SELINGKUH

SELINGKUH
Perjuangan Cinta


__ADS_3

Zaky sedang menyetir, sebuah panggilan masuk dari Ree.


Wanita ini sangat merepotkan!


" Halo.."


" Oh sayangku, Aku menunggu jawaban."


" Darimana nomor ponselku."


" Aku menelepon ponselku saat menyimpan nomorku di ponselmu."


" Dasar. Aku sedang sibuk! aku sedang menyetir."


" Aku ingin makan malam. Ayolah Zaky, sekali saja. Jika tidak malam ini, aku akan menarik kembali investasiku!"


" Kau mengancamku?"


" Kau yang menekanku."


Terdiam, beberapa saat kemudian Zaky bicara kembali.


" Kirim lokasimu. Ingat, cuma makan malam. Tidak lebih."


" Baikkk.... hahahaha."


Panggilan terputus. Zaky menepikan mobilnya, melihat lokasi yang di kirimkan Ree. Ia meneruskan isi chat ke Robi dengan keterangan.


-Aku makan malam dengan mantanku. Ini lokasinya, dan juga nomor ponselnya. Simpan saja, kau tahu dimana mencariku jika aku tidak pulang. Rumahku berisik.-


Kemudian Zaky menelepon sebuah nomor lain. Agak lama ia berbincang dengan orang itu, kemudian ia berkendara lagi menuju ke rumah Rebecca.


---


Robi membaca pesan Zaky, Ia bergidik ngeri membayangkan apa yang mungkin terjadi. pikirannya liar jika menyangkut wanita bernama Rebecca itu. Ia segera meluncur ke rumah Zaky untuk menemui Tia. Mencari tahu apa yang di maksud Zaky dengan berisik.


---


Tia selesai menidurkan Zoya yang agak rewel ingin tahu apa yang terjadi pada mama dan papanya tadi sore. Tia pergi ke halaman depan. Duduk di bangku taman menunggu Zaky pulang. Ia sudah menelepon beberapa kali tapi Zaky tidak menjawab. Dalam remang cahaya lampu taman ia menangis segugukan menyesali sikapnya menolak pergi dengan Zaky untuk makan malam.


Aku sungguh sangat kelewatan. Bisa bisanya aku menolak Zaky, padal ia sudah berinisiatif untuk meleburkan ketegangan di antara kami akhir akhir ini. Aku istri yang payah. Sayang.. dimanakah kau sekarang? Aku ingin minta maaf. Aku janji, besok aku akan mencari adopter untuk Adam. Tapi malam ini aku mohon, pulanglah, maafkan aku. Huhuhu


Lampu mobil di depan gerbang terpancar menyilaukan mata Tia. Ia berdiri memastikan apa itu mobil Zaky, jantungnya sampai berdegub. Ia mengusap airmata di dagunya. Namun ia harus kecewa karena itu mobil Robi.

__ADS_1


Robi turun dari mobil menghampiri Pak Pandi yang sedang merokok di posnya. Robi menanyakan tentang Tia dan Pak Pandi menunjuk Tia yang berdiri sendu di remang cahaya.


" Kau disana?"


"Aku pikir Zaky."


"Kau menangis?"


"Kami bertengkar. Ia pergi sambil marah. Aku menunggunya pulang, ia tidak menjawab ponselku."


"Bertengkar kenapa?"


"Bayi..."


"Tia, maaf jika kau tersinggung, tapi cobalah mengerti pikiran kami para pria. Kami berpikir dengan logika, tidak sepertimu yang selalu bermain dengan perasaan. Adam bukan urusanmu, setulus apapun hatimu kau tidak usah mengurusnya. Ia putra Lila, meskipun dia pacarku sekarang, tapi apa kau lupa dia mencoba merebut Zaky darimu dengan segala cara? dan Adam juga putra Benny, pria yang sudah menyakitimu dan melenyapkan bayimu. Itu sungguh tidak masuk akal! Aku tahu instingmu sebagai seorang ibu yang baru saja kehilangan putramu memaksamu menerima Adam. Tapi jangan mengenyampingkan Zaky. Ayolah Tia jangan hidup dalam mimpi. Kau bisa saja kehilangan Zaky jika kau keras kepala begini!"


Tia semakin terisak mendengar perkataan Robi. Seluruhnya benar, ya, begitulah para pria berpikir, dengan logika. Dan sekarang Tia sadar bahwa ia telah mengambil keputusan yang seratus persen salah. Ia harus melepaskan Adam jika tidak ingin kehilangan zaky.


" Tia, kau tahu Zaky sekarang dimana? Ia makan malam bersama klien wanita. Kau tau siapa, itu mantannya, Rebecca."


Duarr!! petir seperti menyambar tubuh Tia yang terasa layu.


