SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Jual Mahal


__ADS_3

Yuda kini dengan Mega berjalan beriringan keluar dari gedung sekolah. "Mm. Nanti malam kamu ada acara gak?" tanya Yuda malu-malu.


"Kenapa?" tanya Mega.


"Aku ingin ngajak kamu makan malam." sahutnya.


Mega jadi tersenyum senang, tapi sebagai wanita bukannya dia harus jual mahal. "Ya, gimana ya? Aku sebenarnya ada janji dengan Desi dan Loli, tapi kalau kamu maksa aku akan usahakan." sahutnya.


"Oh begitu, yaudah gak apa-apa kalo kamu emang udah ada janji sama mereka. Kita bisa lain kali aja." sahut Yuda yang tak mengerti.


Dan saat itu juga Rian sudah keluar juga dari gedung sekolah.


"Yaudah aku duluan ya!" pamitnya kemudian, berjalan kearah parkiran dengan Rian.


Mega jadi kecewa dan menghilangkan segala malunya, ia kemudian berlari menyusul Yuda sebelum pemuda itu naik motor dan melajukan kendaraannya.


"Yuda." panggilnya, memegang lengan Yuda.


Yuda menoleh. "Ya, ada apa?"


"Aku mau kok." sahutnya, membuat Yuda mengerut kening bingung. "Aku mau kok nanti malam kita makan malam bareng."


"Tapi bukannya kamu udah punya janji?"


"Aku bohong, aku hanya ingin pura-pura jual mahal." sahutnya menunduk, sangat begitu malu.


Yuda jadi tersenyum, begitu pun dengan Rian yang tak sengaja mendengarnya.


Kemudian pemuda itu mendekat kearah sisi wajah Mega untuk berbisik. "Aku akan menjemputmu, dandan yang cantik ya!" pintanya seraya menggoda.


Membuat Mega yang mendengarnya jadi bersemu merah, ia kemudian mengangguk. "Iya." sahutnya.


"Yaudah aku pulang dulu." pamitnya, memakai helm lalu naik keatas motor.


"Duluan ya Meg." sapa Rian, berpamitan juga.


"Iya, hati-hati ya kalian."


Mereka berdua pun melaju pulang, dan Mega masih terdiam sambil melambaikan tangan.


"Woy!" Desi dan Loli mengagetkan dari belakang.


"Astaga! Bisa gak sih kalian gak ngagetin gitu?" dengus Mega kesal, mengelus dadanya yang hampir jantungan.


Desi dan Loli malah terkekeh geli. "Lo ngapain tadi lari-lari gitu? Terus sekarang malah senyum-senyum sendiri."


"Ah, tadi gue ngejar Yuda." sahutnya tersenyum malu. "Dia ngajakin aku keluar dan makan malem bareng nanti."


Sontak Desi dan Loli jadi heboh. "Ya Tuhan, akhirnya temen kita udah bisa move on." ledek Desi.


"Tapi lo ditikung Des." Loli menyahut. "Duluan Mega pacaran, lo belum sama sekali." ledeknya tertawa.


"Sialan!" dengusnya. "Gue jomblo sampek tua juga rela asalkan nanti bisa berjodoh sama Rian."

__ADS_1


"Anjirrr, cinta mati sampai se gila itu." Mega dan Loli jadi tertawa dan kemudian mereka pulang bersama.


****


Sesampainya dirumah, Rian melihat sang mami duduk sedikit merasa kesakitan pada pinggangnya.


"Mami kenapa?" tanya Rian, ketika melihat maminya duduk mengelus pinggangnya.


Sefia menoleh. "Gak apa-apa kok, cuma sedikit nyilu aja karena kan perut mami udah gede sekarang." sahutnya.


Rian kemudian mendekat dan duduk disamping maminya. "Sini Rian bantu elusin!"


"Makasih sayang." ucap Sefia, ketika anaknya dengan senang hati memanjakannya. "Oh ya, bagaimana sekolahmu?"


"Baik kok mi." sahutnya. "Sebentar lagi akan memasuki ujian semester, Rian akan belajar dengan sungguh-sungguh."


Sefia pun tersenyum. "Baguslah, mami seneng dengernya."


"Oh ya mi, boleh gak besok Rian mulai bawa motor sendiri?" tanyanya dengan ragu.


"Emang Rian udah sembuh benar?"


Rian mengangguk cepat. "Iya mi, Rian beneran udah sembuh dan sehat kok." sahutnya meyakinkan.


Sefia kemudian berbalik, memegangi kedua sisi pipi anaknya itu. "Tunggu bentar lagi papimu pulang ya! Minta ijin papimu aja."


