SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Merebutmu Kembali


__ADS_3

Kini sudah tiba waktunya datang ke pesta pernikahan Mega dan Yuda.


Rian mengenakan setelah blazer warna biru senada, dengan sepatu fantofel hitam mengkilap.


Kulitnya yang putih bening tak kalah dengan perempuan, serta tubuhnya yang kini jenjang dan kekar. Membuat dirinya sangat terlihat mengagumkan.


"Kakak." teriak Agis dengan heboh, memasuki kamar kakaknya tanpa permisi. "Lihat aku! Cantik kan? Mirip Meiza."


"Meiza Meiza siapa sih." dengusnya kesal, sembari merapikan dasinya didepan cermin. "Kalo masuk itu ketuk pintu dulu dong!"


"Oh oke." Agis kembali keluar pintu lalu mengetuknya. "Udah boleh masuk, kan?"


Rian jadi memutar bola matanya jengah. "Iya, masuk." sahutnya.


Agis memutar tubuhnya, menunjukkan gaun berwarna biru muda dibawah lututnya. "Cantik gak?"


"Cantik." sahutnya tanpa menoleh, sibuk bercermin sendiri.


"Huh!" Agista jadi menebalkan bibirnya, duduk ditepi ranjang sambil bersindakap.


Rian yang melihat raut kesal diwajah adiknya itu lewat pantulan cermin, membuatnya jadi menoleh. "Kamu kenapa manyun begitu?"


"Aku gak mau dateng! Aku gak cantik." sahutnya dengan menggebu-gebu.


"Loh, siapa yang bilang adik kakak gak cantik?" tanyanya dengan sikap merayu, merasa bersalah.


"Kakak barusan, jawabnya gak sungguh-sungguh." sahutnya, menebalkan bibirnya.


Rian jadi cekikikan, kemudian memegang kedua lengan adiknya agar menatap wajahnya. "Kakak itu sungguh-sungguh jawabnya, karena kakak tahu meskipun tanpa malihat Agis. Agis pasti sangat cantik memakai gaun apapun, karena emang dasarnya adik kakak ini cantik."


Seketika Agista mengembangkan senyumnya kembali, lalu memeluk kakak tersayangnya itu. "Cantik mirip kak Meiza, ya?" tanyanya mendongak.


"Gak, cantikan adik kakak." mencubit pipinya dengan gemas. "Jangan meniru si Meiza itu lagi! Busananya tidak cocok dengan usia Agis, kamu masih kecil."


"Emang kakak udah tau sama kak Meiza?" tanyanya. "Cantik kan idolaku?"


Rian jadi terdiam, namun mengangguk pada akhirnya. Daripada adiknya kembali cemberut, lebih baik ia mengiyakan saja.


Agista setiap hari heboh untuk membeli brand fashion yang dikenakan idolanya itu, dan Rian tak peduli dengan itu.


"Sebentar lagi kak Meiza juga akan segera bertunangan, padahal Agis udah bersusah payah minta nomornya buat Agis kenalin sama kakak." ucapnya menunduk sedih.


Rian mengelus rambut adiknya yang terurai. "Jangan suka jodoh-jodohin kakak! Kakak bisa cari pasangan sendiri."

__ADS_1


"Agis kan juga terpaksa kak, aku gak mau kalo nanti misalkan punya kakak ipar kaya si Mela itu." sahutnya dengan mimik jijik.


"Agis, Gak boleh ngomong gitu! Gak baik loh." tegasnya penuh kehati-hatian. "Meskipun begitu, Mela itu tetap lebih tua darimu."


"Tapi Agis pokoknya ga mau ya." memeluk lengan kakaknya, memohon.


"Iya iya. Kakak juga mana mau."


****


Untukmu, semua hati yang pernah mencintai dan dicintai. Yang pernah di khianati sampai tak ingin hidup lagi. Baca kisah ini dengan hati hati.


****


"Mi, Pi, kita berangkat dulu ya." pamit Rian dan Agis pada kedua orangtuanya.


"Iya sayang." sahut Sefia. "Sampaikan salam mami papi sama Yuda dan Mega, maaf kami gak bisa hadir."


"Baik mi." sahutnya. "Mami banyak istirahat ya! Rian sama Agis gak akan lama kok."


