
Malam yang sunyi, Tia duduk di tepi kolam memandang pantulan rembulan . Begitu tenang, semilir angin meniup lembut daun daun membuat Tia semakin larut dalam renungannya.
Andai saja aku tidak pergi mengambil cetak biru itu, pasti aku sedang berbahagia menyambut Zaky pulang dan mengatakannya kami akan segera memiliki seorang putra.
Tia menitikkan airmata sambil mengusap perutnya. Dari kejauhan sepasang mata memandangnya.
Lalu sekarang semua menjadi rumit. Aku kehilangan bayiku. Aku kehilangan kasih sayang Zaky. dan semua orang menganggap rendah diriku. Ini.. Ini sangat berat.
Tapi aku tidak boleh menyerah. Aku akan merebut hati Zaky lagi. Aku ingin semua orang tahu bahwa aku mencintai suamiku dan aku istri yang setia.
Tia berdiri. Menghela nafas panjang. Ia mengakhiri renungannya dan hendak masuk ke rumah. Telapak kakinya yang telanjang melangkah perlahan di tepi kolam, hingga kemudian Ia menginjak sesuatu yang lembut dan basah. Membuat Tia mundur dan nyaris jatuh ke kolam. Sepasang tangan menangkap tubuhnya dan mendekap erat. Zaky. Mereka saling bertatapan, merasakan terpaan hangatnya nafas satu sama lain, di tengah sejuknya udara malam.
Beberapa detik kemudian tia tersentak, ia jadi salah tingkah.
" Lepaskan aku..." katanya.
Zaky melepaskannya dekapannya perlahan. Wajahnya datar. Tia menoleh. Tidak tahan dengan tatapan Zaky yang membuat dadanya seperti tersengat listrik.
Tia penasaran dengan apa yang di injaknya tadi. Ia pun berjongkok untuk melihatnya. Tangannya menjulur ke gundukan kecil di pinggir rumput, telunjuknya menekan benda lembut dan basah itu hingga tiba tiba benda itu mengeluarkan suara.
Webbek.. Webbek..
" Arrgghhh.. Katak! Katak!"
Terkejut. Sekonyong konyong Tia melompat ke tubuh Zaky dan memeluk lehernya. Ia meloncat loncat sambil terus memeluk. Tia jijik sekali memegang katak itu dan dia memang tidak suka pada binatang itu.
Tawa Zaky hampir meledak, Ia buru buru menahannya.
Aku kan sedang pura pura marah.
Melihat Tia meloncat loncat ia pun menggendong istrinya. Tia memeluk leher Zaky erat tapi menyimpan wajahnya di bahu Zaky, malu. Zaky membawa Tia masuk ke rumah lalu ke kamar, tanpa sepatah katapun di antara mereka berdua.
Sampai di kamar Zaky membawa Tia ke kamar mandi dan menurunkannya. Mereka saling menatap. Tia menatap dengan heran.
" Mengapa kau membawaku ke kamar mandi?"
Apa jangan jangan. Aku kan sedang tidak boleh berhubungan. Kalau aku menolak, dia akan berpikir aku sangat menyukai benny. Aku harus bagaimana?
Tia menatap Zaky menyelidik. Zaky dapat merasakannya.
" Hey, jangan berpikir yang tidak tidak. aku sedang tidak tertarik padamu!"
Tia terkejut.
" Ohhhh..."
Bodoh sekali aku. Dia kan sedang marah, mana mungkin tertarik padaku.
" Cucilah kakimu, lalu pergi tidur."
Tia mengangguk. Zaky berbalik lalu tersenyum sendiri. Ia meninggalkan kamar mandi.
Tia mencuci kakinya lalu kembali ke kamar. Zaky terlentang di atas kasur, kepalanya di telapak tangan.
" Kau tidak tidur di kamar lain?" tanya Tia.
Zaky mendongak ke Tia sebentar lalu menatap langit langit kamar. " Kau bahkan mengusirku, apa kau benar benar tidak ingin bersamaku lagi? hah?"
Hahaha.
__ADS_1
" Bu-bukan, maksudku..." melihat Zaky tidak bergeming, Tia menghela napas lalu tidur di samping Zaky. Ia membelakangi Zaky.
"Hey.." sapa Zaky.
" Apa."
" Apa si brengsek itu sangat memperhatikanmu?" tanya Zaky pura pura.
" Aku tidak mau menjawab."
" Apa dia membukakan pintu mobil? memperhatikanmu makan? " Zaky sengaja menggoda, padahal dia tahu Tia tidak ada hubungan apapun dengan Benny.
"Begitulah." Kata tia membalikkan badan, kini terlentang.
" Apa tubuhnya bagus? sepertiku?" tanya Zaky lagi. Kini ia menghadap ke Tia dan menopang kepalanya dengan tangan.
" Apa?!"
Tia terkesiap.
Pertanyaan apa ini? apa aku harus menjawabnya?
Zaky menunggu Tia menjawab.
" T- tentu saja b-bagus." Tia mengerjap dan melihat ke arah lain.