"Ah, begitu." Rian mengangguk. "Baik mi, semoga papi ngijinin Rian kembali naik motor."


"Iya semoga sayang." sahutnya. "Kamu mandi aja sekarang, terus makan. Mami udah siapin makanan diatas meja buat kamu."


****


Mega kini tengah memilah gaun mini yang akan dikenakannya untuk pergi kencan kali ini, karena Mega tengah berada dirumah Desi dan juga Desi memiliki banyak pakaian baru yang belum pernah ia kenakan sama sekali, jadi Mega meminjam baju temannya itu untuk ia kenakan kali ini.


"Yang ini bagus gak?" tanya Mega pada kedua temannya itu.


"Mm, bagus kok. Coba aja pake dulu!" pinta Desi.


"Oke."


Mega pun mencoba mengenakan gaun mini yang dipilihnya. "Bagaimana?"


Desi Loli saling pandang, kemudian menoleh pada Mega dan mengacungkan jempolnya yang artinya sangat cocok untuknya.


Ia kemudian duduk di depan meja Rias udah berhias senatural dan secantik mungkin.


"Jadi kalian gak akan pura-pura lagi nih?" tanya Desi pada temannya yang tengah kasmaran itu.


"Gue belum tahu, Yuda kan belum ngomong apa-apa sama gue."


"Yaelah, tinggal tembak aja ribet banget sih." ucap Desi dengan entengnya.


"Ya kan gue bukan elo." sahutnya meledek. "Kalo elo mah tiap ada kesempatan selalu ngajakin Rian pacaran."

__ADS_1


"Tapi ditolak." sahut Loli meneruskan, dan mereka tertawa.


"Huh!" Desi jadi cemberut. "Awas ya kalian kalo gue nanti jadian sama Rian, akan gue bales penghinaan kalian berdua ini."


"Ha ha, ya ya kita tunggu." mereka malah makin tertawa.


"Oh ya, lo jadi ikut lomba matematika tingkat nasional besok?" tanya Mega kemudian.


Desi mengangguk. "Jadi kok, nonton ya! Gue masuk tipi loh." ucapnya dengan sombong sambil tertawa.


"Kita pasti nonton kok, kan acaranya saat jam pelajaran dimulai. Jadi kita sekelas nontonin lo bareng sama pak Alvin juga."


"Oke! Gue bakal tunjukin ke calon pacar masa depan, kalo gue bukan cuma cantik tapi juga pinter. Istri idaman banget buat didik anak-anak kita nanti." ucapnya terkikik geli dengan khayalannya sendiri.


Mendengar itu Mega dan Loli jadi terkikik geli. "Ya ya, semangat!"


"Semangat!"


****


Kini malam hari pun tiba, dan seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya. Yuda datang untuk menjemput temannya.


"Dia udah dateng." ucap Loli memberi tahu, dan segera Mega merapikan diri.


"Dandanan gue udah bener, ga?" tanyanya ragu.


Desi mengangguk. "Bener kok, udah cantik." sahutnya.


Saat Yuda memencet bel pintu, segera mereka berdua mondorong tubuh Mega yang tengah menegang untuk segera keluar.


Desi membuka pintu, mendorong keluar Mega yang malu-malu.


Yuda sedikit tertegun ketika melihat perubahan pada Mega, gadis itu begitu feminin kali ini. "Kamu cantik banget malam ini." ucapnya memuji.


Mega jadi bersemu merah kembali. "Makasih." sahutnya, lalu Yuda memberikan tangannya untuk Mega gapai dan jalan bergandengan.


"Desi, Loli. Pinjem temennya bentar ya!" pamit Yuda pada mereka.


"Iya boleh, lama juga gak apa-apa kok. Asal kembalinya utuh." sahutnya, kemudian mereka segera masuk kedalam tak ingin mengganggu.


Yuda dan Mega jadi tertawa. "Emang gue apaan." sahutnya.


Ia kemudian mengambil satu helm dan membantu memasangkannya pada Mega, setelah Yuda naik keatas motornya yang gede, Mega juga ikut naik.


"Pegang yang erat! Aku mau ngebut nih." pintanya.


Segera Mega melingkarkan tangannya dipinggang Yuda, juga menyandarkan dadanya dengan malu-malu.


Dan Yuda jadi tersenyum untuk itu.


****


Kamsamida :* Yang belum dapat give away jangan berkecil hati ya! Nanti bakal Author adain lagi.

__ADS_1


Terimakasih dukungannya :*


__ADS_2