SELINGKUH

SELINGKUH
Anak Siapa?


__ADS_3

Setahun berlalu setelah hari itu, dan hari ini adalah hari peresmian Resort milik perusahaan ZAK Company. Tia berdiri dihadapan suaminya untuk memakaikan dasi. Tia terlihat agak kesusahan, perutnya yang membuncit membuatnya tidak leluasa bergerak. Zaky yang menyadari itu segera membungkukkan sedikit badannya.


" Selesai." Ia tersenyum sumringah merasa berhasil memakaikan dasi dengan sedikit usaha.


" Terimakasih sayangku, apa kau yakin tidak mau ikut ke peresmian Resort?"


"Iya, Aku mudah lelah akhir akhir ini, lagi pula kehamilanku tinggal menunggu hari, bisa bisa aku melahirkan disana nanti."


Mereka berdua tertawa. Zaky mengerti, Ia tidak ingin memaksa. Lagi pula terlalu berisiko untuk Zaky kecil di dalam sana, Ia tidak mau kehilangan putranya lagi. Selesai mengenakan dasi dan juga jas, Zaky segera turun kebawah untuk sarapan bersama keempat putrinya tercinta.


---


Sementara itu di tempat lain, Lila juga sedang memakaikan dasi pada Robi suaminya. Ya, mereka menikah enam bulan yang lalu. Butuh waktu agak lama untuk meyakinkan mama Robi untuk menerima Lila. Robi sengaja berterus terang tentang asal usul Lila, Ia tidak ingin timbul konflik suatu saat nanti jika berbohong tentang itu.


" Sayang, kau yakin tidak akan pergi? Ayolah, aku ingin kau ada di sana."


" Tapi aku merasa agak tidak enak badan beberapa hari ini."


" Itu karena kau kurang istirahat dan terlalu sibuk dengan urusan pustaka anak. Ambillah waktu rehat sejenak."


" Bisa jadi, tapi aku ingin ada lebih banyak pustaka lagi untuk anak anak jalanan."


Lila akhir akhir ini membuat proyek amal untuk membangun pustaka mini bagi anak anak jalanan dan pelosok. Ia tidak ingin duduk diam di rumah. Bertemu dengan anak anak membuatnya bahagia. Sambil mencari sosok si kecil untuk dia adopsi bersama Robi.


" Yasudah jika kau tidak ingin ikut, jaga diri baik baik di rumah. Telepon aku jika keadaanmu bertambah buruk."


" Baik sayangku." Lila menhecup bibir Robi dan melepas kepergiannya.


---


Suasana peresmian Resort berjalan meriah. Ada banyak tamu dan kolega yang di undang. James Watson juga terlihat hadir disana. Zaky tampak bercakap cakap dengan beberapa petinggi perusahaan ternama sementara Robi mengobrol ringan bersama sesama sekretaris. Ponselnya berdering beberapa kali, namun kali ini baru di jawabnya. Sebuah panggilan dari assisten rumah tangga.


" Tuan, Nyonya Lila pingsan!"


" Apa?! Baik aku akan segera pulang. Aku akan menelepon dokter."


Robi pamit pada rekannya dan juga Zaky yang tampak heran. Robi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia sangat khawatir dengan keadaan Lila yang akhir akhir ini memang agak tidak sehat.


Setengah jam kemudian Robi tiba di rumah. Dokter yang ia telepon sudah lebih dulu tiba di sana. Ketika Ia masuk kamar, Ia meliha Lila duduk di dipan dan bersandar, Lila menangis terisak.


" Dok, ada apa dengan istri saya?"


" Tidak apa apa, saya curiga istri anda hamil. Ternyata saat di tespack, itu benar, istri Anda hamil. Selamat pak Robi."

__ADS_1


Robi terpaku lantas mundur selangkah.


Hamil? Apakah Lila berselingkuh?


Dokter yang merasa tidak dibutuhkan lagi segera pamit undur. Bibi mengantarkan Dokter keluar dan menutup pintu kamar.


" Robi..."


" Diam!"


" Robi, demi Tuhan, aku tidak beraelingkuh. Bukankah kita harusnya bahagia?" airmata Lila bercucuran, antara senang karena hamil juga sedih karena Respon Robi."


"Siapa yang kautiduri!"


" Demi Tuhan Robi.."


"Siapa! Kau, aku percaya padamu, tapi aku salah.."


Lila bangkit dan memeluk kaki Robi.


" Sayang, aku tidak tidur dengan pria manapaun. Dan aku hamil anakmu, aku bersumpah.."