Aku tahu Rebecca. Zaky menceritakan betapa agresifnya dia.


"Sekarang bukan itu yang terpenting. Pergilah kesana dan bawa Zaky kembali. Kau istrinya, dan Ia kesana karena marah padamu. Cepatlah Tia, apa kau mau kehilangan Zaky?"


Tia menggeleng dengan cepat.


" Ini kunci mobilku. GPSnya sudah ku atur menuju ke tempat Rebbeca. Ikuti petunjuknya."


"Lalu bayi?"


"Bayi lagi! Itu urusanku! Pergi! Cepat!" Robi mendorong bahu Tia dengan gemas. Tia menyapu air matanya dan masuk ke mobilnya. Ia memacu mobil dengan kecepatan tinggi mengikuti petunjuk GPS.


Tanpa sadar Ia hanya mengenakan piyama. Ia tidak peduli, baginya sekarang yang terpenting adalah menemui Zaky.


---


Rebecca menyalakan alunan musik jazz di ruang makannya. Ia mematikan lampu dan menyalakan beberapa lilin. Ia memakai gaun superseksi untuk menggoda Zaky. Bahkan Ia menyimpan cond*m di lipatan gaunnya.


Ree menatap botol kecil di tangannya. Gamma-hydroxybutyrate (GHB), obat bius yang biasa di gunakan para pemerkosa di eropa. Obat ini mampu membuat orang kehilangan kesadaran, berhalusinasi bahkan pingsan. Lebih dari itu, orang yang mengonsumsi GHB akan kehilangan ingatan jangka pendek. Bisa di katakan, orang tersebut tidak akan mengetahui apa yang terjadi pada dirinya setelah mengonsumsi obat itu.


Rebecca meneteskannya setetes di jus jeruk yang akan ia suguhkan pada Zaky. GHB tidak berwarna juga tidak memiliki rasa. Zaky tidak akan tahu apa yang dibubuhkan dalam minumannya, pikir Ree. Ia duduk di tepi meja meminum segelas anggur, menunggu Zaky.

__ADS_1


Sebentar lagi, aku akan mendapatkanmu. Hahahaha


---


Tia menyetir dengan kencang, matanya tidak berhenti melirik ke spion kanan, kiri, belakang dan menatap ke depan tentunya. 120 km per jam di tengah keramaian, Ia pasti sudah gila, pikirnya. Baginya sekarang bagaimana agar cepat bertemu dengan Zaky. Ia tidak ingin Zaky menjadikan Rebecca pelarian lalu berselingkuh. atau bisa saja Rebecca menjebak Zaky.


Tiba tiba Bessss!! mobil oleng ke kiri. Tia menginjak rem dengan kuat. Mobil berhenti mendadak, kepala Tia sampai terbentur ke stir. Ia turun untuk melihat ada apa dengan mobil Robi. Dan seperti yang Ia duga, bannya bannya pecah.


Shit!


Tia menendang velg, lalu ia meringis kesakitan. Ia melihat ke jalan dan menghentikan sebuah taksi.


" Mau kenama nona?" supir itu agak geli melihat Tia yang memakai piyama.


" Kemarilah pak. Foto GPS itu, aku tidak bawa ponsel."


Supir memotret GPS di mobil robi. Tia mengunci mobil Robi karena ia akan meninggalkannya di sana.


" Dompet pasti bawa, kan non?" tanya supir.


Astaga. Aku tidak bawa apa apa.


" Hmm.. pak, apa aku boleh mebayar dengan antingku? Ini emas asli. Percayalah."


Supir itu mengamgguk. Melihat kilau berlian kalung "Z" nya saja sudah pasti wanita ini orang kaya. Mana mungkin antingnya imitasi. Mereka masuk ke mobil dan mobilpun melaju menuju ke rumah Rebecca. Langit mulai menjatuhkan bening kristal yang sejuk. Menyapa malam yang akan menjadi sangat panjang


---


Zaky tiba di rumah Rebecca. Komplek perumahan mewah yang dihuni para ekspatriat, orang yang menetap sementara di luar negara mereka karena urusan bisnis ataupun yang lainnya. Zaky menekan bel beberapa kali hingga akhirnya pintu tebuka. Tampak olehnya Rebecca tersenyum menggoda dengan mengenakan gaun tidur merah menerawang. Zaky sempat takjub lalu menghela napas.


" Selamat datang sayangkuhhhh...



---


Untuk yang kepingin menghujat karena kesel, waktu dan tempat di persilahkan, hehe..


setidaknya sampe kebenaran yang terjadi itu di next eps nanti.


Author dilarang baper.✌✌✌


Semoga suka, jangan lupa di like, di vote dan aku tunggu komentar terhormatnya .

__ADS_1


😂😂😂


__ADS_2