Zaky tertawa dalam hati.
Berkedip begitu. Kau ketahuan sekali berbohong. Kau pasti frustasi menjawabku kan sayang? Aku jadi senang.
" Kau tidur dengannya?"
" Jawab.."
Tentu saja tidak.
Tia meruncingkan bibirnya. Kesal.
" Tentu saja kau tidur dengannya. Jika tidak mana mungkin ada foto itu."
Tia menatap langit langit dan memiringkan bibirnya. Zaky semakin tertarik.
" Apa punyanya lebih besar dari punyaku?"
"Apa!! kau gila!"
"Hahahaha. Sudah kuduga. Pasti miliknya lebih kecil."
Ya Tuhan. Aku malu sekali mendengarnya.
"Kau vulgar sekali!"
Tia bangkit dari kasur dengan mendengus. Ia menatap Zaky yang tertawa. Ia mengambil bantalnya.
" Aku tidur di luar!"
"Kau bahkan tidak mau seranjang denganku lagi?"
Ih, ada apa dengannya!
__ADS_1
Tia melempar lagi bantalnya ke kasur. Lalu membanting tubuhnya di kasur dengan wajah masam, tidur membelakangi Zaky. Zaky tersenyum tipis. Tia menutup matanya. Sudah beberapa menit dia belum bisa terlelap. Beberapa kali dia memperbaiki letak kepalanya.
Zaky memperhatikan saja dengan masih tersenyum di belakang Tia.
" Jika susah tidur, buka saja ponselmu, membaca berita malam mungkin akan membuatmu tidur nyenyak malam ini."
Tia mendengarnya tapi pura pura tidur. Setelah menunggu agak lama, ia merasa Zaky sudah tidur, tidak ada gerakan lagi. Ia pun berbalik. Melihat Zaky terlelap, ia pun mengambil ponsel dan membaca berita. Dan matanya membulat sempurna.
Ada apa? semua berita sudah berbalik. perselingkuhan itu sudah di klarifikasi. Berita berita ini justru menyudutkan Benny, Mira juga. Jadi dia mandul? Ini bukan hoaks kan? Semua ini, Zaky pasti sudah menanganinya.
Tia begitu terharu. Beban yang sejak kemarin terasa berat karena media yang menyudutkannya seperti terlepas begitu saja. Ia merasa teramat lega. Merasa reputasinya terpulihkan. Kemarin seperti akhir yang menyedihkan baginya, tapi malam ini Ia seperti punya harapan baru.
Ia menatap Zaky di sampingnya, seperti ingin menangis sambil memeluknya, tapi takut Zaky terjaga. Ia Menyentuh pipi Zaky pelan dan mendekatkan wajahnya. Dengan perlahan sekali, bibirnya menyentuh dahi Zaky, Mengecupnya sekali lalu menjauh.
" Terimakasih sayang, bahkan saat marah kau masih memikirkan aku. Aku berjanji akan menghapus kekecewaanmu padaku." katanya setengah berbisik.
Tia Lalu berbaring dan menarik selimutnya. Ia menyimpan ponsel dan mencoba menutup mata. Benar saja, setelah itu ia segera terlelap. Mungkin karena pikirannya telah tenang. Tiba tiba Zaky menggeliat. Ia membuka matanya dan tersenyum. Ia menatap Tia yang baru saja terbuai mimpi. Ia mengecup bahu Tia lalu pergi tidur.
Dia tampak lega. Semoga ia segera siap untuk bercerita padaku.
---
Pagi harinya, Zaky bersiap berangkat ke kantor. Masih pura pura dingin, Ia menjaga bicaranya pada Tia. Ia pergi turun ke bawah hendak sarapan. Sebelum ke dapur Ia menyempatkan diri mencium anak anak di ruang bermain. Mereka sedang sibuk menyusun lego. Yang masih kecil menonton video baby bedtime. Puas bermanja manja, Ia kedapur.
Di dapur, Tia tengah menyiapkan sarapan. Ia membuat pancake. Suasana hatinya bagus, Ia ingin memasak lagi. Zaky masuk ke gerbang dapur, melihat Tia. Ia mengambil kopi yang telah di siapkan di meja dapur dan membawanya ke meja makan. Tia hanya menoleh, tidak bicara juga.
Sayup sayup terdengar olehnya Pak pandi datang menghampiri Zaky setengah berlari.
" Tuan, di depan ada pria yang di dalam berita. Pria yang di foto bersama nyonya itu. Dia datang bersama seorang wanita." cerita pak pandi dengan napas memburu.
Zaky memukul meja.
" Apa?! Beraninya dia datang ke rumahku!"
Begitu mendengar itu, lutut Tia serasa layu. Ia menggenggap tangannya di dada.
Apalagi ini?
---
Semoga suka ya 😊
Show your love ya pembaca yang baik.
❤❤❤
☺Like
☺Commet
☺Share
☺Rate
☺Vote
☺Favorite
Makasi buat kalian yang selalu dukung aku.
__ADS_1