SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Kotak Makan


__ADS_3

Sefia tengah menyibukkan diri, menyiapkan bekal untuk anaknya dibawa ke sekolah.


"Mi, Rian berangkat dulu, ya?" teriak Rian, menuruni anak tangga.


"Tunggu, sayang!" pinta Sefia, lalu keluar dari dapur membawa kotak makanan.


Rian menoleh. "Ada apa, mi?"


"Nih!" menyodorkan dua kotak makanan. "Bawa kesekolah!"


Rian mengambilnya. "Kok ada dua, mi?" tanyanya heran.


"Satunya buat Yuda." sahut Sefia tersenyum.


"Buat papi mana?" sahut Dedi tiba-tiba, tak mau kalah.


Sefia jadi tertawa. "Papi kan bisa pesen aja! Soalnya mami cuma masak dikit tadi."


Dedi memberikan mimik wajah kesal. "Yah, kalo ke papi gitu. Biasanya dulu suka nyiapin bekal buat suaminya."


"He he, maaf deh! Besok mami siapin yang spesial buat papi." memegang kedua pipi suaminya, dan mencubitnya dengan gemas.


Dedi menarik pinggang istrinya agar menempel padanya. "Beneran ya? Gak boleh bohong!"


Sefia mengangguk. "Iya suamiku, janji." sahutnya, membuat Dedi tersenyum.


Dan perlahan mendekatkan wajahnya, ingin menyatukan bibir mereka berdua.


"Stop!" seketika Rian berteriak, menghentikan gerakan mereka yang ingin berciuman. "Masih ada anaknya loh." ledeknya, yang tepat berada didepan orangtuanya.


Dedi dan Sefia pias seketika, merona sudah kedua pipi mereka.


"Kalo udah berdua, yang lain jadi pajangan." ledek Rian lagi, lalu mencium pipi kedua orangtuanya. "Rian berangkat sekolah dulu." pamitnya kemudian.


"Iya sayang, hati-hati ya."


"Iya." Rian melambaikan tangan, segera keluar rumah.


Ketika memastikan Rian sudah pergi, Sefia langsung memukul dada bidang milik suaminya. "Gara-gara papi, ih! Mami kan jadi malu tadi sama anak kita."


"Ah, biarin lah! Dia juga kan udah gede kok." sahutnya enteng, justru mendapat pukulan kecil lagi dari istrinya.


"Papi."

__ADS_1


****


Sudah tak seperti hari biasanya, dimana Putri selalu bangun telat dan buru-buru untuk datang ke sekolah.


Karena sudah ada orangtuanya, Putri kali ini datang lebih pagi karena Aldy mengantarnya. "Putri masuk dulu ya, pa."


"Iya sayang, belajar yang rajin ya." sahut Aldy, yang mendapat anggukan cepat dari anaknya. "Yaudah, masuk gih! Papa mau ke kantor."


"Oke pa." sahutya, mengecup pipi orangtuanya lalu segera masuk melewati pintu gerbang yang terbuka lebar.


Putri buru-buru masuk kelas, menaruh tas miliknya sebelum ia pergi ke kantin untuk membeli minuman untuk ia berikan pada Yuda.


"Eiiits! Lo mau kemana?" tanya Rian, tiba-tiba merangkul Putri, menghentikan langkah gadis itu untuk keluar dari kelas.


Putri menoleh. "Mau ke kantin, kak." sahutnya gugup, sembari membenarkan kacamata tebalnya.


"Oh oke." melepaskan rangkulannya dan berjalan mendahului, lalu menoleh kebelakang. "Ngapain masih bengong? Hayo ke kantin!" desaknya.


Putri hanya menatap bingung, tapi ia kemudian mengikuti langkah kaki Rian menuju kantin.


"Lo mau pesen apa?" tanya Rian kemudian, ketika mereka sudah dikantin sekolah.


"Putri cuma mau beli minuman aja kok, kak." sahutnya malu.


"Beli dua." ucap Rian, membuat Putri keheranan.


"Buat gue satu." sahutnya bersindakap. "Katanya mau gue bantuin."


Putri mengangguk cepat. "Bik, pesen dua ya!" ucap Putri dengan antusias, membuat Rian jadi tertawa.


Rian mengacak rambut Putri gemas. "Sesuka itu ya lo sama Yuda?"


"Iya kak, suka banget. Dia itu pahlawan Putri." sahutnya, sangat antusias.


Rian jadi tertawa lagi. "Ha ha dasar! Baru kali ini gue nemuin cewek yang segamblang lo."


"He he." Putri tersenyum malu.


Setelah memesan dua minuman, segera Putri dan Rian kembali ke kelas. Lalu Putri tak sungkan untuk menaruh minuman yang dibelinya tadi diatas meja milik Yuda.


"Oh, jadi lo yang selama ini ngasih minuman ke Yuda?" tanyanya heran.


Putri mengangguk. "Iya, he he."

__ADS_1


Rian memutar bola matanya, jengah. "Cinta itu buta, ya." ucapnya kemudian berdecak sebal. "Yaudah, ntar pulang sekolah lo ikut gue!" ajaknya.


"Kemana, kak?"


"Gak usah banyak tanya!" lalu menoleh, dan memberikan isyarat lewat anggukan. "Noh Yuda udah dateng." ucap Rian memberitahu.


Seketika Putri langsung melangkah cepat dan duduk dibangkunya sendiri. "Lah, kok malah sembunyi sih." gumam Rian, heran.


"Hei bro!" sapa Yuda menepuk bahunya.


"Hei." balasnya. "Oh ya, mamiku nitipin sesuatu buat lo."


"Apa?"


Rian mengambil kotak makanan yang ada didalam tasnya. "Nih! Mami juga bikinin buat gue, jadi lo jangan ge'er ya!"


"Ha ha, oke oke." sahut Yuda, sembari menerima kotak makanan. "Makasih banget, ya?"


"Iya, sama-sama."


Lalu Yuda menoleh pada minuman yang berada diatas mejanya. "Kali ini gak ada tulisannya." gumamnya, ketika mengambil minuman itu.


Dan Putri yang melihat itu, jadi tersenyum dan menunduk malu.


****


Hai Hai, Author akan menjawab beberpa pertanyaan kalian.


Netijen : AFFECTION kenapa gak dilanjutin dibuku baru?


Author : Karena kalo di buku baru, review lama banget. Bisa 3-4 hari baru rilis.


Nitijen : SELINGKUH 2, itu terusannya SELINGKUH ini, ya?


Author : Gak kok, beda kisah. Judul seperti ini karena merana.Baca sinopsisnya.


Author bakal buat kisah yang beda dari yang lain, soalnya kan musim BUCIN ya sekarang? Banyak disukai emak-emak.


Di SELINGKUH 2, yaa kurang lebih akan sedikit menyakitkan kisahnya. Ditunggu aja! Author akan mengambil kutipan yang puitis.


Yang Belum tahu caranya vote.


-Silahkan datang ke Pusat Misi yang ada diberanda.

__ADS_1


-Lalu kumpulkan POIN dan berikan pada Novel Author ini.


Kamsamida :*


__ADS_2