SELINGKUH

SELINGKUH
Mimpi Buruk Benny


__ADS_3

Kegelapan menghampiri Benny. Wanita yang ia cintai, wanita yang menghianatinya, wanita yang meninggalkannya, wanita yang ia perkosa dan kini adalah wanita yang menghancurkan karirnya adalah wanita yang sama yang tengah mengandung anaknya.


Benny melangkah mundur. Nafasnya seperti tercekat. Ia bersandar di dinding sambil menatap Lila yang baru saja mendapatkan irama nafasnya kembali. Lila berdiri tegak menatap Benny yang terlihat lemas, tidak percaya pada kenyataan.


" Itu anakku?" tanyanya dengan mata berkaca.


"Jadi menurutmu anak siapa? bukankah kau mengenalku? apa aku wanita murahan yang menyerahkan diri di ranjang suami orang? Aku memang menyukai Zaky waktu itu. Tapi aku bukan *******! Kau memperkosaku dengan keji Benny!"


Benny menggelengkan kepalanya. Kini matanya terlihat basah. Seumur hidupnya ia habiskan dengan ambisi kesuksesan karir semata. Menikahi pewaris tunggal perusahaan ternama yang ternyata tidak bisa memiliki anak. Ia tidak peduli. Sekalipun ia tidak pernah terusik dengan keinginan memiliki anak. Ia mengencani beberapa wanita dan memperkosa pembantunya lantaran bosan dengan istrinya yang arogan. Namun hari ini, mendengar dari mulut wanita itu, bahwa dalam rahim itu adalah anaknya, jiwa Benny seakan luruh. Perasaan yang tidak pernah ia terka, perasaan bahwa akan menjadi seorang ayah, tapi dengan wanita yang sedang ia benci.


Perlahan Benny melangkah ke depan. Ia mengulurkan tangannya.


" Lila.. Aku.."


" Berhenti di sana. Jangan maju selangkah pun. Jangan berharap akhir yang bahagia Benny! Kau pikir aku senang mengandung anakmu? Mimpi burukmu segera di mulai. Aku.. selamanya tidak akan pernah menyerahkan anak ini padamu! Kau akan melihatnya lahir, tapi selamanya tidak akan memanggilmu ayah!"


" Apa?! Lilaa.."


" Atau kau boleh memilih melenyapkan aku sekarang. Aku akan mati bersama putramu!"


" Putra?"


Sebuah kilatan melintas di kepalanya. Adegan saat Ia menginjak perut Tia yang sedang hamil. Tia memohon tak berdaya di lantai. Dan Ia menginjak tanpa ampun dengan penuh kebencian.


Karmaku. Aku selamanya tidak akan bersama putraku. Bahkan jika ia lahir.


Benny menghampiri Lila dan berlutut. Ia memohon pada Lila dari hatinya. Kini airmata itu menyapu wajahnya.


" Lila, aku mohon jagalah Ia, lahirkan dia. Lahirkanlah putraku. Maafkan aku Lila. Sumpah demi apapun, aku benar benar menyesal telah menyakitimu Lila. Jangan sakiti Anakku. Aku mohon."


Lila menatap Benny yang bersimpuh di kakinya. Ia menatap dengan penuh kebencian. Airmatanya pun juga jatuh, kepedihan yang ia lalui hari demi hari saat mengandung anak ini berputar di kepalanya. Semua karena Benny, pria jahanam itu.


" Kalau begitu katakan, katakan apa yang kau lakukan pada Tia! katakan apa yang terjadi hari itu! Kau menjebaknya? Apa kau memperkosanya juga?"


Belum sempat Benny menjawab terdengar suara Zaky memanggil Lila sambil mendobrak pintu. Dan beberapa detik selanjutnya, pintu di tendang.


Gubrak!


Mata Zaky melotot melihat Benny di sana. Dalam pikirannya sudah pasti Benny akan menyakiti Lila. Ia pun menendang bahu Benny. Benny terkulai di lantai tanpa melawan.


Lila menahan Zaky.


" Jangan pukul dia. Tidak apa. Dia bahkan tidak akan pernah berani menyentuhku lagi."


Zaky memperhatikan Lila. Takut ada yang terluka. Setelah itu Ia mengangguk dan membawa Lila keluar dari toilet. Meninggalkan Benny yang terkapar di tempat kotor itu, sedang hancur karena karirnya, juga anaknya.

__ADS_1


Beberapa langkah dari sana, Lila merasa perutnya tegang, Ia berhenti melangkah dan bertopang di dinding.


" Engh.. perutku.."


