SELINGKUH

SELINGKUH
Ayah yang sempurna


__ADS_3

"Robi, Ini Lila, Ia akan membantumu mengurus jadwalku."


" Baik pak."


Robi tersenyum melihat wanita yang berdiri di depannya.


Cantik.


Katanya dalam hati. Robi sudah hampir 7 tahun menjadi sekretaris Zaky. Umurnya 35, tiga tahun lebih muda dari Zaky tapi Ia belum menikah. Entahlah. Katanya belum ada wanita yang tepat. Padahal hampir seluruh wanita lajang di kantor tergila gila padanya, tapi Ia tetap tidak peduli pada mereka.


Namun, melihat Lila hari ini sedikit menarik perhatiannya.


" Yasudah, kalian boleh keluar sekarang. Lila kami ikut saja robi, dia akan memberitahumu apa yang harus di kerjakan.


" Baik pak." sahut lila.


---


Diruang kerja Robi.


"Ini ruang kerja ku, kau duduk di sebelah sana." Kata Robi menunjuk sebuah meja menghadap meja kerjanya.


" Di map biru ada daftar nama karyawan. Kamu baca dan ingat wajahnya, tidak perlu semua, cukup manager dan asistennya saja. Untuk tugas pertamamu kerjakan ini. Ini adalah daftar nama pemenang tender untuk pengembangan kawasan utara ZAK Resident city, kamu hubungi mereka satu persatu dan jadwalkan pertemuan hari senin depan untuk memulai proyek ini. Di Lembar kedua ada nomer kontak perusahaannya."


"Baik Pak."


"Robi."


"Apa?"


"Panggil Robi saja. Saya belum menikah."


"Tapi bapak atasan saya."


"Cukup nama saja. Oh iya, Jangan tegang begitu, Santai saja, yang penting tugasmu selesai tepat waktu."

__ADS_1


" Iya pak, eh Robi. Pak Robi?" Lila bingung sendiri.


"Terserahlah."


Robi pun meninggalkan Lila. Lila duduk di meja kerjanya dan melihat daftar manager perusahaan. Beberapa ada yang di kenalnya saat pesta bersama dira beberapa waktu lalu. Kemudian Ia melihat daftar perusahaan pemenang tender. Ia mulai menghubungi satu persatu.


" Halo selamat siang, Saya Lila dari ZAK company..."


---


Jam dinding menunjukkan pukul 4 sore. Zaky bersiap hendak pulang, pekerjaannya sudah selesai hari ini. Dalam perjalanan pulang Ia singgah di gerai Pizza, Toko mainan anak- anak dan Pakaian bayi.


Sesampainya di rumah Ia pun di serbu ketiga putrinya. Bi tuti mengambil tas belanjaan dan membawanya ke ruang tengah. Mereka berkumpul di sana. Tia yang baru saja tertidur saat menyusui segera bergabung mendengar keriuhan anak anaknya. Bi tuti kembali ke dapur menyelesaikan pekerjaannya.


" Hari ini papa pulangnya cepat! Bawa mainannnn..." Kata Ifa antusias sambil membuka mainan squishy berbentuk aneka makanan.


" Ini baju Adek bayi ya pa?" Kata Naya sambil membuka tas belanja berikutnya.


" Yang Ini Pizza!" Zoya mengambil sepotong Pizza dan melahapnya.


" Mama mau dong kak.. "


"Ini Ma, Ini buat Ifa, Ini buat Naya, Kakak berikan juga bi tuti sama pak Pandi ya ma?"


Zoya seraya membagikan Pizza ke semua orang, lalu berlari ke dapur mengantarkan Pizza untuk bi tuti dan pak pandi penjaga rumah sekaligus supir.


" Emm ga enak, enak pizza buatan mama.." Kata ifa.


"Ohh jelas dong." Mamanya menimpali.


"Yaudah besok ga akan papa beli lagi deh, ya nami ya? ya dek ya?" Kata zaky menoleh ke Tia kemudian mengangkat angkat nami ke udara.


" Bukan pa, ini banyak ini nih." Kata ifa lagi sambil menunjuk irisan paprika.


"Ohhh..." Zaky dan Tia serentak membulatkan bibirnya.

__ADS_1


" Kan kalo mama yang buat banyak daging, bakso sama sosis nya, Ga pake yang ini." Kata Zoya yang sudah ikut bergabung.


"Yasudah, Besok minta di buatin mama, itu juga kalo adik bayi nya tidak rewel, kalo rewel tangan mama sebelah meremas adonan sebelah lagi meremas dek nami." sindir papanya, di sambut gelak tawa semuanya.


"Tuh kan papanya cemberut. bilang makasih dong kak." Tia mengelus kepala Naya dan Ifa.


"Makasih papa." Kata Ketiganya.


Zaky mengembalikan Nami pada Tia kemudian melepar dan memangkap putrinya satu persatu. Zaky mengejar mereka hingga ke kamar mandi.


Zaky menyalakan kran bathup, menungkan sabun dan mengocok permukaan airnya untuk membuat busa. Ketiga putrinya dengan antusias menonton di pintu kamar mandi.


"Mandi nya sama bi tuti ya, Papa tunggu di kamar kakak, nanti papa pakaikan baju. " Kata Zaky pada anak anaknya. Bi tuti datang dengan membawa handuk, Mereka mulai mandi.


Zaky menuju ke kamar. Disana Tia baru saja memandikan nami.


" Sayang, Apa kamu tidak istirahat?"


"Sebentar lagi, Aku sudah janji akan memakaikan pakaian mereka."


"Kamu baik sekali sayang. Kamu papa yang sempurna."


Zaky cuma tersenyum sambil memilih baju baju di dalam lemari bergambar barbie.


"Aku tidak di belikan hadiah sayang?"


Zaky tertegun sebentar dan menepuk jidatnya. Ia meletakkan baju di kasur dan beranjak ke arah istrinya. Tangannya melingkar di pinggang Tia yang tengah memakaikan pakaian bayinya. Kepalanya miring bersandar di rambut Tia.


"Aku Lupa sayang, kadonya... nanti malam saja ya, kalo nami sudah tidur." Zaky mengecup asal rambut istrinya.


"Genit.."


"Biarin.."


Dan mereka berciuman, dalam dan terbawa emosi, hingga tiba tiba " Papaaa..." suara tiga bocah berlarian dari kamar mandi. Dan buyar segala gairah itu. Mereka berdua tertawa. Zaky pun memakaiankan pakaian anak anaknya.

__ADS_1


__ADS_2