SELINGKUH

SELINGKUH
Berita Perselingkuhan


__ADS_3

Tia terbaring di kamar rawat inap klinik Dokter Vanny. Ia baru saja melakukan prosedur kuretase. Perut bawahnya masih terasa nyeri meski sudah minum obat pereda nyeri. Di sini, sendirian, tidak ada siapapun di saat saat paling berat dalam hidupnya. Di aniaya, nyaris di perkosa, dan kini harus kehilangan bayi dalam kandungannya, semua terjadi bersamaan, menghancurkan hidupnya, dan Zaky tak ada di sampingnya.


Tia mencoba menutup matanya. Entah apa lagi hal buruk yang mungkin terjadi esok pagi, Tia mengumpulkan sisa sisa harapannya untuk menghadapi kemungkinan itu. Melapor ke polisi, dia harus mengumpulkan bukti, juga harus menahan Zaky agar tidak menyerang Benny. Bahkan harus was was jika Benny mungkin saja menyerang Tia, Zaky atau anak anak. Tidak. Tia tidak mau. Ia bahkan tidak sanggup membayangkannya. Mengingat betapa teganya Benny menginjak dirinya yang tengah hamil, Benny pasti tega melakukan yang lain juga.


Mungkin aku harus menjalankan ini seperti yang dia katakan. Anggaplah ini sebuah perselingkuhan, lalu aku hanya tinggal berharap Zaky memaafkanku.


Tapi percayalah. Semua tidak akan sesederhana itu bagi seorang zaky.


---


Zaky melempar tubuhnya di atas ranjang. Ia baru saja selesai mandi. Ponselnya sudah kering tapi tetap tidak mau menyala. Padahal ia ingin sekali melakukan video call dengan anak anak.


Aku rindu sekali pada putriku. Juga pada Tia. Mereka sedang apa ya? mungkin saja bercanda di kamar bermain. Ingin sekali memeluk mereka. Hmm.. besok aku akan video call dengan ponsel Robi.


---


Pagi hari matahari bersinar dengan cerah. Langit biru menyapa dengan gundukan awan putih kecil menemaninya. Hari sempurna bagi semua orang, tapi tidak untuk sebagian lain.


Robi menikmati tehnya di teras villa nya. Bau asin air laut berpendar, pemandangan di dominasi warna biru yang indah. Robi membuka ponselnya. Mengecek berita pagi. Ia biasa melihat berita pasar, saham atau semacamnya. scroll, scroll, sebuah berita membuatnya tersentak. Ia mencari beberapa berita serupa, dan membuatnya semakin tercengang. Ia mendekatkan matanya ke layar ponsel melihat foto yang tertera di berita online itu.


Perselingkuhan diantara Bos Properti.


Bos S&C company tertangkap basah tidur dengan istri Bos ZAK company.


Duka istri pengusaha, suami berselingkuh dengan istri pengusah lain.


Bos ZAK company ditikung, percintaan tidak semulus bisnis.


Judul headline news itu berputar putar di kepala Robi.


Apa ini! Ini sangat tidak masuk akal! Tapi foto ini benar Tia, dan videonya juga. Mengapa? Apa yang sebenarnya terjadi?


Robi beranjak dari tempat duduknya, ia ingin memberitahu Zaky.


Apa aku harus memberitahunya sekarang? terakhir kali dia mengamuk dan seperti orang gila saat Tia menggertak akan tidur dengan Farel. Sekarang aku harus menghadapi tingkahnya lagi?


Robi tidak peduli. Bagaimanapun Zaky harus tahu. Bisa saja hal buruk terjadi pada Tia. Meskipun masih tersisa beberapa hari lagi tapi jika harus pulang maka tak apa, toh ke sana hanya untuk studi banding resort saja.


Robi bergegas berjalan ke villa Zaky. Zaky baru saja keluar dan menyambut Robi.


"Aku baru mau ke tempatmu meminjam ponsel. Aku ingin video call dengan mereka. Apa boleh pinjam ponselmu?"


" Bos, ada hal yang lebih penting. Lihat ini!" ujar Robi seraya menunjukkan berita tadi pada Zaky.


Seketika raut wajah Zaky berubah. Ia seperti menahan amarahnya. Jarinya mengepal, urat nadinya tampak jelas menjalar di lengannya yang kekar. Namun Ia kemudian menarik napas dan berusaha tenang.


