SELINGKUH

SELINGKUH
AFFECTION : Seperti Bodoh


__ADS_3

"Rian, kamu ngapain disini?" tanya Desi tertegun.


"Aku akan ikut bersamamu." ucapnya tanpa menyahut.


"Rian, aku tidak sedang bercanda. Aku benar-benar akan pergi."


"Aku juga tidak sedang bercanda, bagaimana bisa kamu pergi tanpaku." sahutnya tegas, kemudian menarik tangan gadis itu untuk masuk kedalam mobil bersama.


Seketika Desi melepasnya dengan kasar. "Kamu pikir ini mainan, hah!" teriaknya. "Papaku sedang sakit, Rian."


Rian menoleh kembali. "Baiklah, aku akan menemanimu pergi menjenguk papamu." sahutnya tak menyerah. "Tunggu disini! Aku akan menghubungi papiku."


Rian langsung menggubungi sang papi untuk meminta bantuan darinya. Ketika panggilan telfon itu terjawab Desi mengatakan hal yang membuat dirinya lemas seketika.


"Aku pergi dan tidak akan pernah kembali." ucapnya tiba-tiba. "Aku pergi dan tidak akan pernah kembali, Rian." ulangnya lagi sembari terisak penuh emosi.


Semula ponsel itu ia letakkan ditelinga, namun tiba-tiba ia menjatuhkan dan lunglai seketika.


Rian tertegun mendengar ucapan Desi, kata-katanya menusuk ulu hati sampai dia benar-benar merasa perih.


"Maaf." ucapnya dalam tangis, kemudian melangkah melewati Rian untuk pergi.

__ADS_1


"Jangan pergi!" teriaknya frustasi, kembali berbalik badan dan mencegah Desi lagi masuk kedalam mobil.


"Rian." Desi tertegun pada pemuda yang sedang memegang tangannya erat, enggan mau melepas dirinya pergi.


"Bagaimana bisa kamu berlaku seperti ini padaku?" ucapnya mengeram dengan nada kemarahan yang kental. "Kamu membuatku jatuh hati, lalu dengan seenaknya membuangku begini."


"Maaf." hanya kata itu yang mampu terlontar bersamaan dengan butiran air matanya.


"Aku tidak akan pernah mengijinkanmu pergi!" tegasnya. "Kamu tidak boleh pergi tanpa seijinku, aku benar-benar tidak bisa melepasmu."


"Rian, biarkan aku pergi! Lupakan aku!" pintanya, menatap mata pemuda itu dengan sungguh membuat Rian terpukul.


Mendengar hal itu membuat Rian jadi tertawa frustasi, bisa bisanya dia yang diperjuangkan meminta untuk dilupakan. Kamu sedang bercanda?


Rian jadi tertawa miris, bagaikan orang bodooh. "Bagaimana bisa kamu berkata seenaknya begitu padaku? Bagaimana semudah itu memintaku melupakanmu dan seakan tidak pernah terjadi apa apa diantara kita?" Ia kembali tertawa miris, seperti kehilangan akal.


"Rian." Desi jadi merasa amat bersalah mengatakan hal kejam pada pemuda itu, mencoba mengelus wajahnya untuk memberi ketenangan tetapi Rian menepisnya dengan kasar.


"Pergilah!" pintanya dengan kemarahan. "Pergilah sampai aku tidak pernah bertemu lagi denganmu! Jangan sampai aku menemukanmu, aku benar-benar akan menghancurkanmu sama halnya kamu menyakitiku saat ini."


Seketika Desi memundurkan langkahnya, merasa hancur ketika melihat kebencian dari sorot mata pemuda yang ada didepannya.

__ADS_1


Tanpa ragu, ia berbalik badan dan masuk kemobil hingga berlaju pergi.


Ketika itulah, pertahanan Rian runtuh. Kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya hingga ia lunglai dan terjatuh seperti orang bodohh.


Ia terisak, mengusap wajahnya dengan kasar karena sudah kehilangan akal. Sebelum kemudian ia bangkit kembali dan mengejarnya yang sudah berlalu pergi.


Cintanya menggebu, dan tak mudah seperti itu.


Rian berlari, mencoba mencari taxi untuk ia bisa mengejar gadis itu lagi. Ia ingin mengatakan satu hal yang perlu dia ketahui.


"Aku tidak sanggup jika harus melupakanmu dan merelakanmu pergi."


Rian sungguh tidak tenang, ia berharap masih bisa melihat gadis itu walau hanya sesaat.


Tapi sayang, saat ia mengejarnya pergi ke bandara. Pesawat yang ia tumpangi sudah lepas landas, membuat dirinya patah dan hancur berkali-kali.


Ketika itu pula, dering telfonnya berbunyi.


"Rian, kamu dimana?" tanya sang papi. "Mamimu akan melahirkan."


****

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, POIN oyy!


__ADS_2