Robi menepis Lila dari kakinya dan menariknya berdiri. " Aku tahu benar keadaanku, kenapa masih mencoba membohongiku!"


"Wanita pembohong!"


Lila tertegun. Airmata nya tak tertahankan. Ia mundur. Robi tidak akan percaya padanya, tak ada gunanya memaksanya percaya untuk saat ini.


" Kau tidak percaya padaku.. kau tidak percaya... baiklah, aku akan pergi.."


"Kau akan menemui pria itu kan!"


Lila tidak peduli, Ia mengambil tas dan ponselnya!


"Kau akan bertemu pria itu kan! Jawab!"


Lila tidak sanggup berkata kata lagi. Hatinya sungguh kecewa.


" Selangkah lagi, aku akan mematahkan kakimu!"


Lila menhentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap Robi dengan sendu. Wajah Robi tampak sangat menakutkan, selama bertemu belum pernah ia melihat kemarahan dari pria hangat itu.


Robi pergi keluar kamar dan membanting pintu. Ia menguncinya dari luar. Lila bersimpuh menangis di lantai kamarnya, menangisi keadaannya yang menyedihkan. Keadaan yang sangat tak terduga, hal yang seharusnya membuat orang orang bahagia malah menjadi seperti petaka baginya.

__ADS_1


Robi pergi kerumah sakit tempat ia melakukan tes pemeriksaan kesehatan bersama Sabrina dulu. Meskipun hatinya hancur mendengar kehamilan Lila, tapi Ia tidak mau gegabah. Tapi sayangnya otak dan hati sering tak sejalan, perasaannya terluka dan bertanya tanya dengan siapa Lila berselingkuh dan kenapa? kenapa ia tega setelah semua yang mereka lalui?


Robi akhirnya sampai di rumah sakit dan segera menuju meja resepsionis. Ia membanting berkas hingga membuat perawat terkejut.


"Aku akan melakukan pemeriksaan ulang! Jika hasil tesku berbeda, aku akan menuntut rumah sakit ini!"


Suara lantang Robi membuat semua yang berada di sana melihat ke arahnya, termasuk salah satu manager rumah sakit. Manager itu pun menghampirinya.


" Maaf ada apa pak?"


"Aku akan melakukan tes ulang. Di sini tertulis aku mandul tapi istriku hamil. Entah aku harus percaya padanya atau pada rumah sakit ini, tapi aku ingin melakukan tes ulang! Jika hasilnya berbeda akau akan menuntut rumah sakit ini karena merekayasa hasil tes!"


" Tenang dulu pak. Kita bicarakan ini.."


Seorang perawat tampak gemetar dan pucat. Ia mengenali Robi. Manager yang memperhatikannya kemudian bertanya. " Ada apa Lina?"


" Sa-Saya mengenal tuan ini pak."


" Lalu?"


" Saya mohon jangan pecat saya pak, sayalah yang mengubah hasil tes tuan ini, atas permintaan istrinya. Istrinya menangis di hadapan saya mengatakan ingin bercerai. hanya ini caranya. Nyonya itu mengaku sering di pukuli." kata perawat itu mulai menangis.


Sabrina. Kau pendusta.


"Astaga Lina! Kau tidak bisa mengubah hasil tes seperti itu. Itu melanggar kode etik. Kau kelewatan."


"Maafkan saya pak, saya sangat menyesal. Saya tidak tahu yang sebenarnya. Tapi saya menyimpan hasil tes Tuan ini yang sebenarnya. Saya akan mencetaknya, itu ada di komputer."


Robi termangu, Ia tidak menyangka Sabrina meminta perawat mengubah hasilnya karena ingin berpisah dengannya. Itu sebabnya Sabrina dengan mudah berkencan dengan laki laki lain setelah mereka berpisah. Bisa jadi Sabrina sudah selingkuh sebelum mereka benar benar berpisah.


Perawat tadi memberikan kertas hasil tes yang sudah di print kepada managernya.


" Apa kau menerima uang untuk perbuatanmu?"


Perawat tadi mengangguk perlahan seraya menangis.


" Kau berurusan denganku! temui aku di ruanganku! Kau merusak Citra rumah sakit ini!"


Manager memberikan kertas hasil kepada Robi. Robi membacanya, hasil yang benar benar berbeda. Tangannya bergetar dan Ia merasa dunia berputar putar. Ada perasaan yang tak tergambarkan di dalam hatinya. Perasaan yang bahagia juga di selimuti rasa bersalah.


Lila sayangku....


---

__ADS_1


2 Final Eps 😊


__ADS_2