" Kita pulang sekarang. Pesan tiket pesawat juga hubungi pengacaraku. Bereskan berita hoaks ini." kata Zaky datar lalu masuk ke dalam meninggalkan Robi yang masih terpaku dengan respon Zaky.

__ADS_1


Dia tidak meledak?


---


Di klinik.


Aku harus pulang, memarku nyaris tidak terlihat. Aku tidak bisa meninggalkan anak anak terlalu lama. semua akan khawatir.


Tia meraih tasnya. Ia menemui Vanny meminta ijin untuk pulang. Vanny mengingatkan untuk rutin meminum obat dan beristirahat beberapa waktu. Vanny juga mengingatkan untuk menghindari berhubungan intim dulu selama masa pemulihan rahim. Tia mengangguk mengerti. Ia memesan taksi dengan aplikasi. Lalu segera pulang.


---


Lila duduk di atas ranjang menatap layar ponselnya, terpaku. Ia juga membaca berita itu saat mengecek berita pagi.


Benny? Tia? pasti ada yang tidak beres! Ini pasti jebakan? Apa Zaky sudah tahu? Dia harus segera pulang. Lantas dimana tia sekarang? mengapa pak pandi mengatakan dia menginap di luar kota dengan pengelola yayasan?


Sedangkan di tempat Lain, Benny membaca berita dengan senyum licik penuh kemenangan.


Jika aku tidak lebih baik dalam bisnis, mungkin saja aku lebih baik dalam hal ranjang. Hahaha. Orang orang akan berpikir begitu dan Zaky tidak mungkin bisa mengatasi ini. Ia akan tamat. Istri kesayanganmu tidur denganku, apa yang lebih buruk dari itu? Hahahaha.


---


Zaky dan Robi dalam penerbangan. Zaky cuma diam tapi tingkahnya tampak gelisah. Robi tidak berani bertanya. Ia menghubungi Lila via chat. Pesawat sudah di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki, jadi penumpang bisa mengakses wifi.


R : Apa tia baik baik saja?


R : Aku sudah menghubunginya. Tapi ponselnya mati. Kabari aku begitu dia kembali. Kami di atas awan.


L : Baik.


R: Apa kau baik baik saja? Bayimu?


L : Ia, aku baik.


R : Istirahatlah. Jangan pikirkan yang berat. Tia adalah urusanku.


L: Iya, terimakasih.


Chatting berhenti di sana. Lila masih menatap ponselnya lalu tersenyum.


Masih sempat memperhatikanku. Cih! Ada apa denganku? selalu saja suami orang!


---


Taksi Tia berhenti di depan gerbang. Tia turun di sambut Pak Pandi. Wajahnya masih pucat , Pak Pandi masih khawatir. Pak pandi mengikuti Tia berjalan, mengantarnya hingga ke pintu rumah. Ia takut jika tiba tiba Tia jatuh, karena untuk berjalan saja langkahnya terlihat berat.


Begitu masuk, Lila menghampirinya. Sejak mendengar suara mobil Ia sudah yakin bahwa itu pasti Tia. Ia menunggu Tia di pintu tidak sabar ingin menanyakan keadaannya.

__ADS_1


" Kak! Apa yang terjadi? dia menyakitimu?" Tanya Lila tergesa gesa. Ia memegang kedua tangan Tia dan menatap Tia dari atas sampai bawah. Berharap menemukan tanda tanda kekerasan.


Tia heran.


Mengapa Ia bertanya begitu? Apa dia tahu aku dari mana? tidak mungkin dia tahu yang terjadi kemarin kan?


Lila melihat dahi tia yang sedikit memear. Dia menyapunya dengan jari.


" Apa yang sudah di lakukannya padamu? jawab aku!"


Tia menepis tangan Lila di dahinya.


" Kau ini bicara apa?"


" Benny menyakitimu kan?"


Hah? bahkan dia tahu namanya.


" Benny siapa?"


" Jangan berpura pura! Kau harus menceritakan padaku! Lihat ini." Kata Lila menunjukkan berita online di ponselnya. Tia membacanya dengan seksama.


Astaga! D-dia membuat berita bohong tentang perselingkuhan di media. Dan ini, fotoku.. kapan dia mengambilnya? Ini-ini terlalu vulgar. Oh Tuhan. Aku pusing sekali.


Bukk!!


Pandangannya gelap. Tia jatuh pingsan.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2