakkan bibirnya seperti sedang bernyanyi. Tia tertawa.
Well, I found a girl, beautiful and sweetÂ
I never knew you were the someone waiting for me
Zaky meraih kedua tangan Tia, mengajaknya berdansa
Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
Darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine.
Lalu ia memutar tubuh Tia dan berdansa sambil memeluknya dari belakang, Tangan mereka masih terkait.
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song
Ia memutar kembali tubuh Tia berhadapan dan menatap matanya, masih sambil lipsing.
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Hal yang tidak di sadari Zaky setelah semua ini adalah Ia menjadi pria yang berbeda dalam mencintai istrinya.
Hati Tia berdebar debar.
Dia bisa begini juga? setelah 8 tahun? Hmm romantis sekali.
Senyum itu melekat di sana. Musik masih menalun. Zaky menciumnya perlahan. Tia membalasnya. Ciuman yang lembut dan dalam. Ciuman yang romantis. Akhirnya Tia mendapatkannya juga.
Setelah ciuman romantis di balkon, bisa di tebak selanjutnya apa. Akhirnya terpaksa tidak pulang ke rumah karena melepas rindu. Setelah dekapan demi dekapan, desah dan sentuhan, mereka rubuh di atas kasur, kelelahan. Mereka berpelukan sambil telentang.
" Katamu Lelah. Bahkan tidak mau menciumku tadi." Tia mencubit perut Zaky, tapi tidak dapat, Otot perutnya keras. Zaky jadi mengantuk setelah pelepasan.
" Bagaimana bisa menolakmu. Kau menggoda sekali."
" Kau cuma jual mahal kan tadi?"
Zaky tersenyum.
"Kau itu menggoda tahu? Jadi jangan terlalu sering di luar meskipun sekarang aku mengijinkanmu. Aku cuma tidak ingin ada pria lain yang membayangkamu. Mereka memperhatikamu."
"Aku suka di perhatikan." Mata Zaky melotot Diam sejenak.
"Haha.. bercanda. Sudah sudah. Tidur. Kau pasti mengantuk. Kata Tia mengusap usap mata Zaky.
Sudah sebulan kebersamaan ini hilang. Tia sangat merindukannya. Tiba tiba Ia penasaran tentang Lila.
" Sayang.."
" hemm.."
" Kau tidur?"
"hemm.."
"Sayang, ceritakan aku tentang Lila. Bagaimana kalian pertama bertemu lalu menjadi dekat."
"Aku tidak mau."
"Kenapa? Aku tidak mau menebak nebak Hanya akan semakin sakit hati."
Zaky menatap Tia sambil memainkan rambutnya yang yergerai.
" Ayolah.. ceritakan." merengek.
Zaky memeluk Tia bahkan dengan kakinya. Gemas. Dia pun mulai bercerita tentang pertemuannya denga Lila. Berawal saat Lila menubruknya di pesta.
---
Di belahan bumi yang Lain, Lila melihat foto hasil usg sambil tersenyum seraya mengusap perutnya.
__ADS_1
Sehat sehat ya nak. Mama akan bertemu papa nanti. Kita juga akan bertemu dengan.. hem.. ibu tirimu, panggil saja begitu. hahaha
---