" Ada apa?" tanya Zaky cemas. "Apa seperti akan melahirkan?" Zaky memegang bahu Lila, menahannya.


" Perutku seperti mengeras. Pernah sesekali tapi.. ini keras sekali."


" Aku akan menggendongmu." Zaky menggendong Lila berjalan menuju parkiran.


"Kalau saja Robi di sini." kata Zaky berguman sendiri.


"Iya, kalau saja Robi di sini ya?"


Zaky mendengar itu. Ia agak heran juga. Mereka masuk ke dalam mobil. Mobil mulai berjalan. Zaky memperhatikan Lila yang terlihat tidak nyaman. Lila sedang mencoba menelepon seseorang, tapi sepertinya tidak di jawab.


" Kau menelepon siapa? Apa itu sakit sekali?"


"Tidak, perlahan menghilang. Aku menelepon Robi. Tapi mungkin dia sibuk merawat ibunya."


" Lila.. apa kau? dan Robi.."


" Iya, percaya atau tidak aku mencintai dia. Dia sangat baik padaku."


Dengan serta merta perasaan cemas dan khawatir Zaky pada Lila lenyap tak bersisa. Lila tidak punya perasaan apa apa lagi padanya. Ia merasa lega. Ia melihat Lila sekali lagi lalu tersenyum.


Tiiiiittt!!!


sebuah mobil melintas, menyalip mereka.


---


Benny pulang ke rumahnya dengan tampang lusuh. Hari yang buruk baginya. Seakah inilah akhir dunianya. ia tidak akan pernah hidup dengan tenang, pikirannya akan terus dihantui pertanyaan tentang anaknya. Apakah Lila akan melahirkannya? Akankah ia menjaganya dengan baik? Apakah Lila mengijinkan mereka bertemu? Benny tidak sanggup memikirkannya. Lila memegang kunci masa depannya. Bisnisnya sudah hancur dalam sekejap di tangan Lila, Proyek pembangunan Resort yang ia harapkan dapat memulihkan keuangan perusahaan kini telah berakhir, dan sekarang tinggal menunggu entah hal buruk apalagi yang akan menghampirinya.


Mira menyambut Benny, Ia menyapa dan bertanya, namun Benny tidak peduli. Seumur pernikahan mereka, Mira tidak pernah melihat wajah Benny sembab.


Apa ia menangis? Kenapa?


Mira menunggu Benny keluar dari kamar mandi. Benny mandi lama sekali, hati Mira begitu gundah. Hampir setengah jam kemudian dia keluar.


" Ada apa? Katakan? mengapa wajahmu sembab? Apa kau menangis?"


Benny mengambil pakaian di lemari dan mengenakannya. Merasa kesal di acuhkan, Mira menghampiri Benny dan menahan wajah Benny, pandangan mereka bertemu.


" Katakan.."

__ADS_1


" Mira.. aku akan punya anak."


" Apa? kau menggigau?" Mira mundur selangkah, melepas tangannya dari wajah Benny.


" Bayiku, dia di dalam perut Lila."


" Apa?!" Mira tersentak. Kenyataan yang menyakitkan.


" Kau tidur dengannya?" tanya Mira menangis.


" Aku memperkosanya..." Benny juga menangis. " Anakku.. entah bagaimana ia akan diperlakukan."


Mira mundur dan memandang Benny jijik. Mira melakukan segalanya untuk bertahan dengan Benny, tapi Benny menghianatinya. Dan yang paling buruk adalah Benny akan punya anak dengan wanita lain. Anak yang tidak bisa di berikannya.


" Brengsek!! Aku membencimu!"


" Mira! Dengarkan aku!"


" Aku melakukan segalanya untukmu, agar kau bertahan disisiku. Aku memaafkan kesalahanmu dan menutupi dosamu. Tapi lihat apa yang kau lakukan padaku! Ahhhhh!!" Mira melempar semua barang barang di dekatnya.


"Aku besumpah akan membuatmu menyesal Benny! dan aku, bersumpah tidak akan pernah mencintaimu lagi!


" Mira ku mohon jangan begini!


"Keluar dari rumahku! Aku tidak butuh kau!!" Mira mendorong Benny, dan anehnya Benny tidak bertindak kasar seperti biasanya. Setelah Benny keluar dari pintu, Mira menutupnya. Kegelapan merenggutnya.


---


Semoga suka ya 😊


Show your love ya pembaca yang baik.


❤❤❤


☺Like


☺Commet


☺Share


☺Rate


☺Vote


☺Favorite

__ADS_1


Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.


__ADS_2