SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Curiga


__ADS_3

Rian berbaring dilapangan, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah hingga meneteskan keringat sambil menatap langit biru.


Kemudian memejamkan matanya ketika sedikit pusing dan kelelahan.


"Bebeb." panggil Desi sambil berlari kearah Rian, tapi Rian tak menghiraukan gadis menyebalkan itu. Untung sayang, pikirnya.


Desi duduk jongkok sebelah Rian yang tengah terbaring, menghalangi sinar matahari yang bersirobok langsung dengan mata pemuda yang disukainya. "Aku beliin kamu minuman dingin, haus gak?" tanyanya.


Nemun Rian malas untuk menjawabnya, dan memilih untuk diam agar bisa menghilangkan sedikit kelelahannya.


"Kamu marah, ya? Capek banget, ya?" tanyanya merasa bersalah, mengira kediaman Rian adalah kemarahan. "Maaf ya Bebeb! Aku gak suka olahraga."


Melihat Rian masih diam, membuat Desi semakin merasa bersalah. "Yaudah aku pergi aja kalo emang cuma ganggu." ucapnya hendak beranjak untuk pergi.


Tapi seketika Rian menarik lengan gadis itu, untuk menghentikannya. "Tetaplah disini! Tunggu sebentar! Aku lelah." ucapnya mesih memejamkan mata.


Mendengar jawaban itu, membuat Desi melukis kembali senyum cerahnya. Menutupi wajah Rian dari sinar matahari.


Ketika Rian mulai tertidur, Desi tertarik untuk menggodanya.


Dirinya memiringkan badannya agar sinar matahari menyinari matanya, membuat Rian mengerjapkan matanya tak nyaman.


Desi terkikik geli melihatnya, kemudian ia kembali lagi menutupi wajah Rian agar tidur dengan nyaman.


Ketika Desi hendak melakukannya lagi, Rian langsung menarik tubuhnya agar terjatuh pada dadanya. Desipun tertegun ketika melihat wajah pemuda yang disukainya itu dari dekat, membuat wajahnya memerah. Sungguh tampan, pikirnya.


"Udah puas liatnya?" ucap Rian, tersenyum.


Sontak membuat Desi langsung beranjak berdiri karena malu. "Mm, apaan sih? Kamu narik-narik aku gitu." sahutnya gugup, balik menyalahkan.


Rian terkikik geli, ini baru pertama kalinya Desi malu-malu dengan jelas padanya. Ia kemudian beranjak berdiri, menatap gadis itu. "Gue capek banget tahu! Gara-gara lo nih."


"Ya maap, aku kira kamu suka olahraga." sahutnya, memberikan senyum tengil.


"Sekalipun suka, tapi gak sampek mabok kayak gini juga kali." Rian memutar bola matanya jengah. "Dasar!" menjitak kepala gadis itu hingga ia mengaduh.


"Maap deh maap." sahutnya, sembari mengelus kepalanya. "Nih diminum biar gak haus."


"Makasih." ucapnya, ketika mengambil minuman dingin lalu meneguknya.


Ketika itu pula ke empat temannya, termasuk Erfan sudah keluar dari kelas dan langsung menemui Desi dan Rian.

__ADS_1


"Ha ha, gimana hukumannya? Enak?" ledek Yuda, menertawakan temannya.


"Enak pala lo! Sampek puyeng gue." dengus Rian kesal.


"Oh ya, setelah ujian kita akan berlibur. Lo mau ikut gak?"


"Kalo gue sih apa kata Rian, kalo dia ikut gue juga bakal ikut." sahut Desi.


"Rian ikut dong! Biar Desi ikut sama kita." mohon Loli dan Mega.


Rian jadi tersenyum karenanya. "Emang mau kemana?"


"Berkemah." sahut Erfan. "Gak jauh kok, deket-deket aja yang penting kita seru-seruan."


"Oh oke, gue bakal gabung dengan Desi." sahut Rian membuat Desi dan temannya jadi senang.


****


"Des, besok kan hari minggu. Lo ada acara, gak?" tanya Rian gugup ketika berjalan keluar gedung sekolah bersama.


Desi menoleh. "Emang kenapa? Mau ngajakin aku ngedate, ya?" tebaknya sambil tersenyum malu.


Rian jadi menggaruk tengkuknya, gugup. "Enggak kok." sahutnya, membuat Desi meng-oh pelan. "Tapi ya iya juga sih."


"Maksud gue, gue mau ngajakin lo jalan-jalan." ucapnya gugup. "Mau gak?"


Seketika tertegun lalu tersenyum lebar. "Gue gak bisa, he he."


Rian jadi memasang wajah datar. "Loh kenapa? Lo ada acara?"


Desi mengangguk. "Iya, acara penting jadi gak bisa aku tinggalin. Maaf ya?" rengeknya.


"Iya gak apa-apa kok." sahut Rian, lemah.


Desi jadi memeluk lengan pemuda itu, dan sedikit mengguncangnya. "Jangan ngambek ya Bebeb! Kita kan masih bisa liburan bareng."


"Iya, gak apa-apa kok." mengusap rambut Desi gemas.


"Yaudah, aku pamit pulang dulu! Udah dijemput."


Rian mengangguk. "Iya, hati-hati."

__ADS_1


"Kamu juga hati-hati Beb, i love you." melambaikan tangan.


Rian jadi menghela nafas, ini baru pertamakalinya ia mengajak kencan tapi Desi malah menolaknya terang-terangan. Iya sih, Loli dan Mega itu teman baiknya, pasti Desi akan lebih memilih menghabiskan hari libur bersama mereka, pikir Rian menjadi kesal.


"Woy! Kenapa bengong disini?" tanya Yuda menepuk bahu Rian, ketawa ketika ia kaget.


"Ck. kebiasaan ngagetin nih anak." dengus Rian. "Ya nganterin si Desi biar masuk mobil dengan selamat."


"Sih, so sweet banget sih." ledeknya.


"Apaa sih lo." dengusnya. "Lo sendiri, ngapain depan gerbang? Sepeda lo diparkiran sana!"


"Gue gak bawak motor, mau pulang bareng sama pacar." sahutnya.


"Dih!" Rian menyunggingkan bibirnya, seketika Mega datang dan menyapa.


"Hai Rian, Desi udah pulang?" tanya Mega.


"Udah baru aja." sahutnya, dan mulai berpikir. "Oh ya Meg, besok lo ada acara apa sama Desi?"


"Hah, acara?" Mega bingung. "Ga ada tuh, gue besok mau pergi kencan sama pacar." Yuda merangkulnya.


"Dih!" lagi-lagi Rian meledek. "Jadi Desi ada acara sama Loli?" tanyanya lagi.


"Enggak kayaknya. Lo ngajakin dia kencan ya besok?" tebaknya.


"Ya gitu, tapi dianya nolak." sahutnya sedikit kesal.


"Desi itu kalo hari minggu emang ada acara dia, tapi kita gak tau apa. Dia gak pernah cerita." ucapnya memberitahu.


"Serius lo?" Rian kaget, memasang wajah curiga.


Mega mengangguk. "Serius! Katanya sih ketemu sama orang yang penting banget."


Seketika Rian langsung berbalik badan, dan segera pergi menuju parkiran tanpa berpamitan.


"Lah dia main kabur aja." ucap Mega, heran.


"Biarin lah! Yuk kita pulang!" ajak Yuda ketika mobil jemputannya sudah datang.


"Yuk!"

__ADS_1


****


Terimakasih :*


__ADS_2