Kemudian Rian menoleh pada sang papi. "Rian titip mami ya pi." ucapnya. "Kita pergi sebentar."


"Iya, tenang saja." sahutnya. "Hati - hati dijalan."


"Iya."


Sesampainya disana, suasana sudah sangat ramai. Para tamu besar, relasi bisnis serta para wartawan juga hadir berdatangan.


Ketika Rian memasuki gedung pernikahan, seluruh wajah tertuju padanya. Siapa yang tidak kenal dan kagum pada sosok Rian, diusianya yang muda sudah mencapai prestasi besar untuk memajukan perusahaan.


Bukan hanya itu, paras serta sikapnya yang sopan mempu menyihir mata setiap orang yang memandang.


"Selamat atas pernikahanmu." ucap Rian pada Yuda, berjabat tangan sembari menepuk pundak temannya.


"Terimakasih pak." sahutnya. "Semoga segera menyusul." ledeknya.


"Cih." Mereka jadi tertawa.


Setelah selesai mengucapkan selamat dan menyampaikan salam pada mereka berdua, Rian segera melangkah mendekati adiknya yang hampir saja meminum segelas anggur yang disediakan.


"Agis!" geramnya, merebut gelas yang dipegang adiknya.


Agus menoleh, dan tersenyum dengan tengilnya. "Pengen nyobain, dikit aja kak."

__ADS_1


"Gak boleh! Kamu masih dibawah umur." tegasnya. "Kakak tinggal bentar udah gini aja."


"Iya kak, maaf." ucapnya merengut sedih, namun kemudian tersenyum cerah kembali. "Wah, idolaku datang."


"Hah!" Rian mengerut kening heran.


"Itu, kak Meiza ternyata dia diundang juga." tunjuk Agis, pada perempuan yang tak lain adalah Desi.


Rian membalikkan badan, menoleh padanya. Seketika Rian jadi membelalakkan matanya.


Ternyata selama ini Meiza itu adalah Desi, dan dia akan segera bertunangan. Pikirnya.


Rian tersenyum miris, menatap tajam pada perempuan yang kini berjalan pada kedua pasangan, setelahnya mengobrol dengan beberapa temannya.


"Jadi itu alasanmu pergi dariku dan tidak sekalipun berniat mengabariku." gumamnya, meneguk segelas anggur yang direbutnya.


"Baiklah! Aku akan merebutmu kembali." ucapnya, meletakkan gelas yang sudah kosong itu kemudian melangkah tanpa ragu pada Desi yang tengah asik mengobrol dengan teman-teman lamanya.


Barangkali benar, patah hati akan terasa sangat menyakitkan saat rasa sayang tak bisa sepenuhnya hilang.


Berkali-kali bibirku mengucap benci. Bahkan, memaki tanpa henti karena kenyataannya kamu masih tinggal di hati.


Masih sangat berat untuk Merelakanmu pergi.


Jangan tanyakan kenapa aku masih begitu dalam mencintaimu yang melukai!


Sebab, perkara hati seringkali sulit untuk ku pahami. Tak selalu bisa aku kuasai.


Ia bergerak di luar kendali dan tak bisa ku sangkal lagi, ia masih sering mencarimu dalam mimpi.


Desi ikut menoleh pada saat teman-temannya memandang takjud pada sesosok pemuda yang berjalan kearahnya.


Ketika itu pula Rian menarik tangannya tiba-tiba agar jatuh padanya, menekan tekukan lehernya tanpa permisi kemudian menyatukan bibirnya tanpa ragu.


"Mari kita menikah." ucapnya ketika melepas pagutaannya.


****


LUMAYAN BANYAK KAN?? he he


KRITIK DAN SARAN KALIAN SELALU AKU PIKIRIN KOK, AKU JUGA MENGUSAHAKAN UPDATE SETIAP HARI TP APALAH DAYA..


MOHON BAYAR LELAH INI CUKUP DG TEKAN LIKE.

__ADS_1


KALO ADA POIN/KOIN, MOHON SUMBANGIN. MESKI DIKIT ITU SUDAH SANGAT MEMBANTU DALAM MEGHARGAI KARYA SESEORANG.


TERIMAKASIH...


__ADS_2